This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Oreo Swiss Roll Cake

Oreo Swiss Roll Cake
By @CookingwithHel

Loyang 26x26

Bahan A:
- kuning telur 4 butir
- minyak sayur 70ml
- susu full cream / uht 70ml
- tepung terigu protein sedang 70gr
- vanilli hubuk setengah sdt

Bahan B:
- putih telur 4 butir
- sedikit garam
- air jeruk nipis 1 sdt
- gula pasir 40gr

Isian:
- whipped cream bubuk 100g + air es 200ml (bisa pakai whipped cream cair / non dairy cream) mixer hingga mengembang
- 6 keping oreo hancur kasar

Cara buat :
- panaskan oven suhu 170-180 celcius api atas bawah
- campur semua bahan A, terigu sambil diayak, aduk rata pakai whisk, sisihkan
- campur putih telur, jeruk nipis, garam, mixer jingga berbusa, masukan gula secara bertahap sambil terus di mixer hingga soft peak
- masukan adonan putih ke adonan kuning bertahap, aduk balik / aduk lipat menggunakan spatula
-tuang ke loyang 26x26 yang sudah dialasi kertas roti dan diolesi mentega
- hentak-hentakan untuk membuang udara pada adonan
- panggang suhu 170-180 celcius 25-30 menit atau hingga matang. Sesuaikan oven masing-masing
- setelah matang keluarkan dari loyang, beri isian lalu gulung
- masukan kulkas 1 jam
- potong-potong dan hias sesuai selera

YANG DICELA dan SURGA



@salimafillah
.
"Boleh jadi ada nama-nama yang kita cela pribadinya dan kita lemahkan riwayat haditsnya", ujar Yahya ibn Ma'in, sahabat Imam Ahmad yang menjadi imam dalam ilmu penilaian rawi, jarh wat ta'dil, "Tapi mereka memasuki surga Allah ribuan tahun mendahului kita."
.
Pernah beliau mempertanyakan nasab Quraisy Imam Asy Syafi'i dan menimpakan tuduhan berat kepada beliau sebagai seorang Syi'ah Rafidhah. Sang Imam yang santun hati tak suka membalas hal ini dan memilih mensyairkan isi hati, "Jika mencintai keluarga Muhammad serta merta disebut Rafidhi, saksikanlah bahwa aku seorang Rafidhi. Dan jika mencintai Abu Bakr dan 'Umar disebut Nashibi, saksikan pula bahwa aku seorang Nashibi."
.
Imam Ahmad lah yang kemudian mendatangi Yahya dan menghardik keras, "Dari mana kamu menyimpulkan bahwa guruku Asy Syafi'i seorang Rafidhah?"
.
"Aku sudah membaca risalahnya tentang bughat, pemberontakan", jawab Yahya, "Demi Allah di situ kudapati dia begitu banyak berhujjah dengan perkataan 'Ali!"
.
"Subhanallah", sahut Imam Ahmad. "Menurutmu dengan ucapan siapa lagi dia akan berhujjah? Bukankah satu-satunya Khulafaur Rasyidin yang menghadapi bughat adalah Sayyidina 'Ali?"
.
Imam Yahya ibn Ma'in pun terdiam.
.
Ketika di kali lain Yahya menegur Imam Ahmad karena menuntun baghal Imam Asy Syafi'i dari gerbang kota Baghdad hingga rumahnya sebagai perendahan ilmu hadits, Imam Ahmad menjawab, "Katakan pada Yahya. Jika dia ingin meraih kemuliaan yang kudapatkan ini, marilah ke sini. Aku tuntun baghal Asy Syafi'i di sebelah kiri, biar dia menuntun di sebelah kanannya lagi."
.
Waktu berlalu dan Asy Syafi'i wafat lalu fitnah khalqil Quran oleh Mu'tazilah terjadi sejak masa Al Makmun, Al Mu'tashim, hingga Al Watsiq. Hanya Imam Ahmad berhasil teguh bersama kebenaran meski tercambuk petang dan pagi sementara 'Ulama-'ulama lain termasuk Imam Yahya ibn Ma'in menyerah dan mengatakan kalimat munkar dalam paksaan.
.
Kelak ketika ditanya lagi tentang Imam Asy Syafi'i, Yahya ibn Ma'in akan menitikkan airmata dan berkata, "Sudahlah biarkan kami.. Asy Syafi'i adalah orang yang seandainya dusta itu perkara yang dihalalkan, dia tetap akan jujur karena amat menjaga kehormatan."

konspirasi ekonomi Global



Dulu saya termasuk orang yang nggak percaya juga dengan konspirasi. Bagi saya ada kelompok 1% manusia yang menguasai 99% kekayaan di dunia itu hanya bohongan belaka. Cuma dongeng yang sering digosipkan sejak di bangku kuliah, teman mengerjakan tugas, teman bercanda bareng di sela-sela jam perkuliahan.

Dulu saya anggap semua itu mitos. Sampai akhirnya ada seorang trader forex kawakan yang berbicara mengenai pandemi saat ini dengan kaitannya dengan campur tangan elit global. Trader ini menjelaskan dengan sangat fasih disertai data-data keuangan yang akurat.

Dari situ saya mulai berpikir, trader ini bukan orang bodoh. Apalagi dia sudah berpengalaman sejak awal tahun 2000-an bermain saham, forex, dan trading emas. Pengalamannya pasti banyak. Begitu juga dengan analisa ekonomi dan geopolitiknya.

Begitu pula ketika saya ngobrol sama teman saya yang berprofesi sebagai pengusaha. Yah memang benar jika ada kelompok 1% manusia yang mengendalikan 99% kekayaan di bumi, mengontrol 99% kehidupan manusia, memiliki kekuatan yang sangat powerful untuk menentukan negara mana yang ekonominya harus dikembangkan dan negara mana yang ekonominya harus ditahan.

Berprofesi sebagai pengusaha tentunya tidak lepas dari kajian ekonomi dan politik dunia. Karena apa yang terjadi secara global, cepat atau lambat akan terjadi pula efeknya di Indonesia. Informasi-informasi begini selalu mereka buru sebagai kajian dan ancang-ancang, kapan mereka bisa ekspansi bisnis mereka, kapan mereka bisa menahan uang mereka dan menabung.

Contoh seperti saat Covid-19 begini. Tentu ada sekelompok kecil pengusaha di sini yang sudah "aware" tentang potensi sebuah restart ekonomi, dimulai dari ketegangan China dan Amerika Serikat sejak perang dagang tahun lalu.

Peringatan resesi global sudah mulai digaungkan di grup-grup eksklusif tempat para pengusaha ini berkumpul. Dan pasti ada di antara mereka yang mulai mengetatkan ikat pinggang dan menabung. 

Jangan dulu ekspansi, karena China dan Amerika Serikat tensinya sedang tinggi. Pasti akan segera berimbas ke perlambatan ekonomi, termasuk di Indonesia. Ekspansi bisnis harus dipertimbangkan dulu sampai menunggu tensi kedua negara raksasa ini turun.

Ketika trader kawakan itu membuat sebuah prediksi, jauh sebelum terjadi bencana pandemi Covid-19, dia meramalkan akan terjadi sebuah economy big start dalam waktu dekat. Dulu tak banyak orang yang mengindahkannya.

Dan lucunya, trader ini malah banjir hujatan, dianggap sedang berhalusinasi dan ngawur.

Orang-orang tetap menghabiskan uang, tanpa mengetatkan ikat pinggang untuk menabung. Bagi yang punya bisnis, tetap berinvestasi ke bisnis baru atau ekspansi bisnis. Bagi yang merasa gajinya sudah mapan, mulai belanja barang-barang mewah, mulai kredit KPR, dan masih banyak lagi.

Bagi mereka-mereka yang menganggap remeh, tentunya prediksi dari trader kawakan itu hanya prediksi angin lalu. Mungkin dampaknya tidak akan sebesar yang diperingatkan. Ah ... lanjut bangun bisnis lagi. Lanjut kerja lagi. Dunia sedang baik-baik saja kok.

Tapi ternyata peringatan trader itu jadi kenyataan. Awal 2020 Covid-19 benar-benar menjadi pandemi global. Seketika semua rencana berubah dalam waktu beberapa hari saja. Keputusan lockdown, penurunan minat pasar untuk belanja, dan terhentinya mobilitas orang-orang sukses membuat banyak bisnis ambyar.

Peringatan trader itu menjadi kenyataan. Terjadi economy big start. Ekonomi akan di-restart. Ekonomi kembali dimulai dari 0.

Dan ternyata cara mereka, para elite global, melakukan big start adalah melalui virus ini. Mayoritas bisnis jadi mandeg. Bagi yang masih bertahan, perlahan-lahan mengalami penurunan omset. Dalam waktu 2 bulan saja sejak pandemi Covid datang ke Indonesia, sudah banyak bisnis yang terpaksa tutup, baik sementara atau permanen.

Banyak karyawan terpaksa di PHK. Sebagian banyak yang unpaid leave juga, alias cuti tanpa menerima bayaran sepeserpun.

Ambyar, dalam waktu beberapa hari saja.

Bagaimana dengan nasib trader tersebut? Berikut orang-orang yang mendengar nasihat trader tersebut? Mungkin mereka sudah menyiapkan tabungan. Walaupun pasar saham dan valuta asing juga hancur-hancuran, tapi mereka sudah hafal permainan para elit. Mereka mungkin bisa bertahan dengan ilmu yang sudah kenyang mereka praktekkan selama bertahun-tahun.

Buat kita-kita yang nggak tahu ilmu tersebut, tentu saja kelabakan. Panik dan stress mendadak.

Semua karena kita selama ini menutup mata tentang apa yang sedang terjadi di luar sana.

Indonesia mungkin baik-baik saja sebelum ini. Tapi kita tak pernah tahu bahwa di luar sana, ada beberapa tangan yang sedang bekerja memutuskan kapan harus menjatuhkan pasar saham, kapan harus tarik uang dari bank-bank, negara mana yang harus dinaikkan tensinya, negara mana yang harus tetap adem ayem. Bukan perkara sulit buat mereka, wong mereka itu bandarnya.

