This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah. Tampilkan semua postingan

YANG DICELA dan SURGA



@salimafillah
.
"Boleh jadi ada nama-nama yang kita cela pribadinya dan kita lemahkan riwayat haditsnya", ujar Yahya ibn Ma'in, sahabat Imam Ahmad yang menjadi imam dalam ilmu penilaian rawi, jarh wat ta'dil, "Tapi mereka memasuki surga Allah ribuan tahun mendahului kita."
.
Pernah beliau mempertanyakan nasab Quraisy Imam Asy Syafi'i dan menimpakan tuduhan berat kepada beliau sebagai seorang Syi'ah Rafidhah. Sang Imam yang santun hati tak suka membalas hal ini dan memilih mensyairkan isi hati, "Jika mencintai keluarga Muhammad serta merta disebut Rafidhi, saksikanlah bahwa aku seorang Rafidhi. Dan jika mencintai Abu Bakr dan 'Umar disebut Nashibi, saksikan pula bahwa aku seorang Nashibi."
.
Imam Ahmad lah yang kemudian mendatangi Yahya dan menghardik keras, "Dari mana kamu menyimpulkan bahwa guruku Asy Syafi'i seorang Rafidhah?"
.
"Aku sudah membaca risalahnya tentang bughat, pemberontakan", jawab Yahya, "Demi Allah di situ kudapati dia begitu banyak berhujjah dengan perkataan 'Ali!"
.
"Subhanallah", sahut Imam Ahmad. "Menurutmu dengan ucapan siapa lagi dia akan berhujjah? Bukankah satu-satunya Khulafaur Rasyidin yang menghadapi bughat adalah Sayyidina 'Ali?"
.
Imam Yahya ibn Ma'in pun terdiam.
.
Ketika di kali lain Yahya menegur Imam Ahmad karena menuntun baghal Imam Asy Syafi'i dari gerbang kota Baghdad hingga rumahnya sebagai perendahan ilmu hadits, Imam Ahmad menjawab, "Katakan pada Yahya. Jika dia ingin meraih kemuliaan yang kudapatkan ini, marilah ke sini. Aku tuntun baghal Asy Syafi'i di sebelah kiri, biar dia menuntun di sebelah kanannya lagi."
.
Waktu berlalu dan Asy Syafi'i wafat lalu fitnah khalqil Quran oleh Mu'tazilah terjadi sejak masa Al Makmun, Al Mu'tashim, hingga Al Watsiq. Hanya Imam Ahmad berhasil teguh bersama kebenaran meski tercambuk petang dan pagi sementara 'Ulama-'ulama lain termasuk Imam Yahya ibn Ma'in menyerah dan mengatakan kalimat munkar dalam paksaan.
.
Kelak ketika ditanya lagi tentang Imam Asy Syafi'i, Yahya ibn Ma'in akan menitikkan airmata dan berkata, "Sudahlah biarkan kami.. Asy Syafi'i adalah orang yang seandainya dusta itu perkara yang dihalalkan, dia tetap akan jujur karena amat menjaga kehormatan."

ORANG BAIK ITU BANYAK TEMAN, TETAPI PENYERU KEBAIKAN AKAN BANYAK MUSUH



Imam Ibnu Qudamah pernah di tanya : 

"Apa bedanya Orang Baik (Sholeh) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)...?"  

Beliau menjawab : 
  الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره. 
1. Orang Baik (Sholeh), melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan juga untuk orang lain. 

 الصالح تحبه الناس. والمصلح تعاديه الناس . 
 2. Orang Baik di cintai manusia, Penyeru Kebaikan di musuhi dan dibenci oleh banyak manusia.  

Beliau di tanya lagi oleh muridnya : 
"Kenapa demikian.. ?"  

Jawabnya : 
"Rasulullah saw sebelum di utus sebagai Rasul, Beliau di cintai oleh kaumnya karena Beliau adalah orang baik bahkan sampai dijuluki al Amin.. Namun ketika Allah swt mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhi dan membenci dengan menggelarinya sebagai tukang sihir, pendusta, gila dan lainnya."

Ibnu Qudamah kemudian menambahkan : "Karena Penyeru Kebaikan menyikat batu besar "nafsu angkara" dan memperbaikinya dari "kerusakan". Itulah sebabnya kenapa sayidina Luqman Al-Hakim menasehati anaknya agar "BERSABAR" ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan.  

