This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Rasulullah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasulullah. Tampilkan semua postingan

Salamah Bin Al Akwa : Infanteri Terbaik, Pahlawan Dzi Qard

Ada seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang larinya cepet, bahkan seorang diri bisa menyusul pasukan berkuda. Siapakah beliau?

Namanya Salamah bin Al Akwa, yang digelari Rasulullah sebagai "infanteri terbaik." Bagaimana kisahnya? 

Nama beliau memang tidak setenar Sa'ad bin Abi Waqqash yang merupakan pemanah pertama dalam Islam, juga tidak sesering kita mendengar Zubair bin Awwam yang merupakan penghunus pedang pertama dalam Islam....

Beliau adalah sahabat Anshar, dan satu angkatan dengan sahabat-sahabat junior seperti Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, juga Abdullah bin Abbas.

Meskipun di masa Rasul sahabat ini masih muda, tapi keberaniannya dan kemampuan fisiknya jangan ditanyakan. Keren abis, masyaAllah!

Dalam Kitab Al Bidayah wa An Nihayah, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Salamah bin Akwa adalah "Fursan Ash Shahâbah wa Ulama'uhum", jagoan sekaligus seorang ahli ilmu dari kalangan sahabat.


Beliau mengikuti 7 Ghazwah bersama Nabi Muhammad ﷺ, Sariyah 9 kali bersama sahabat lain.

Dalam Kitab Al Isti'ab karya Ibnu Abdil Barr, Beliau mendeskripsikan Salamah dengan kalimat ringkas tapi dahsyat, "beliau adalah orang pemberani, pemanah tangkas, dermawan dan ahli kebaikan."

Kekuatan tangannya kuat sebagaimana dikisahkan oleh seorang Tabi'in...

sebagaimana dikisahkan Abdurrahman bin Razin, seorang Tabiin suatu kali menemui Salamah bin Akwa, kemudian ia menjabat tangan Salamah.

Ia menggambarkan bahwa tangan Salamah memiliki genggaman yang kekar.

Namun yang membuat beliau digelari sebagai infanteri terbaik, adalah pujian Rasul khusus untuk Salamah bin Akwa, ketika beliau ﷺ bersabda, "kavaleri terbaik kita adalah Abu Qatadah, dan infanteri terbaik kita adalah Salamah."

Apa sebabnya?

Suatu hari pada 6 Hijriah, sekelompok 40 penunggang kuda dipimpin Uyainah bin Hishn. Ia petinggi suku Ghathafan, sekutu Quraisy yang benci dengan muslimin.

Bersama gerombolannya, ia masuk ke batas Madinah, merampok unta Rasul yang saat itu sedang besar dan akan melahirkan.

Perampokan itu tidak ketahuan oleh orang ramai karena tempatnya ada di perbatasan Madinah.

Namun ketika itu, Salamah adalah orang pertama yang menyaksikan tindak kriminal Uyainah dan gerombolannya. Melihat itu, Salamah tak takut, malah melakukan hal yang spektakuler. Apa itu?

Beliau langsung mengutus seseorang untuk menyampaikannya pada Rasul. Sementara itu, ia maju sendirian menyusul penunggang kuda musuh.

Ia hanya berbekal pedang dan panah. Namun tangkasnya, Salamah bisa berlari menyusul penunggang kuda ini bahkan menembakkan panah-panahnya.

Musuh sadar ada yang mengejar mereka. Mereka merasa dikejar oleh orang yang banyak, sebab banyak panah yang dilesatkan ke arah mereka.

Namun ketika melihat ke belakang, mereka tidak menemukannya. Salamah selalu bersembunyi di semak-semak pohon ketika pasukan musuh berbalik arah.

Salamah terus mengejar mereka sampai di satu tempat ia ada di sebuah bukit dan musuh ada di bawah.

Berkali-kali Salamah melempar batu dari atas sehingga musuh ketakutan. Saking takutnya, mereka meninggalkan 30 mantel dan 30 busur panah. Bayangkan, Salamah lakukan seorang diri!

Beliau tetap melakukan itu hingga akhirnya sahabat Rasul yang lain menyusulnya. Pada akhirnya Rasul ﷺ datang bersama pasukan besar.

Melihat apa yang dilakukan Salamah, sahabat sangat kagum padanya. Beliau adalah Hero di peristiwa yang dikenal dengan nama "Perang Dzi Qard" ini.
Datangnya Rasulullah ﷺ membuat Salamah justru makin bersemangat mengejar musuh. Ia berkata pada Rasul, "Wahai Rasul, mereka sekarang sedang haus. Utuslah aku bersama 100 sahabat lain untuk menghadapi mereka."

Namun apa kata Rasulullah?

Rasul menjawab, "Cukup wahai Ibnu Akwa, engkau sudah melakukan yang terbaik", kemudian beliau melanjutkan, "kavaleri terbaik kita hari ini adalah Abu Qatadah, dan infanteri terbaik kita adalah Salamah."

Dalam perjalanan pulang ke Madinah, Rasulullah memuliakan Salamah dengan mengajaknya naik keledai beliau ﷺ bernama Al Adhba'. Bayangkan posisi Salamah diisi oleh kamu, betapa bahagianya!

Referensi :
1. Al Isti'ab fi Ma'rifati Al Ashab, Ibnu Abdil Barr
2. Al Bidayah wa An Nihayah, Ibnu Katsir
3. Al Ishâbah fi Tamyîz Ash Shahâbah, Al Hafizh Ibnu Hajar
4. Siyar A'lâm An Nubalâ', Imam Adz Dzahabi