Sama seperti dulu Nathan Rothschild membalik ekonomi Eropa menjadi kolapse hanya dalam waktu semalam saja. Nathan Rothschild adalah bandarnya.

Ia memanfaatkan situasi perang negara-negara Eropa melawan Napoleon di abad 19. Setelah Perang Waterloo selesai, Nathan Rothschild segera menjual semua saham dan surat utang pemerintah. Hanya dalam semalam ekonomi kolaps.

Mungkin situasi saat itu bisa dikatakan mirip seperti situasi saat ini. Jika dulu perang dijadikan sebagai media economy restart, kalau sekarang virus yang dijadikan economy restart.

Apa buktinya? Begitu Covid-19 ditetapkan jadi pandemi global, pasar keuangan dunia langsung jeblok. Saham dan surat utang pemerintah pada dijualin. Yang kompakan menjual berbarengan siapa? Ya merekalah yang jadi bandar. Investor jadi merugi. 

Tapi tentunya ada yang tidak merugi. Ya mereka-mereka lagi. Mereka telah mengetahui jika Virus menyebar dan banyak negara lockdown, mereka akan menjual semua saham dan surat utang pemerintah, termasuk emas dan komoditi lainnya, sehingga pasar keuangan jeblok. Investor menjerit, uang yang terlanjur diinvestasikan melayang karena harga saham dan bond ikutan anjlok. Tapi mereka untung banyak, para elite ini untung banyak. karena mereka menjual saat harga saham dan valuta asing sedang bagus-bagusnya.

Semua pemain rugi bandar, kecuali mereka. Sebenarnya tidak rugi, hanya kekayaan berpindah ke tangan mereka saja.

Jika sebelum Covid kekayaan di dunia banyak tersebar ke orang-orang di seluruh penjuru dunia, begitu ada virus ini, mereka dengan cepat mengambil kembali kekayaan yang tersebar tadi. Jual berbarengan, pasar keuangan langsung anjlok. Investor menjerit, tapi mereka untung melimpah.

Begitulah cara mereka bermain. Mirip seperti yang Nathan Rothschild lakukan di abad ke-19. Kekayaan kerajaan Inggris berpindah ke tangan keluarga dia dalam waktu semalam saja.

Setelah itu, economi akan kembali menjadi 0. Semua harus kembali bekerja dari awal, mengumpulkan pundi-pundi kekayaan kembali. Setelah Covid-19 berakhir, masyarakat harus hidup dan bekerja mengais-ngais rejeki kembali. Jika nanti dirasa seluruh umat manusia sudah banyak yang makmur, maka economy restart akan kembali terulang.

Nanti, bisa belasan atau puluhan tahun setelah ini.

Bagi kita kelompok 99% penduduk bumi, kita mengalami economy restart. Bagi mereka, ya mengambil kembali kekayaan ke tangan mereka saja, sih

Apakah ada kelompok 99% yang termasuk golongan "bottom of pyramid" yang selamat dari kepanikan finansial akibat Corona ini? Ada...

Sudah saya bilang, yang selamat ya mereka-mereka yang tahu tentang pergerakan ekonomi dan politik dunia. Karena itu mempelajari beginian bukan lagi untuk bahan gosip atau pengisi waktu luang.

Mereka nyata, dan betul-betul bekerja tanpa kita ketahui. Sejarah selalu terulang. Polanya sama. Hanya medianya saja yang mungkin berbeda.

Lalu kenapa mereka tidak pernah terekspos ke media? Siapa sih mereka? Kenapa misterius sekali? Kenapa identitas mereka disembunyikan? Dan bagaimana bisa kelompok 1% ini kompakan mengatur tatanan dunia dan bisa menyulap ekonomi dunia menjadi runtuh hanya dalam waktu singkat?

Itulah fungsi persaudaraan. Jangan dikira kelompok 1% ini tersebar. Memang secara domisili mereka tersebar. Tapi secara persaudaraan mereka ini satu.

Mereka berkumpul dalam satu persaudaraan yang memang sangat erat, rahasia, dan misterius. Yang tahu ya hanya mereka-mereka sendiri yang benar-benar mengendalikan tatanan dunia.

Mereka bertemu untuk membicarakan kapan dunia harus direstart, negara mana yang harus dibuat perang, sumber daya alam vital daerah mana yang harus mereka kuasai, mata uang mana yang harus dipertahankan, mata uang negara mana yang harus dihancurkan, kapan pasar keuangan dijatuhkan, dan terakhir .... Kapan ibu kota untuk seluruh dunia (dalam satu tatanan) bisa dibuka dan dioperasikan?

Dan mereka menguasai media. Ketika kamu menguasai media, menjadi pemegang saham mayoritas dari media-media besar, maka kamu bebas mengatur berita apa yang kamu sajikan kepada masyarakat.

Itulah mengapa bukan nama-nama mereka yang terpajang di media massa, sebagai nama-nama orang paling kaya di dunia yang bahkan kekayaan mereka saja bisa membeli negara dalam waktu semalam saja.

Mereka memilih orang-orang di bawah mereka, seperti Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, Elon Musk, dan Bill Gates, untuk tampil sebagai penyandang daftar manusia terkaya di dunia.

PS : Ada alasan mengapa identitas mereka tetap harus dirahasiakan dari publik. Apa alasannya? Saya akan jelaskan di video-video selanjutnya.

Oh ya ada lagi prediksi dari trader kawakan itu yang sudah dia sampaikan jauh sebelum Covid-19 muncul dan menjadi kenyataan saat ini.

Apa prediksinya?

Setelah Covid-19 jadi pandemi, ada satu krisis lagi yang harus dihadapi setiap negara-negara di dunia ini, selain krisis ekonomi. Yakni debt crisis atau krisis hutang.

Setiap negara akan berlomba-lomba mencari hutang. Entah dengan menerbitkan bond lebih banyak, atau berhutang langsung ke lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank.

Pertanyaannya, jika ratusan negara di dunia ini mengajukan hutang dalam waktu bersamaan, apakah cadangan uang di IMF dan World Bank cukup untuk menghutangi negara-negara ini?

Oh iya lupa, setelah kejatuhan pasar keuangan di awal pandemi Corona tadi, bukan berarti pasar keuangan sedang merugi.

Tidak ada istilah kerugian, hanya perpindahan kekayaan saja. Pertanyaannya, jika ada pihak yang panen kekayaan besar-besaran dari kejatuhan pasar keuangan global, ke mana lagi mereka menginvestasikan uangnya jika bukan pada utang?

Negara kelimpungan mengatasi pandemi, di tengah ancaman krisis ekonomi, PHK rakyat, dan kerugian finansial, mereka yang mendapatkan keuntungan dari bunga utang pasca pandemi.

Sekali lagi, tetap ada kelompok 99%, kelompok "bottom of pyramid", yang selamat dari economy restart ini. Yakni mereka-mereka yang mau melek terhadap perekonomian dan perpolitikan global, dan sudah bersiap-siap bahkan sebelum para elit mengeksekusi protokol mereka.

Jadi yang benar "Teori Konspirasi" atau "Fakta Konspirasi"?

Oh iya, ada lagi ekonom dan pengamat geopolitik yang memberi peringatan sejak Covid-19 belum muncul di Wuhan.

Setelah perang dagang, biasanya akan diikuti dengan perang militer. Jika kita telusuri sejarah Perang Dunia I & II, dan perang-perang antar negara lainnya, sebelumnya selalu diawali dengan konflik dagang. By the way, Amerika Serikat dan  China sudah makin naik tuh tensinya sejak perang dagang tahun 2019 lalu. Kira-kira kelanjutannya gimana yah? Pada akhirnya, hal-hal yang sering kita labeli sebagai konspirasi akan kembali lagi ke diri kita sendiri. Boleh percaya boleh tidak.

Yang jelas, tidak ada ruginya jika kamu mengetahui kondisi perpolitikan dan ekonomi global. Plus, paham sejarah ekonomi dan politik dunia bekerja.

***

Mengukur Kecerdasan Anak




Di papan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa di tepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu.

Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dengan rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian pohon kelapa, dan energi potensial yang dihasilkan dari kelapa yang jatuh lengkap dengan persamaan matematis dan fisika.
Lalu saya tanya ke siswa saya? Apakah anak ini cerdas?...dijawab serentak sekelas..iya...dia anak yang cerdas sekali.
Lalu saya lanjutkan cerita

Anak ke 2: dengan gesit anak ke dua ini datang memungut kelapa yang jatuh dan bergegas membawanya ke pasar, lalu menawarkan kepedagang dan dia bersorak..yesss...laku Rp 8.000. 
Kembali saya bertanya ke anak anak dikelas..apakah anak ini cerdas?...anak-anak menjawab iyaa...dia anak yang cerdas.
Lalu saya lanjutkan cerita

Anak ke 3: dengan cekatan, dia ambil kelapanya kemudian dia bawa keliling sambil menayakan, pohon kelapa itu milik siapa? Ini kelapanya jatuh mau saya kembalikan kepada yang punya pohon.
Saya bertanya kepada anak-anak...apakah anak ini cerdas?...anak anak mantap menjawab..iya..dia anak yang cerdas
Saya pun melanjutkan cerita ke empat

Anak ke 4: dengan cekatan, dia mengambil kelapanya kemudian dia melihat ada seorang kakek yang tengah kepanasan dan berteduh dipinggir jalan. "Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi saya menemukannya, kakek boleh meminum dan memakan buah kelapanya". 
Lalu saya bertanya...apakah anak ini, anak yang cerdas? Anak-anak menjawab, yaa..dia anak yang cerdas

** Anak-anak menyakini bahwa semua cerita diatas menunjukan anak yang cerdas. 

** Mereka jujur mengakui bahwa setiap anak memiliki kecerdas-unikannya. Dan mereka ingin dihargai kecerdas-uniknya tersebut. Namun...yang sering terjadi..kita para orang tua dan pendidik, menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni kecerdasan anak pertama, kecerdasan akademik, Lebih parahnya, kecerdasan yang dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yang diukur dari nilai saat mengerjakan UN. Sedang....Kecerdasan finansial (anak no 2), kecerdasan karakter (anak no 3) dan kecerdasan sosial (anak no 4). Belum ada ruang yang diberikan negara untuk mengakui kecerdasan mereka, mereka adalah anak kandung negera yang belum diberi ruang untuk diakui.
Saya jadi ingat, cerita ini, dulu sering kami jadikan olok olokan saat SMA. Antara anak IPA dan anak IPS, siapa yang sebenarnya cerdas?
Bapak ibu...anak bapak ibu semuanya adalah anak anak yang cerdas dengan keunikan kecerdasannya masing masing...hargai dan jangan samakan dengan orang lain atau bahkan dengan diri anda sendiri.