Di sebutkan dalam Al-Qur'an :
 يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك.  
"(Lukman berkata) : Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yg menimpamu." (QS. Luqman : 17) 

Berkata Ahlul 'Ilmi : "Satu penyeru kebaikan lebih di cintai Allah swt daripada ribuan orang baik (yang tdk menyerukan kebaikan)."

Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah swt menjaga ummat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri. Maka, sungguh beruntung orang yang mengambil peran sebagai Penyeru Kebaikan, karena dia menjadi penerus tugas Rasulullah saw, sebagai pengemban dakwah...

  في اي ارض تطأ فأنت مسؤول عن اسلامها  
"Dimanapun engkau berada maka engkau bertanggung jawab atas Islam di tempatmu"

Memaknai Arti Berkah


Oleh : Dr. Salim Segaf Al Jufri


Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.


Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.


Barokah itu: "...albarokatu tuziidukum fii thoah." Barokah itu menambah taatmu kepada الله.


Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.


Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.


Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله ...tiada banding....tiada tara.


Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.


Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.


Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.


Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.


Semoga segala aktifitas kita hari ini barokah.

بَارَكَ اللهُ فِيْك

Nabi Nuh Dakwah 950 Tahun, Hanya Mendapat Sekitar 20 Orang Saja


Nabi Nuh adalah nabi ke-3 setelah Nabi Adam dan Idris berdasarkan 25 nabi dan rasul yang harus dipercaya oleh umat Islam. Nuh diutus oleh Tuhan untuk memanggil umatnya untuk menyembah hanya Tuhan. Nabi Nuh termasuk dalam 5 nabi dan rasul yang mendapat gelar ulil amri. Gelar ini diberikan karena perjuangan dakwah yang dia lakukan sangat berat dan membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

Nuh memanggil umatnya untuk menyembah Tuhan siang dan malam. Dia berkhotbah baik secara terbuka maupun diam-diam. Ia menggunakan berbagai metode dakwah agar umatnya mau mendengarkan seruann dakwah yang dibawanya. Namun, setiap kali Nabi Nuh meminta umatnya untuk menyembah Tuhan dan meminta ampunan kepada Tuhan, maka setiap kali umatnya menghindar, menempelkan jari di telinga dan menutupi pakaian di wajah mereka. Umat ​​Nuh membantah apa yang disampaikan oleh Nabi Nuh bahkan mereka sombong dan semakin memalukan. Ini sesuai dengan QS. Hud ayat 5-12, berikut adalah uraian makna ayat tersebut:

“Nuh berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan keterlaluan. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mere­ka dengan cara yang terang-terangan, kemudian aku menyeru mereka lagi dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesung­guhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.'” (Nuh: 5-12)

Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun. Selama periode itu dia selalu sabar mengajak umatnya untuk beribadah hanya kepada Allah di siang dan malam hari. Namun hanya sekitar 20 orang yang berhasil diundang oleh Nabi Nuh yang mau untuk beribadah kepada Allah.

Sungguh ini adalah perjuangan yang penuh dengan kesabaran. Bahkan istri dan anak-anaknya bukanlah termasuk orang yang beriman kepada Allah. Meski begitu, Nabi Nuh tetap menjadi hamba yang selalu mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan. Hingga akhirnya Allah menyelamatkan Nuh dan umat beriman serta sahabatnya dari banjir besar yang melanda negerinya. Sesungguhnya Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dan menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman.

Dari kisah Nabi Nuh kita dapat belajar tentang kesabaran bahwa perjuangan dakwah yang telah kita lakukan selama ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan yang dilakukan oleh Nabi Nuh. Jatuh bangun, jatuh sakit, menghina atau berbagai tantangan yang ada dalam kegiatan dakwah saat ini, jangan sampai kita menghentikan langkah kita untuk tetap berada di jalur para pejuang tersebut. Sabar dalam kebaikan dan bersabar atas kebenaran adalah kunci agar kita bisa istiqamah dalam memperjuangkan Islam, hingga akhirnya Allah memberikan tempat peristirahatan terindah bagi kita di akhirat. Jadi mari kita tingkatkan kesabaran kita seperti kesabaran yang dimiliki Nuh dalam memanggil umatnya untuk menyembah hanya Allah.

SUDAHKAH ENGKAU BENAR-BENAR MERDEKA?

 

By. Satria hadi lubis

Sebuah meme yang konon merupakan perkataan Bung Karno mengusik kesadaran saya tentang apa arti merdeka. Meme tersebut berbunyi : "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri", kata Bung Karno.