# Mari hargai kecerdasan anak kita masing masing, dan siapkan mereka untuk zaman dimana mereka akan hidup kelak.

Strategi Gerilya AH Nasution



Gerilya Vietnam vs Buku Pokok-pokok gerilya Nasution

Topik ini telah menjadi perbincangan “wajib” di forum-forum diskusi militer Indonesia. Inti pokok pembahasannya adalah pertanyaan seputar mengenai benar-tidaknya taktik gerilya Vietnam (utamanya bagian sejarah peperangan yang disorot adalah saat mereka melawan negara adidaya Amerika Serikat, yang secara umum dimulai dari Tahun 1960-1975) merupakan adopsi dari teori yang dituangkan dalam buku legendaris Jenderal Besar TNI Nasution Pokok-Pokok Gerilya, dimana kita tahu peperangan secara gerilya oleh pihak komunis di Vietnam juga turut andil dalam menggagalkan upaya Amerika Serikat dalam memenangkan “petualangan” mereka di Vietnam.

Pembahasan ini seperti kita ketahui bersama menimbulkan tanggapan antara yang mempercayai dan meragukan buku karangan Nasution menjadi inspirasi dari gerilya Vietnam. Di satu sisi bagi pihak yang mempercayai mereka menyatakan bahwa hal ini adalah suatu hal yang membanggakan karena seorang putra asli Indonesia diakui sebagai salah satu ahli strategi ulung dalam sejarah kemiliteran. Pengakuan ini bukan merupakan suatu omong kosong belaka, kabarnya buku karangan Nasution ini menjadi bacaan wajib bagi kadet calon perwira Amerika yang belajar di West Point, jika kita googling kita akan menemukan bahwa buku terjemahan Pokok-pokok Gerilya karangan Nasution yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris menjadi “Fundamentals of Guerilla Warfare” dijual bebas di situs-situs buku online semacam Amazon, hal ini menunjukkan bahwa buku karangan Nasution bukan buku biasa.tetapi merupakan karangan yang orisinil. 

Bagi yang meragukan, mereka memiliki argumen, yang saya bagi menjadi dua bagian. Pertama dari sisi tokoh gerilya, selain Nasution, taktik gerilya dalam sejarah bukanlah taktik yang baru muncul di abad 20, bahkan oleh tokoh-tokoh Vietnam itu sendiri yang berperang melawan Prancis dan Amerika, mereka telah akrab dengan taktik gerilya sebelum Nasution sendiri menulis buku Pokok-pokok Gerilya yang fenomenal itu. Kedua dari timeline antara karir Nasution, sejarah perang Vietnam dan penerbitan buku itu sendiri. Untuk saya sendiri, saya cenderung sependapat dengan argumen diatas, dengan menambahkan bahwa jika kita menilik sejarah yang mencatat perjuangan rakyat Vietnam dalam melawan penjajah, taktik gerilya memang sudah menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dan menjadi “trade mark” taktik klasik mereka dalam mengusir pihak-pihak yang ingin menjajah mereka. Bahkan jauh sebelum Ho Chi Minh dan Vo Nguyen Giap mempraktekkannya di abad 20. Untuk jelasnya akan saya paparkan menjadi 3 bagian dan 1 bagian kesimpulan kenapa saya cenderung menilai bahwa gerilya Vietnam tidak dapat disebut terinspirasi oleh buku pokok-pokok gerilya karangan Jenderal Nasution.

I. Gerilya dan inti pokok-pokok gerilya Nasution

Definisi gerilya : Gerilya adalah bentuk peperangan dimana sekelompok kecil seperti warga sipil bersenjata atau pasukan non reguler menjalankan taktik militer berupa penyergapan, sabotase, penyerbuan mendadak, pertempuran kecil-kecilan, taktik pukul - lari, dan mobilitas untuk melawan pasukan yang lebuh besar atau memiliki mobilitas lebih terbatas.

Buku Pokok-pokok gerilya Nasution

Buku pokok-pokok gerilya karya Nasution yang dibuat Nasution pada tahun 1953 setidaknya mencatat beberapa poin penting, diantaranya:

1. Peperangan abad ini adalah peperangan rakyat semesta

2. Perang gerilya adalah perang si kecil/si lemah melawan si besar/si kuat.

3. Perang gerilya tidak dapat secara sendiri membawa kemenangan akhir. Perang gerilya hanya untuk memeras darah musuh. Kemenangan akhir hanyalah dapat dengan tentara yang teratur dalam perang yang biasa, karena hanya tentara demikianlah yang dapat melakukan offensif dan hanya tentara demikianlah yang dapat menaklukkan musuh.

4. Perang gerilya biasanya adalah perang ideologi. Perang gerilya adalah perang rakyat semesta.

5. Akan tetapi perang gerilya tidaklah berarti bahwa seluruh rakyat bertempur.

6. Perang gerilya tidak boleh sembarangan gerilijisme

7. Gerilya berpangkalan dalam rakyat. Rakyat membantu, merawat, dan menyembunyikan gerilya, serta menyelidik untuk keperluannya.

8. Gudang senjata gerilya adalah gudang senjata musuh.

9. Menyimpulkan strategi dan taktik perang gerilya.

10. Sifat pokok perang gerilya adalah rakyat yang membantu, ruangan geografis yang cukup dan adanya perang yang lama.

11. Perang rakyat yang total memerlukan pemimpin yang total dan bukan saja pada puncak nasional, melainkan juga pada daerah-daerah gerilya yang terbawah.

12. Perang anti gerilya harus menuju kepada memisah gerilya dari rakyat pangkalnya, dan karena itu lebih-lebih harus dilawan dengan senjata-senjatanya sendiri, kegiatan ofensif, kemampuan yang mobile dan flexible.

Mengenai tulisan Nasution tentang gerilya ini, pengamat bernama Emmet McElhatton dalam artikel berjudul “Guerilla warfare and the Indonesian Strategic Psyche” menulis sebagai berikut: “ Karya Nasution yang merupakan hasil dari pengamatannya atas strategi taktik gerilya di indonesia paska pendudukan jepang, dimana memiliki persamaan prinsip dengan berbagai teori yang dijalankan oleh pelaku gerilya seperti Michael Collins di Irlandia, TE Lawrence di Timur Tengah, dan Mao di China pada awal abad ke 20, hingga gerilya masa kini yang dijalankan di Iraq dan Afghanistan. Nasution beberapa kali mengutip mengenai pihak-pihak yang mempengaruhi penulisan dalam bukunya, dengan merujuk pada aksi Wingate semasa Perang Dunia II, mengutip pernyataan Lawrence, dan berbagai hal lain baik di masa lalu dan masa itu untuk menjabarkan pemikiran-pemikirannya. Hal yang membedakan Nasution ini dibanding dengan ahli strategi lainnya adalah Nasution merupakan satu dari sedikit orang yang punya pengalaman memimpin peperangan gerilya dan peperangan anti gerilya sekaligus (Ingat kondisi Indonesia sekitar awal tahun 1950an yang penuh dengan pemberontakan seperti pemberontakan Andi Azis, RMS, DI/TII, dll). Pengalaman unik ini memberikan Nasution 2 sisi perspektif cara pandang akan realita mengenai “perang rakyat”, hal ini membuat tulisannya up to date dan terhindar dari dogma dan ideologi yang berlebihan dalam tulisannya dibanding dengan tokoh-tokoh gerilya revolusioner lainnya, semacam Mao dan Guevarra misalnya. Nasution secara lebih jujur bisa memaparkan dan memahami bagimana dan berapa harga yang harus dibayar, serta efek buruk dari perang gerilya dalam masa revolusi bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya, dimana diatas semuanya itu rakyat sipil lah yang paling berat menanggunnya".

II. Tokoh-tokoh Gerilya lain dan tokoh Gerilya Vietnam

Pada bagian ini akan dipaparkan beberapa tokoh gerilya modern yang populer di abad ke 20, sebagai pembandingan dengan poin-poin pemikiran Nasutian atas peperangan Gerilya, berdasarkan era, lokasi, dan pengaruh mereka atas seni taktik gerilya yang dikenal seperti saat ini.

1. TE Lawrence (16 Agustus 1888-19 Mei 1935)

TE Lawrence lebih dikenal sebagai “Lawrence of Arabia” memperkenalkan Taktik gerilya yang ditulis pada Encylopaedia Britannica dan dipublikasikan tahun 1938 pasca kematiannya. Pada artikel tersebut dia mengumpamakan para gerilyawan dengan gas. Para gerilyawan memasuki area operasi kurang lebih secara acak tanpa bisa diprediksi. Mereka atau sel-selnya menguasai bagian kecil dari suatu area, seperti molekul gas yang berada di sudut kecil sebuah kontainer. Para gerilyawan dapat dipecah-pecah menjadi satuan kecil. Mereka sukar untuk dikalahkan karena kekuatannya menyebar dan bukan berkumpul pada suatu wilayah. Jumlah prajurit dan material yang dibutuhkan untuk menghancurkan kelompok ini akan jauh melebihi nilai signifikan kelompok kecil ini baik secara ekonomis maupun fisik (lihat poin 2 dan 3 ajaran gerilya Nasution). Lawrence mendeskripsikan pasukan luar (non native occupying force) sebagai musuh (seperti pasukan Turki yang dihadapi Lawrence dan gerilya-gerilya Arab pada Perang Dunia I).

Lawrence menulis sebagian teorinya dalam keadaan sakit dan tidak bisa melawan Turki dalam bukunya The Seven Pillars of Wisdom. Waktu itu ia mengamati Teori perang Von Clausewitz dan ahli strategi lainnya, dan menemukan bahwa teori mereka tidak dapat diaplikasikan dalam kondisi yang dihadapinya saat ini. Orang Arab tidak bisa mengalahkan orang Turki dalam pertempuran yang memerlukan kedisiplinan tinggi karena mereka adalah pejuang individu bukan tentara terlatih yang terbiasa bertempur dalam formasi-formasi besar.

Jadi Lawrence merancang jika mungkin jangan pernah menghadapi musuh secara terbuka, akan tetapi, Lawrence dan orang-orang Arab dapat mengendarai unta keluar masuk gurun, menyerang jalur rel kereta api, pos-pos musuh yang terisolasi, dan menghindari markas militer besar dan kota-kota besar yang dijaga ketat (lihat poin 6 ajaran gerilya Nasution).

.
2. Ernesto “Che” Guevara (14 Juni 1928-6 Oktober 1967)

Fidel Castro dalam bukunya “Fidel Castro: My life, a spoken autobiography” (2008) mengungkapkan bahwa Che Gueverra, tokoh revolusioner dari Argentina, yang menulis secara rinci taktik gerilya dan menekankan potensi yang terkandung dalam gerilya: “kelompok gerilya adalah inti dari kekuatan bersenjata, pelopor rakyat yang berjuang. Mereka mendapatkan kekuatan besar dari rakyat kebanyakan itu sendiri. Gerilya tidak bisa digolongkan sebagai kekuatan yang lemah, hanya dengan berdasarkan kecilnya tingkat firepower yang mereka miliki. Gerilya digunakan oleh pihak yang didukung masyarakat luas akan tetapi hanya memiliki kekuatan kecil bersenjata yang digunakan untuk bertahan melawan penjajahan”-kutipan buku Che Guevara, Guerilla Warfare (1960). Bandingkan dengan poin 4 dan 7 pemikiran Nasution.

3. Mao Zedong (26 Desember 1893-9 September 1976)

Mao Zedong dalam Perang Saudara China (1 Agustus 1927-22 Desember 1936, kemudian berlanjut lagi pada 31 Maret 1946-1 Mei 1950), merangkum prinsip-prinsip yang menjadi dasar dari pola perang revolusi People Liberation Army (PLA) dalam beberapa poin berikut: “Musuh bergerak maju, kita mundur. Ketika musuh berhenti bergerak, kita menyerang. Ketika musuh mundur, kita mengejar”. Slogan yang lazim digunakan pada masa itu adalah “Mundur dulu baru menyerang kemudian” (ada kesamaan prinsip dengan prinsip kekuatan komunis di Indonesia yang melakukan perlawanan di Blitar Selatan paska peristiwa G 30S/PKI, yang dirangkum dalam bahasa Jawa yakni: “ngalah (mundur sementara), ngalih (menyingkir), ngalas (bersembunyi di hutan), ngantem (memukul balik)”). 

Taktik ini digunakan pada saat-saat kritis dimana kekuatan gerilya terpencar-pencar dan menghadapi kondisi rawan untuk dihancurkan. Mao membedakan peperangan mobile (Yundong Zhan) dan peperangan gerilya (Youji Zhan), akan tetapi kedua hal ini bagian yang tidak terpisahkan dalam mencapai tujuan akhir. Tulisan Mao dalam buku On Guerilla Warfare, telah beredar secara luas dan diaplikasikan dengan sukses di Vietnam, dibawah pemimpin militer dan teoritis militer Vo Nguyen Giap, yang menuliskan dalam bukunya “Peoples War, Peoples Army” bahwa dia menjalankan prinsip 3 fase perang Gerilya dari Mao.

4. Vo Nguyen Giap (25 Agustus 1911-4 Oktober 2013)

Giap adalah komandan utama dalam 2 perang besar yang dilakukan Vietnam pada abad ke 20: Perang Indochina pertama (1946-1954) dan Perang Vietnam/Perang Indochina ke 2 (1960-1975). Ia berpartisipasi dalam pertempuran-pertempuran besar yang menentukan seperti: Lang Son (1950), Hoa Binh (1951-52), Dien Bien Phu (1954), Tet Offensive (1968), Easter Offensive (1972) dan Ho Chi Minh Campaign (1975).

Di China, Teori perang rakyat Mao dibagi dalam 3 fase. Fase pertama, gerilya “menjaring” dukungan dari rakyat dengan mendistribusikan propaganda dan menyerang struktur pemerintahan. Fase kedua, meningkatkan eskalasi dengan menyerang kekuatan militer pemerintah dan institusi-institusi vital. Pada Fase ke 3, dilakukan pertempuran secara konvensional dan pertempuran dilakukan untuk merebut kota-kota, menumbangkan pemerintah, dan mengontrol, serta menguasai negara. Di Vietnam Giap mengadopsi taktik Mao tersebut dengan taktik yang diberi nama “Dau Tranh Strategy” (bagan terlampir), yang menggabungkan perjuangan politik dan perjuangan secara militer. Giap mengadopsi taktik 3 fase ini, akan tetapi ia mengembangkan sisi fleksibilitas dari teori tersebut dengan secara bergantian menjalankan peperangan gerilya untuk diselingi dengan “serangan besar secara tiba-tiba” di tengah populasi masyarakat. Beberapa pengamat melihat pola ini dari sinergi operasi antara peperangan gerilya VietCong dan pasukan konvensional Vietnam Utara (NVA).

Dari sisi timeline, saya sendiri menganalisa pola 3 fase ini dalam perang Indochina Kedua (1960-1975), sebagai berikut:

Fase pertama: 
Periode ini berjalan dimulai dari pembentukan VietCong pada tahun 1959 hingga masuknya tentara reguler Amerika secara besar-besaran pada tahun 1965, dimana VC dan pihak komunis Utara menjalankan aksi propaganda dan teror untuk memantapkan posisinya di tengah masyarakat Vietnam Selatan, salah satunya dengan “mempreteli” program “Strategic Hamlet” yang dijalankan pemerintah Saigon untuk memproteksi masyarakat dari pengaruh gerilya komunis

Fase ke 2: 
Periode ini ditandai dengan pertempuran-pertempuran “Hit and Run” antara VC/NVA terhadap objek-objek/pos-pos militer Amerika/ARVN di berbagai medan di selatan, pertemputan-pettempuran besar yang tercatat: Pertempuran Ia Drang (1965), Pertempuran Khe Sanh I (1967), dan pertempuran Dak To (1967). Pada fase ini pihak komunis sesekali menjalankan serangan/melayani pertempuran besar dengan kekuatan Amerika, sementara operasi gerilya-gerilya kecil terus dijalankan oleh VC di wilayah-wilayah pedesaan Vietnam Selatan. Fase ini dipuncaki oleh serangan secara simultan atas 100 kota-kota di wilayah Vietnam Selatan pada Januari 1968, yang lebih dikenal sebagai “Tet Offensive”

Fase ke 3:

Pada periode ini pihak komunis Vietnam Utara telah menjalankan peperangan secara konvensional dimana mereka menggunakan elemen pasukan NVA sebagai inti dari peperangan (patut diingat bahwa meski serangan Tet menjadi “Turning Point” dalam perang, yang berhasil membuat publik Amerika menghendaki pemerintahnya untuk segera mencari solusi mengakhiri perang, akan tetapi aksi militer ini mengorbankan kader-kader terbaik VC, bahkan menjadikan mereka bukan lagi sebagai unit yang signifikan dalam jalannya perang selanjutnya). Fase ketiga ini ditandai dengan upaya perebutan wilayah Vietnam Selatan secara terbuka oleh pihak utara pada Easter Offensive April 1972, dimana pasukan NVA yang didukung satuan lapis baja berhasil merebut beberapa kota di wilayah utara Vietnam Selatan, namun serangan ini berhasil dipukul mundur oleh pasukan ARVN yang mendapat bantuan udara dari Amerika. Akan tetapi 3 tahun kemudian saat kekuatan udara Amerika sudah hengkang (pasca Paris Peace Accord 1973), pasukan NVA berhasil mengalahkan Vietnam Selatan tanpa hambatan, yang ditandai oleh penaklukan Saigon oleh gelombang serbuan pasukan NVA  pada April 1975.

5. Ho Chi Minh (19 Mei 1890-2 September 1969)

Ho Chi Minh memang lebih dikenal sebagai pemimpin politik dan bapak bangsa Vietnam modern, akan tetapi dia bukanlah orang yang buta sama sekali akan taktik dan strategi militer. Pada tahun 1938 dia sempat menjadi penasehat militer dari kekuatan militer pasukan komunis Mao. Pada saat menjadi ketua partai komunis Vietnam sekaligus sebagai presiden Vietnam Utara, meski sebagian besar perencanaan perang ia serahkan pada Giap, akan tetapi Ho juga turut dalam mengesahkan poin-poin penting strategi penaklukkan selatan, diantaranya:

- Memutuskan pengiriman bantuan ke Vietcong di Vietnam Selatan

- Mengesahkan invasi Vietnam Utara ke Laos dan membantu Pathet Lao pada tahun 1959, dengan mengirimkan 30.000 orang untuk membangun jalur suplai logistik di wilayah Laos menuju Vietnam Selatan, yang lebih dikenal sebagai Ho Chi Minh Trail.

- Mengesahkan serangan Tet pada tahun 1968, saat kondisi perang buntu karena tekanan yang dilakukan militer Amerika yang menyebabkan pihak utara menjadi lebih sibuk me-maintenance keberlangsungan suplai lewat Ho Chi Minh trail ketimbang memperkuat rekan-rekan komunis mereka di selatan.