Apa maksud Bung Karno dengan lebih susah melawan bangsamu sendiri daripada melawan penjajah? Mungkin, melawan penjajah lebih jelas mana lawan dan kawan. Tapi menghadapi bangsa sendiri lebih sulit. Tidak jelas mana lawan dan kawan. Bisa jadi dari bangsa sendiri muncullah para pengkhianat yang justru merusak bangsa itu sendiri.

Memang kemerdekaan sebuah bangsa malah bisa merusak bangsa itu sendiri jika kemerdekaan diartikan sebagai kebebasan berbuat apa saja untuk menyenangkan diri sendiri. Berbuat semau gue atas nama hak azasi manusia yg salah kaprah.

Kemerdekaan untuk bebas tanpa peduli dengan hak orang lain dan tatanan moral. Penganjur LGBT, seks bebas, dan pembuat karya-karya bebas moral adalah contoh dari mereka yang mengartikan kemerdekaan dalam arti salah. Begitu pun para koruptor, pengedar narkoba dan pelaku kriminal. Sadar atau tidak sadar, mereka turut andil menghancurkan bangsanya sendiri. Inilah mungkin yang dimaksud Bung Karno bahwa perjuangan menghadapi bangsamu lebih berat daripada melawan penjajah. Perjuangan untuk menghadapi mereka yang merusak makna merdeka sebagai kebebasan untuk menyenangkan diri sendiri.

Padahal, arti kemerdekaan yang sesungguhnya adalah kebebasan untuk kebahagiaan bersama. Tidak hanya diri sendiri yang senang dan bahagia, tapi juga orang lain. Orientasinya adalah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain agar orang lain bahagia. Sebab kalau orang lain senang (bahagia), maka kita juga akan bahagia.

Kemerdekaan dalam arti menyenangkan orang lain ini tidak hanya memuaskan hawa nafsu pribadi belaka. Ada nilai dan tatanan moral yang dipelihara untuk kebahagiaan bersama. Mereka inilah yang mengartikan kemerdekaan dalam arti yang lebih tepat.

Namun ada lagi satu jenis kemerdekaan yang mungkin sering dilupakan orang. Yakni kemerdekaan dalam arti bebas untuk menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah). Jika kemerdekaan untuk menyenangkan diri sendiri adalah kemerdekaan yang salah karena merusak nilai-nilai luhur bangsa. Kemerdekaan untuk menyenangkan (membahagiakan) orang lain adalah kemerdekaan yang benar, maka kemerdekaan untuk menyenangkan Allah saja (mencari ridho Allah) adalah kemerdekaan yang mulia.

Manusia yang mencari ridho Allah adalah manusia yang paling mulia dan paling merdeka di muka bumi. Sebab ia mampu membebaskan diri dari tuntutan hawa nafsu untuk menyenangkan diri sendiri. Juga mampu membebaskan diri dari tuntutan menyenangkan orang lain yang sering merusak keikhlasan. Ia hanya menyenangkan Allah saja, sehingga kemerdekaannya hanya dibatasi oleh aturan Allah saja. Tuhannya hanya satu.

Salah kaprah jika ada orang mengatakan bahwa mereka yang menyenangkan diri sendiri alias mempertuhankan hawa nafsu sebagai orang paling merdeka. Justru yang paling terjajah, karena tuntutan hawa nafsu itu banyak dan tak pernah puas. "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (Qs. 45 ayat 23).

Juga mereka yang orientasinya selalu menyenangkan orang lain. "Tuhannya" berubah menjadi orang-orang di sekitarnya yang banyak jumlahnya. Anak, isteri, atasan, teman, tetangga bisa menjadi "tuhan" yg harus disenangkan. Kemerdekaannya menjadi terbatas karena harus memenuhi tuntutan orang banyak. Mereka bisa bahagia tapi bukan bahagia yang tertinggi.

Jadi hanya orang-orang yang menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah) yang bisa memperoleh kebahagiaan tertinggi yakni ketenangan (muthmainnah). "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang" (Qs. 13 ayat 28). Jiwa mereka tenang karena merdeka dari banyak tuntutan. Hanya peduli dan memandang kepada satu tuntutan, yakni Allah swt. Bebas dari banyak rasa takut, gelisah dan kehilangan sebagai sebab ketidakbahagiaan.