- Memutuskan strategi menghindari peperangan konvensional dengan kekuatan militet Amerika jauh lebih kuat, akan tetapi sengaja mengulur-ulur waktu peperangan, yang pada nantinya membuat jenuh dan memaksa pemerintah Amerika hengkang dengan sendirinya dari Viernam.

III. Praktik gerilya Vietnam di pra Abad ke 20

1. Ngo Quyen (897-944)

Ngo Quyen adalah Raja Vietnam yang terkenal karena kepahlawanannya dalam mengalahkan pasukan invasi China dalam pertempuran Sungai Bach Dang (lokasi sekarang adalah pada sebelah utara kota Haiphong) pada tahun 938. 

Apa yang dilakukan oleh Ngo adalah variasi dari apa yang dikenal dalam taktik gerilya modern, sebagai taktik manuver untuk mengalahkan kekuatan musuh yang lebih besar, deskripsi pertempuran tersebut adalah sebagai berikut: “Pada tahun 938, China mengirimkan pasukan untuk memadamkan pemberontakan bangsa Viet. Ngo Quyen memperkirakan bahwa pasukan invasi akan berlabuh di Sungai Bach Dang. Untuk mencegah pendaratan ini, Ngo Quyen memerintahkan agar dasar sungai Bach Dang dipasangi ribuan tombak-tombak kayu besar yang dipasang tepat di bawah permukaan air pasang. Ia menggunakan kapal-kapal dengan draft yang kecil untuk memancing ratusan kapal-kapal China memasuki perairan sungai untuk mengejar pasukan Ngo, pada saat air surut, pasukan China mendapati kapal-kapal mereka terjebak oleh tombak-tombak kayu yang dipasang di dasar sungai. Pada saat itulah Ngo memerintahkan pasukannya untuk menyerang balik. Ratusan kapal China dirusak dan dibakar, beberapa prajurit China yang mencoba melarikan diri dikejar oleh pasukan Viet. Pada peristiwa ini ribuan pasukan China terbunuh, termasuk Laksamana Liu Hongcao, putra dari komandan wilayah selatan kekaisatan China, mati karena tenggelam".

2. Tran Hung Dao (1228-1300)

Tran Hung Dao adalah komandan militer Dinasti Tran (1225-1400). Pada abad ke 13, hubungan antara Vietnam dan pihak mongol memburuk. Pada masa ini Kaisar Kublai Khan mengirimkan pasukan ekspedisi ke Viernam sebanyak tiga kali, untuk memuluskan impiannya menguasai wilayah selatan yang dekat dengan jalur kepulauan rempah-rempah di Indonesia. 

Dalam 3 invasi itu, Tran memukul balik kesemuanya. Seperti layaknya komandan Vietnam era sebelum dan sesudahnya, ia mengandalkan pasukan yang bergerak lincah (mobile force), meninggalkan kota-kota, menghindari serangan frontal, dan menyerang pasukan musuh sampai mereka kebingungan dan kecapean, untuk kemudian melancarkan serangan final (lihat kemiripan taktik dengan 3 fase gerilya Mao hampir 700 tahun setelahnya). 

Pada serangan besar terakhir, yang mengambil tempat di lembah Sungai Merah pada tahun 1287, pasukan Vietnam mengalahkan 300,000 (sebagian menyebut hanya 70,000) prajurit Mongol. 700 tahun kemudian aksi Vo Nguyen Giap mengingatkan kembali memori bangsa Vietnam akan Tran Hung Dao dengan melancarkan serangan pada pasukan Prancis di area yang sama.

3. Le Loi (1384/1385?-1433)

Le Loi adalah kaisar pertama dari Dinasti Le (1428-1527). Le Loi muncul sebagai penyelamat bangsa Vietnam dalam mengusir penjajahan Dinasti Ming. Le Loi kemudian dikenal menjadi kaisar terbesar Vietnam, kepahlawanannya hanya dapat disandingkan dengan Ho Chi Minh di mata rakyar Vietnam.
 
Pada tahun 1418 Le Loi mengobarkan revolusi menentang penjajahan Dinasti Ming. Ia menarik diri di wilayah pegunungan dengan diiringi oleh keluarga, teman, penduduk desa, bahkan para perampok, kemudian mengajarkan mereka taktik gerilya yang pernah sukses dilakukan oleh Tran Hung Dao 2 abad sebelumnya.dalam mengusir invasi Mongol.

 Pihak China menjadi merasa terusik atas aksi gerilya pimpinan Le. Mereka (China) memperkuat kota-kota, bergerak hanya di siang hari, batalion-batalion mereka hanya bergerak di sekitar jalan-jalan utama. Mereka kemudian mengadopsi pertahanan yang akan diulang (termasuk kegagalannya) oleh pasukan Prancis 5 abad kemudian, meteka membangun perbentengan-perbentengan yang dilengkapi dengan menara-menara disepanjang rute-rute utama. 

Pada saat kekuatan pasukan Le Loi sudah cukup kuat, dia langsung memimpin pasukannya menghantam pasukan China, dengan menggerakkan peleton pasukan gajah untuk melawan kuda-kuda kavaleri China dan mengalahkan pasukan China. Salah seorang penasehat Le, yakni Nguyen Trai, menuliskan sebuah puisi yang menggambarkan strategi Vietnam, secara luar biasa menunjukkan kesamaan taktik yang digunakan oleh pihak komunis di abad ke 20 mengenai doktrin taktik gerilya. Mengenai gerilya yang merupakan bagian dari perjuangan militer dan politik, serta moral, dia menulis: “better to conquer hearts than citadels” (lebih baik memenangkan hati ketimbang benteng-benteng).

IV. Kesimpulan

Setelah membaca pemaparan diatas setidaknya dapat ditarik beberapa beberapa kesimpulan mengenai topik Gerilya Vietnam dan buku pokok-pokok gerilya Nasution, yaitu:

1. Nasution merupakan ahli strategi taktik gerilya yang dapat disejajarkan dengan Mao Zedong, Che Guevarra, TE Lawrence, dan Vo Nguyen Giap. Dalam hal penjabaran taktik, Nasution memiliki kekayaan dan keunikan pengalaman jika dibandingkan dengan beberapa tokoh diatas, yakni dia merupakan segelintir pemikir militer yang mengaplikasikan taktik gerilya sekaligus taktik kontra gerilya baik sebagai penulis maupun perannya sebagai prajurit di lapangan, sehingga karyanya up to date bagi pihak manapun yang ingin mempelajari taktik gerilya maupun taktik kontra gerilya. Dalam hal ini, kita sebagai bangsa Indonesia patut berbangga karena salah satu putra Indonesia mencatatkan namanya dalam dunia literatur militer dunia.

2. Inti dari taktik yang dijabarkan oleh para ahli strategi gerilya memiliki beberapa kesamaan dan telah diaplikasikan dalam jangka waktu lama dalam sejarah, akan tetapi masing masing memiliki pendekatan dan pengembangan taktik yang berbeda-beda di lapangan (lihat Mao vs Giap).

3. Dalam bukunya Giap menyatakan bahwa taktik gerilya yang digunakannya dalam bukunya “Peoples War, Peoples Army”, merupakan aplikasi dari pengembangan taktik 3 fase peperangan gerilya, yang dia beri nama “Dau Tranh Strategy”.

4. Bangsa Vietnam telah mengaplikasikan taktik gerilya jauh sebelum pemikir-pemikir taktik gerilya modern hadir (mulai dari TE Lawrence, Mao, Giap, Guevarra, hingga Nasution). Oleh karenanya dapat diambil kesimpulan bahwa bangsa Vietnam telah memiliki kekayaan intelektual atas taktik gerilya dalam sejarahnya.

5. Pernyataan/anggapan bahwa strategi taktik gerilya Vietnam merupakan saduran/terinspirasi oleh buku Nasution adalag kurang berdasar dikarenakan secara timeline buku Nasution muncul pada saat bangsa Vietnam modern telah cukup lama mengaplikasikan taktik gerilya, yakni sejak tahun 1946, sementara buku Nasution sendiri diterbitkan pada tahun 1953.

Sumber:

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Guerrilla_warfare

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Strategy_and_tactics_of_guerrilla_warfare

https://serbasejarah.wordpress.com/2010/12/23/pokok-pokok-gerilja/

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Ng%C3%B4_Quy%E1%BB%81n

https://en.m.wikipedia.org/wiki/L%C3%AA_L%E1%BB%A3i

Stanley Karnow: Vietnam a History

WAKTU TERLARANG UNTUK SHALAT


Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ صَلاَةَ بَعْدَ الصُّبْحِ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ ، وَلاَ صَلاَةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ

Tidak ada shalat setelah shalat Shubuh sampai matahari meninggi dan tidak ada shalat setelah shalat ‘Ashar sampai matahari tenggelam.” (HR. Bukhari, no. 586 dan Muslim, no. 827)

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

ثَلاَثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّىَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ

“Ada tiga waktu yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami untuk shalat atau untuk menguburkan orang yang mati di antara kami yaitu: (1) ketika matahari terbit (menyembur) sampai meninggi, (2) ketika matahari di atas kepala hingga tergelincir ke barat, (3) ketika matahari  akan tenggelam hingga tenggelam sempurna.”  (HR. Muslim, no. 831)

Imam Nawawi rahimahullah menyatakan, “Para ulama sepakat untuk shalat yang tidak punya sebab tidak boleh dilakukan di waktu terlarang tersebut. Para ulama sepakat masih boleh mengerjakan shalat wajib yang ada’an (yang masih dikerjakan di waktunya, pen.) di waktu tersebut.

Para ulama berselisih pendapat mengenai shalat sunnah yang punya sebab apakah boleh dilakukan di waktu tersebut seperti shalat tahiyatul masjid, sujud tilawah dan sujud syukur, shalat ‘ied, shalat kusuf (gerhana), shalat jenazah dan mengqadha shalat yang luput. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat yang masih punya sebab tadi masih boleh dikerjakan di waktu terlarang. …

Di antara dalil ulama Syafi’iyah adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengqadha shalat sunnah Zhuhur setelah shalat ‘Ashar. Berarti mengqadha shalat sunnah yang luput, shalat yang masih ada waktunya, shalat wajib yang diqadha masih boleh dikerjakan di waktu terlarang, termasuk juga untuk shalat jenazah.” (Syarh Shahih Muslim, 6: 100)

Waktu terlarang untuk shalat ada lima:

  1. Dari shalat Shubuh hingga terbit matahari terbit.
  2. Dari matahari terbit hingga matahari meninggi (kira-kira 15 menit setelah matahari terbit).
  3. Ketika matahari di atas kepala tidak condong ke timur atau ke barat hingga matahari tergelincir ke barat.
  4. Dari shalat Ashar hingga mulai tenggelam.
  5. Dari matahari mulai tenggelam hingga tenggelam sempurna. (Lihat Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, 2: 205)


ORANG BAIK ITU BANYAK TEMAN, TETAPI PENYERU KEBAIKAN AKAN BANYAK MUSUH



Imam Ibnu Qudamah pernah di tanya : 

"Apa bedanya Orang Baik (Sholeh) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)...?"  

Beliau menjawab : 
  الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره. 
1. Orang Baik (Sholeh), melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan juga untuk orang lain. 

 الصالح تحبه الناس. والمصلح تعاديه الناس . 
 2. Orang Baik di cintai manusia, Penyeru Kebaikan di musuhi dan dibenci oleh banyak manusia.  

Beliau di tanya lagi oleh muridnya : 
"Kenapa demikian.. ?"  

Jawabnya : 
"Rasulullah saw sebelum di utus sebagai Rasul, Beliau di cintai oleh kaumnya karena Beliau adalah orang baik bahkan sampai dijuluki al Amin.. Namun ketika Allah swt mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhi dan membenci dengan menggelarinya sebagai tukang sihir, pendusta, gila dan lainnya."

Ibnu Qudamah kemudian menambahkan : "Karena Penyeru Kebaikan menyikat batu besar "nafsu angkara" dan memperbaikinya dari "kerusakan". Itulah sebabnya kenapa sayidina Luqman Al-Hakim menasehati anaknya agar "BERSABAR" ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan.  

Di sebutkan dalam Al-Qur'an :
 يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك.  
"(Lukman berkata) : Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yg menimpamu." (QS. Luqman : 17) 

Berkata Ahlul 'Ilmi : "Satu penyeru kebaikan lebih di cintai Allah swt daripada ribuan orang baik (yang tdk menyerukan kebaikan)."

Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah swt menjaga ummat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri. Maka, sungguh beruntung orang yang mengambil peran sebagai Penyeru Kebaikan, karena dia menjadi penerus tugas Rasulullah saw, sebagai pengemban dakwah...

  في اي ارض تطأ فأنت مسؤول عن اسلامها  
"Dimanapun engkau berada maka engkau bertanggung jawab atas Islam di tempatmu"

Detik-Detik PKI Menyerang Pondok Pesantren Gontor

 


Gontor - PKI - Hizbullah

(Pondok Modern Darussalam Gontor, menjadi sasaran PKI)

"Pondok Bobrok, Langgar Bubar, Santri Mati." Inilah yel-yel yang diteriakkan Partai Komunis Indonesia/PKI Madiun tahun 1948.

KH. Imam Zarkasyi (Pak Zar) dan KH. Ahmad Sahal (Pak Sahal) dibantu kakak tertua beliau berdua, KH. Rahmat Soekarto (yang saat itu menjabat sebagai Lurah desa Gontor), tengah berembug bagaimana menyelamatkan para santri dan Pondok.

"Wis Pak Sahal, penjenengan wae sing budhal ngungsi karo santri. PKI kuwi sing dingerteni, Kiyai Gontor yo panjenengan. Aku tak jogo Pondok wae, ora-ora lek dikenali PKI aku iki"

"(Sudah Pak Sahal, kamu saja yang berangkat mengungsi dengan para santri. Yang diketahui Kiyai Gontor itu ya kamu. Biar saya yang menjaga Pesantren, tidak akan dikenali saya ini)." kata KH. Imam Zarkasyi

Pak Sahal pun menjawab :

"Ora.. dudu aku sing kudu ngungsi. Tapi kowe Zar, kowe isih enom, ilmu-mu luwih akeh, bakale pondok iki mbutuhne kowe timbangane aku. Aku wis tuwo, wis tak ladenani PKI kuwi. Ayo Pak Zar, njajal awak mendahno lek mati."

"(Tidak, bukan saya yang harus mengungsi, tapi kamu Zar (karena KH. Imam Zarkasyi adalah adik kandung beliau). Kamu lebih muda, ilmumu lebih banyak, pesantren ini lebih membutuhkan kamu daripada saya. Saya sudah tua, biar saya hadapi PKI-PKI itu. Ayo Pak Zar, mencoba badan, walau sampai mati)."

Akhirnya diputuskanlah, para Kiyai berdua pergi mengungsi dengan para santri. Penjagaan pesantren di berikan kepada KH. Rahmat Soekarto.

Berangkatlah rombongan Hijrah Kiyai Gontor ke arah timur menuju Gua Kusumo (saat ini dikenal dengan Gua Sahal). Mereka menempuh jalur utara melewati gunung Bayangkaki. Pak Sahal pun berujar, "Labuh bondo, labuh bahu, labuh pikir, lek perlu sak nyawane pisan." (Korban Harta, Korban Tenaga, Korban Pikiran, jika perlu nyawa sekalian akan aku berikan)

Sehari setelah santri-santri mengungsi, akhirnya para PKI betul-betul datang. Mereka langsung bertindak ganas dengan menggeledah seluruh Pesantren Gontor.

Alhamdulillah, tak berapa lama, Laskar Hizbullah dan Pasukan Siliwangi datang. Yaitu pasukan pimpinan KH. Yusuf Hasyim (Putra bungsu Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy'ari) yang merangsek dan mengusir PKI dari Gontor. Para PKI itu akhirnya lari tunggang langgang, karena serbuan itu.

(Buku Banjir Darah. Kisah Nyata Aksi PKI terhadap Kiyai, Santri, dan Kaum Muslimin, hlm. 195-200)

4 Tahap Menuju Kebahagian Hakiki

 


Ketika miliarder Nigeria Femi Otedola dalam sebuah wawancara telepon, ditanya oleh presenter radio, "Tuan, apa yang Anda ingat yang membuat Anda menjadi pria paling bahagia dalam hidup?"

Femi berkata:

"Saya telah melalui 4 tahap kebahagiaan dalam hidup dan akhirnya saya mengerti arti kebahagiaan sejati.

"Tahap pertama adalah mengumpulkan kekayaan dan sarana. Tetapi pada tahap ini saya tidak mendapatkan kebahagiaan yang saya inginkan.

"Kemudian datanglah tahap kedua pengumpulan barang-barang berharga dan barang-barang. Tetapi saya menyadari bahwa efek dari hal ini juga bersifat sementara dan kilau dari hal-hal yang berharga tidak bertahan lama.

“Kemudian datanglah tahap ketiga mendapatkan proyek besar. Saat itulah saya memegang 95% pasokan solar di Nigeria dan Afrika. Saya juga pemilik kapal terbesar di Afrika dan Asia. Tetapi bahkan di sini saya tidak mendapatkan kebahagiaan yang saya bayangkan.

“Tahap keempat adalah saat teman saya meminta saya untuk membelikan kursi roda untuk beberapa anak cacat. Hanya sekitar 200 anak.

“Atas permintaan teman, saya langsung membeli kursi roda.

“Tetapi teman itu bersikeras agar saya pergi bersamanya dan menyerahkan kursi roda kepada anak-anak. Aku bersiap dan pergi bersamanya.

“Di sana saya memberikan kursi roda ini kepada anak-anak ini dengan tangan saya sendiri. Saya melihat pancaran kebahagiaan yang aneh di wajah anak-anak ini. Saya melihat mereka semua duduk di kursi roda, bergerak dan bersenang-senang.

“Seolah-olah mereka telah tiba di tempat piknik di mana mereka berbagi kemenangan jackpot.

“Saya merasakan sukacita NYATA di dalam diri saya. Ketika saya memutuskan untuk pergi, salah satu anak memegang kaki saya. Saya mencoba membebaskan kaki saya dengan lembut tetapi anak itu menatap wajah saya dan memegang kaki saya dengan erat.

“Saya membungkuk dan bertanya kepada anak itu: Apakah kamu membutuhkan sesuatu yang lain?

“Jawaban yang diberikan anak ini kepada saya tidak hanya membuat saya bahagia tetapi juga mengubah sikap saya terhadap kehidupan sepenuhnya. Anak ini berkata:

"Saya ingin mengingat wajah Anda sehingga ketika saya bertemu Anda di surga, saya akan dapat mengenali Anda dan berterima kasih sekali lagi.’”

*Kemurah hatian adalah bahasa yg bisa didengar oleh orang tuli dan dilihat oleh orang buta*

Jejak PKI di Indonesia



*SEJARAH YANG TIDAK BOLEH DILUPAKAN OLEH KITA SEMUA*

*Tgl 31 Oktober 1948 :*
Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH. Lukman dan Nyoto pergi ke Pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).

*Akhir November 1948 :*
Seluruh Pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan Seluruh Daerah yang semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain : 
1. Ponorogo, 
2. Magetan, 
3. Pacitan, 
4. Purwodadi, 
5. Cepu, 
6. Blora, 
7. Pati, 
8. Kudus, dan lainnya.

*Tgl 19 Desember 1948*
Agresi Militer Belanda kedua ke Yogyakarta.

*Tahun 1949 :* 
PKI tetap Tidak Dilarang, sehingga tahun 1949 dilakukan Rekontruksi PKI dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.

*Awal Januari 1950 :*
Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan Pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi Para Korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 Kerangka Mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 Kerangka Mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para Korban berasal dari berbagai Kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

*Tahun 1950 :* 
PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.

*Tgl 6 Agustus 1951 :*
Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua Senjata Api yang ada.

*Tahun 1951 :*
Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yang sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.

*Tahun 1955 :* 
PKI ikut Pemilu Pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.

*Tgl 8-11 September 1957 :* 
Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang–Sumatera Selatan Mengharamkan Ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua Mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.

*Tahun 1958 :*
Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan Pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat, karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI.

*Tgl 15 Februari 1958 :*
Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi Mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun Pemberontakan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.

*Tanggal 11 Juli 1958 :*
DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.

*Bulan Agustus 1959 :*
TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun Kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.

*Tahun 1960 :* 
Soekarno meluncurkan Slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yang didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.

*Tgl 17 Agustus 1960 :*
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang "PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia)" dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam Pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.

*Medio Tahun 1960 :* Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 Juta orang.

*Bulan Maret 1962 :* 
PKI resmi masuk dalam Pemerintahan Soekarno, DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.

*Bulan April 1962 :*
Kongres PKI.

*Tahun 1963 :*
PKI Memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yang terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara” melawan Malaysia.

*Tgl 10 Juli 1963 :* 
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.

*Tahun 1963 :* 
Atas desakan dan tekanan PKI terjadi penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : 
1. KH. Buya Hamka, 
2. KH. Yunan Helmi Nasution, 
3. KH. Isa Anshari,
4. KH. Mukhtar Ghazali, 
5. KH. EZ. Muttaqien, 
6. KH. Soleh Iskandar, 
7. KH. Ghazali Sahlan dan
8. KH. Dalari Umar.

*Bulan Desember 1964 :*
Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.

*Tgl 6 Januari 1965 :*
Atas Desakan dan Tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1/KOTI/1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah Memfitnah PKI.

*Tgl 13 Januari 1965 :* 
Dua Sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) Menyerang dan Menyiksa Peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan Pelajar Wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

*Awal Tahun 1965 :*
PKI dengan 3 Juta Anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain : SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia) BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat) dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).

*Tgl 14 Mei 1965 :* 
Tiga Sayap Organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut Perkebunan Negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dgn Menangkap dan Menyiksa serta Membunuh Pelda Soedjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.

*Bulan Juli 1965 :* 
PKI menggelar Pelatihan Militer untuk 2000 anggota'y di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”Mempersenjatai Rakyat untuk Bela Negara”.

*Tgl 21 September 1965*:
Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

*Tgl 30 September 1965 Pagi :* 
Ormas PKI Pemuda Rakyat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.

*Tgl 30 September 1965 Malam :* 
Terjadi Gerakan G30S/PKI atau disebut  GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh) : PKI Menculik dan Membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA Halim, mereka adalah : 
1. Jenderal Ahmad Yani,
2. Letjen R.Suprapto, 
3. Letjen MT.Haryono, 
4. Letjen S.Parman, 
5. Mayjen Panjaitan dan
6. Mayjen Sutoyo Siswomiharjo. 
PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution. PKI pun membunuh Aiptu Karel Satsuitubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga Rumah Kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan Rumah Jenderal AH. Nasution. 
PKI juga menembak Putri Bungsu Jenderal AH. Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, *Ade Irma Suryani Nasution*, yang berusaha menjadi Perisai Ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.
G30S/PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yang membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu : 
1. Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan
2. Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta 
3. Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.
Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah Perwira ABRI (TNI/Polri) dari berbagai Angkatan, antara lain :
*Angkatan Darat :*
1. Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, 
2. Brigjen TNI Soepardjo dan
3. Kolonel Infantri A. Latief.
*Angkatan Laut :*
1. Mayor KKO Pramuko Sudarno, 
2. Letkol Laut Ranu Sunardi dan 
3. Komodor Laut Soenardi.
*Angkatan Udara :*
1. Men/Pangau Laksda Udara Omar Dhani, 
2. Letkol Udara Heru Atmodjo dan 
3. Mayor Udara Sujono.
*Kepolisian :* 
1. Brigjen Pol. Soetarto,
2. Kombes Pol. Imam Supoyo dan 
3. AKBP Anwas Tanuamidjaja.

*Tgl 1 Oktober 1965 :*
PKI di Yogyakarta juga Membunuh :
1. Brigjen Katamso Darmokusumo dan 
2. Kolonel Sugiono. 
Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yang telah mengambil Alih Kekuasaan.

*Tgl 2 Oktober 1965 :*
Letjen TNI Soeharto mengambil alih Kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dari PKI.

*Tgl 6 Oktober 1965 :*
Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha Melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan Terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.

*Tgl 13 Oktober 1965 :*
Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di Seluruh Jawa.

*Tgl 18 Oktober 1965 :*
PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk Pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yang menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah Keracunan mereka di Bantai oleh PKI dan Jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa/Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yang dibantai, dan ada beberapa pemuda yang selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi Saksi Mata peristiwa. Peristiwa Tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.

*Tgl 19 Oktober 1965 :* Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.

*Tgl 11 November 1965 :* 
PNI dan PKI bentrok di Bali.
Tgl 22 November 1965 : DN Aidit ditangkap dan diadili serta di Hukum Mati.

*Bulan Desember 1965 :*
Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.

*Tgl 11 Maret 1966 :*
Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yang memberi wewenang penuh kepada Letjen TNI Soeharto untuk mengambil langkah Pengamanan Negara RI.

*Tgl 12 Maret 1966 :*
Soeharto melarang secara resmi PKI. 

*Bulan April 1966 :*
Soeharto melarang Serikat Buruh Pro PKI yaitu SOBSI.

*Tgl 13 Februari 1966 :*
Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan : 
*”Di Indonesia ini tidak ada partai yang Pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar Partai Komunis Indonesia…”*

*Tgl 5 Juli 1966 :* 
Terbit TAP MPRS No.XXV Tahun 1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS–RI Jenderal TNI AH. Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.

*Bulan Desember 1966 :*
Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi Hukuman Mati pada tahun 1967.

*Tahun 1967 :*
Sejumlah Kader PKI seperti Rewang, Oloan Hutapea dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di Blitar Selatan bersama Kaum Tani PKI.

*Bulan Maret 1968 :*
Kaum Tani PKI di Blitar Selatan menyerang para Pemimpin dan Kader NU, sehingga 60 (enam puluh) Orang NU tewas dibunuh.

*Pertengahan 1968 :*
TNI menyerang Blitar Selatan dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.

*Dari tahun 1968 s/d 1998*
Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasiya dilarang di Seluruh Indonesia dgn dasar TAP MPRS No.XXV Tahun 1966. Dari tahun 1998 s/d 2015

*Pasca Reformasi 1998*
Pimpinan dan Anggota PKI yang dibebaskan dari Penjara, beserta keluarga dan simpatisanya yang masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini mereka meraja-lela melakukan aneka gerakan pemutar balikkan Fakta Sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN Pejuang Kemerdekaan RI. Sejarah Kekejaman PKI yang sangat panjang, dan jangan biarkan mereka menambah lagi daftar kekejamanya di negeri tercinta ini.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari tipu daya komunis

*BAGIKAN SEJARAH INI.* 
*JADIKAN PELAJARAN*
*BUAT GENERASI YANG AKAN DATANG*
                     
_copast_

🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇲🇨🇮🇩

KISAH KEKEJAMAN PKI

*Tubuh Ayah Saya Hanya Bisa Dipunguti dan Dimasukkan Kaleng*
“Ayah saya diseret ke sawah sambil dipukuli beramai-ramai. Setelah saya cari ke mana-mana tidak ketemu ternyata jasadnya terbuang di sawah. Tubuh bapak saya tidak berbentuk lagi, hancur habis terbakar dan dimakan anjing. Potongan tubuhnya hanya bisa dipungut satu persatu dan dimasukkan kaleng.”

(Isra’, Surabaya, saksi dan anak korban peristiwa 1965)
--------------------------------------

*Saya Selamat tapi Empat Sahabat Saya Disiksa hingga Tewas*
"Tetangga yang sering saya bantu itu, ternyata suaminya pimpinan PKI. Saya mau disembelih jam satu malam. Alhamdulillah selamat. Tapi anak perempuan pertama saya meninggal setelah malam itu saya menyelematkan diri melewati sungai. Empat sahabat saya sesama aktifis dakwah disiksa dengan dipotong kemaluan dan telinga mereka hingga meninggal".

(Moch Amir, SH, Surakarta, korban peristiwa 1965)
--------------------------

*Kakak Saya Dipotong Telinganya Lalu Dibuang ke Sumur*
"Para tokoh Islam dari Masyumi di Ponorogo diciduk dan dinaikkan truk. Kakak saya dipotong telinganya. Lalu dibuang di sumur tua".

(Mughni, Ponorogo, saksi korban peristiwa 1948)
--------------------------

*Kapolres Ismiadi Diseret dengan Jeep Wilis Sejauh 3 Km Hingga Tewas*
"Sebelum meletus peristiwa Madiun Affair, orang-orang PKI merampok dan membakar rumah-rumah para pedagang di Kauman, Magetan. Dilanjutkan pembunuhan terhadap para aparat. Kapolres Ismiadi diseret dengan Jeep Willis sejauh tiga kilo meter hingga tewas. Setelah tentara habis, gantian polisi dihabisi. Setelah itu pejabat dan ulama serta para santri".

(Kusman, sesepuh Magetan, nara sumber peristiwa 1948)
---------------------------------------

*Kakak Tertua saya Hilang Dibawa PKI*
"Setelah menggeledah rumah orang tua saya, kakak tertua saya dibawa PKI. Lalu tidak jelas kabarnya. Lima orang saudara sampai sekarang hilang tidak ditemukan"

(Mastur, saksi korban peristiwa Ponorogo 1948)
---------------------------

*Sebanyak 200 orang Disekap di Lumbung Padi*
“Ayah saya seorang veteran pejuag 1945. Bersama lebih 200 orang lainnya, terdiri dari para kiyai dan tokoh masyarakat digiring dan dimasukkan ke dalam lumbung padi tua tinggalan jaman Belanda di Desa Kaliwungu, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Mereka disekap dua hari dua malam tidak diberi makan. Semua aktifitas seperti tidur dan buang air jadi satu di dalam gudang yang penuh sesak. Jerigen-jerigen bensin sudah disiapkan untuk membakar lumbung itu. Alhamdulillah ayah saya bisa lolos dan berlari sejauh 20 kilo meter untuk mencari batuan pasukan Siliwangi. Mereka selamat”.

(Fuadi, anak korban peristiwa Ngawi 1948)
---------------------

*Buya Hamka Disiksa Setiap Hari*
“Buya Hamka, Ketua MUI pertama dan para ulama lainnya dipenjara di jaman Presiden Soekarno. Mereka dipenjara atas tuduhan tidak jelas. Hamka dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan yaitu berencana membunuh Presiden Soekarno dan Menteri Agama. Hamka dan para ulama difitnah oleh kalangan PKI yang saat itu sangat dekat dengan Presden Soekarno. Setiap hari Buya Hamka disiksa dan diancam akan disetrum. kemaluannya”.

(Kyai Cholil Ridwan, murid Buya Hamka, saksi peristiwa 1964-1966)
----------------------------------------------

*Saya Dituduh Kontra Revolusi*
“Setelah saya ikut menandatangani Manifest Kebudayaan yang melawan LEKRA, lembaga kebudayaan yang berhaluan komunis, saya dituduh kontra revolusi. Tuduhan ini jika digambarkan jaman sekarang, jauh lebih menakutkan dibanding tuduhan teroris. Akibatnya, saya tidak jadi kuliah di Amerika karena visa tidak keluar. Gaji saya sebagai dosen langsung distop. LEKRA juga merancang pementasan seni Ludruk yang sangat menghina Islam seperti:”Matine Gusti Allah (Matinya Tuhan Allah)”, “Sunate Malaikat Jibril (Disunatnya Malaikat Jibril)”.

(Taufiq Ismail, Sastrawan dan budayawan senior. Korban dan saksi peristiwa 1963-1965)
--------------------------------------------

*Ayah Saya Dibacoki, Dipukuli, Lalu Dimasukkan Sumur*
"Ayah saya dan adik ayah saya bersama lima orang lainnya para kyai dimasukkan loji lalu dibakar. Mereka berhasil keluar. Setelah keluar bapak saya dibacoki. Bapak saya dipukuli. Bapak saya dimasukkan ke dalam sumur.

(Suradi, anak Sastro Glombroh, korban peristiwa Ngawi 1948)
-------------------------------------------------

"Mencoba Melarikan Diri Enam orang Langsung Dibantai*
Peristiwa pembantaian beberapa orang di Dusun Gebung, Katikan, Ngawi, sebetulnya ada enam orang yang berhasil keluar lewat jendela bangunan yang saat itu dibakar PKI. Namun, setelah di luar mereka dibantai dengan pedang dan jasadnya bertumpukan di dekat sumur.

(Jumairi, saksi peristiwa Ngawi 1948)
------------------------

*Kyai Dimyathi Disembelih dan Rumahnya Dibakar*
Saya sudah umur 16 tahun saat kejadian yang menimpa Kyai Dimyathi pada tahun 1948. Saat mengungsi Kyai ditipu oleh yang masih ada hubungan kerabat. Katanya, desa tempat tinggal kami sudah aman. Ternyata dia orang PKI dan membawa Kyai Dimyathi ke Ngrambe dan disembelih bersama seorang guru bernama Suwandi. Rumah Kyai Dimyathi dibakar.

(Siti Asiyah, anak asuh Kyai Dimyathi, peristiwa Ngawi 1948)
------------------------------------------------

*Ternyata Saya Akan Dibunuh oleh Tetangga dan Teman Baik Saya*
Setelah peristiwa 1965 mereda, saya diberitahu ternyata nama saya masuk daftar calon korban yang akan dibunuh PKI. Saya sudah kuliah dan aktif di PII saat itu. Tetangga persis di sebelah rumah saya dan teman yang saya kenal baik itu, ternyata PKI. Saat digeledah di rumahnya ternama nama-nama orang-orang yang rencananya akan dibunuh PKI.
Zainudin, Kediri, saksi peristiwa 1960-1965.
------------------------------------------------

[23:07 16/07/2016] +966 59 599 6438: Sebuah buku yang berjudul *Ayat Ayat Yang Disembelih*

Mengungkap Aksi Keji PKI Begitu Nyata!
Lebih dari 35 Saksi Angkat Bicara

Sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) penuh darah kekejaman di mana-mana. Mereka menyiksa, membakar, menyembelih, serta mengubur hidup-hidup para kiyai dan santri, menghasut para petani untuk berontak serta merampas harta-harta semua golongan yang tidak sepaham komunis.
Semua tindakan PKI hanya untuk satu tujuan: Mengganti NKRI menjadi negara komunis. Negara anti Tuhan dan anti insan ber Tuhan yang berlambang palu arit.
Mengapa Buku ini Penting?
Sebuah buku yang mengangkat fakta sejarah kekejaman PKI dalam rentang waktu sangat panjang, 1926 - 1968. Membentang dari ujung Pulau Sumatera hingga Pulau Bali. Disajikan dengan gaya bercerita (story telling) sehingga tidak membosankan.
Kekuatan buku ini terletak pada penggambaran situasi detil secara naratif pada masa kejadian yang tidak hanya bersumber dari referensi teks. Tetapi juga disertai wawancara penulis dengan 30 saksi-saksi hidup yang terdiri dari korban, kerabat dan keluarga korban keganasan PKI di Jakarta, Solo, Ngawi, Madiun, Magetan, Ponorogo, Kediri, Blitar dan Surabaya.
Buku ini penting dibaca oleh siapapun. Untuk menyadarkan kembali kepada kita akan bahaya laten komunis bagi masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan generasi yang akan datang.
Dengarkan Cerita Para Saksi dan Korban
Ingatan mereka akan sejarah kekejaman PKI tak ‘kan terhapuskan. Trauma demi trauma yang siapapun tak ingin mengalaminya. Mereka hanya ingin berbicara kepada kita. Maka dari itu, dengarkanlah…

*Genangan Darah Setinggi Mata Kaki*

“Genangan darah ratusan korban pembantaian PKI di sebuah loji (gedung) di Pabrik Gula Rejosari Gorang Gareng, Magetan, pada September 1948, setinggi mata kaki. Mereka diberondong senapan mesin oleh tentara merah PKI”.

Kyai Zakariya, saksi peristiwa Gorang Gareng 1948.

*30 Orang Dibakar Hidup-hidup dalam Loji*
“Sebanyak 30 orang tokoh dan para kyai dimasukkan kedalam loji, diberi makanan beracun lalu dibakar hidup-hidup. Ketika berhasil membobol pintu berantai setelah berdoa dan berteriak Allaahu Akbar, mereka dibacok dengan pedang”.
Siti Maisaroh, anak korban selamat peristiwa Ngawi 1948.

*Ayah saya Dikubur Hidup-hidup di Sumur*
“Kyai Soelaiman Zuhdi Afandi, dikubur hidup-hidup bersama 200 orang kyai, santri dan masyarakat di sumur tua di Desa Soco”.
Kyai Ahyul Umam, putera Kyai Soelaiman, korban peristiwa Soco 1948.

*Diseret ke Hutan Lalu Dijatuhkan ke Jurang*
“Bapak saya beserta enam orang pemuka agama yang jadi sahabatnya diseret dan dibawa ke hutan. Lalu dibunuh dengan cara dilempar ke jurang dan dihujani batu”.
Sartono, anak Carik Ismail, peristiwa Ponorogo 1948.

Daftar Isi Buku :

1. Prolog : Merah Putih itu Nyaris Diganti Palu Arit

2. Amini Anjuran Alimin, Lalu Darah Tumpah

3. Kutil : Penyembelihan ini adalah Gugatanku kepada Tuhan

4. Jasad Oto Dilarung Ke laut Setelah Kepalanya Dipenggal

5. Pembunuhan Bupati Lebak Oleh Ce' Mamat dan Perampokan Tak Berkesudahaan

6. Dua Hati Mengikat Janji, Kepala Kekasih Tersembelih

7. Aksi Pemanasan di Magetan, Kampung Kauman pun Dibumi Hanguskan

8. Kyai Soelaiman Tetap Berdzikir Meski Dikubur Hidup-Hidup dan Dihujani Batu Kapur

9. Musso, Kau Buang Kemana Kyai Kami

10. Banjir Darah di Loji Rojosari Setinggi Mata Kaki

11. Wangi Pucuk Kenanga itu tak kan Hapuskan Bau Anyir Darah Para Kyai Kami

12. Jamban Adalah Kuburan Kalian

13. Legenda Sandiryo dan Penyembelihan Ulama di Kresek

14. Gubenur Soerjo Ditelanjangi, Diseret Lebih Dari 10 Kilometer, Lalu Disembelih

15. Pembantaian KH Hamid Dimyathi di Tirtomoyo

Untuk Siapa Buku Ini ?

Buku *"Ayat-Ayat yang di Sembelih"* ini dibuat untuk untuk :
1. Generasi Muda sebagai penerus Bangsa, agar tidak mudah terhasut paham komunis (PKI), agar keutuhan NKRI tetap terjaga.
2. Khalayak Umum, bahwa paham komunis (PKI) dalam melaksanakan aksinya dengan perbuatan biadab dan tidak manusiawi.
3. Para Kyai, yang telah mengorbankan nyawanya untuk menolak paham komunis (PKI).
4. Bangsa Indonesia, bahwa paham komunis (PKI) tidak cocok untuk keutuhan NKRI yang terdiri dari berbagai budaya, adat dan istiadat.