Itulah sebabnya hanya mereka yang dipanggil untuk masuk surga. Sebab hanya mereka yang berhasil lulus "ujian". Yakni menjadi manusia merdeka dalam arti sesungguhnya. Menjadi manusia yang sesuai dgn misi penciptaannya, yaitu memiliki kebebasan dan menggunakan kebebasan tersebut dengan benar.

"Wahai ‘al-nafs al-mutmainnah’ (jiwa yang telah mencapai tahap ketenangan). Kembalilah kepada Rab (Tuhan) kamu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (hamba-hamba Allah). Dan masuklah ke dalam syurga-Ku" (Qs. 89 ayat 27-30).

ULAMA KERAMAT

Dalam kitabnya 'Fushul Fi As-Tsaqafah Wa Al-Adab' (1/73)  Syeikh Ali At-Thanthawi menceritakan tentang Al-'Arif Billah Syeikh Ahmad Al-Harun As-Shalihi (wafat 1382 H): 

"Di negeri Syam (tepatnya Suriah) ada seorang ulama yang benar-benar sholih dan zuhud, nama beliau adalah Syeikh Ahmad Al-Harun rahimahullah. Banyak orang meyakini bahwa beliau adalah seorang ulama yang mempunyai banyak karomah/keramat meskipun beliau sendiri tidak pernah mengklaim hal tersebut. 

Beliau menceritakan kepada kami secara langsung bahwa pada suatu hari tanggal 8 zulhijjah beliau didatangi oleh seorang laki-laki yang meminta kepadanya agar 'menghajikannya', padahal saat itu perjalanan haji (dari Suriah ke Hijaz) akan memakan waktu setidaknya berminggu-minggu, baik perjalanan darat ataupun laut. 

Syeikh Al-Harun pun berkata kepada orang tersebut:
"Bagaimana aku bisa membawamu untuk berhaji padahal besok sudah wuquf di Arafah?"
Orang itu menjawab:
"Engkau adalah orang yang mempunyai banyak karomah. Orang-orang telah memberitahukan kepadaku bahwa engkau sanggup membawaku berhaji ke Mekkah". 
Syeikh menjawab: 
"Ya akhi, orang yang memberitahumu itu sebenarnya dia sedang mengolokmu, saat ini aku tidak mampu untuk membawa diriku sendiri ke Mekkah apalagi membawamu."
Laki-laki itu langsung menimpali:
"Aku yakin engkau sanggup membawaku ke Mekkah sebagaimana yang dikatakan orang-orang."

Orang itu terus bersama Syeikh dan tidak mau meninggalkannya. Ia ngotot meminta Syeikh menghajikannya hingga membuat Syeikh kesal. 
Syeikh Al-Harun kemudian berkata:
"Apakah kau siap untuk merahasiakan apa yang akan aku lakukan denganmu dan tidak memberitahu siapapun?"
Orang itu menjawab:
"Siap."
Syeikh melanjutkan: 
"Dan kau sanggup bersumpah?"
Laki-laki itu kemudian bersumpah dan menambahkan bahwa istrinya akan otomatis tertalak tiga jika ia memberitahu seseorang apa yang akan ia lakukan bersama Syeikh. 
Syeikh berkata:
"Ayo, ikut aku."

Syeikh Al-Harun kemudian membawa laki-laki tersebut ke Mesjid Sulaimaniyah Syam yang terdapat sebuah kolam kecil persegi setiap sisinya sekitar 10 hasta dan tidak terlalu dalam. Saat itu mesjid sedang kosong. Syeikh berkata:
"Berdirilah disamping kolam untuk berwudhu'."
Laki-laki itupun berdiri disamping kolam. 
"Pejamkan matamu." Kata Syeikh. 
Laki-laki itupun memejamkan matanya. 
Tiba-tiba Syeikh Ahmad Al-Harun mendorong laki-laki itu kedalam kolam lalu beliau pun lari. Orang itupun berteriak meminta tolong sampai akhirnya diselamatkan dan dikeluarkan dari kolam olah orang yang mendengar teriakannya.
Orang-orang menanyakan padanya (sementara air masih menetes dari pakaiannya yang basah):
"Bagaimana kau sampai bisa jatuh? Siapa yang mendorongmu?"
Laki-laki itu menjawab (sementara sumpah yang dia ucapkan didepan Syeikh masih teringat jelas dikepalanya) 
"Saya tidak bisa menceritakan apapun."

:D :D

Fadhilah Amalan-Amalan Di Bulan Dzulhijjah

Tahun Hijriah memasuki bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan ke-12 atau bulan terakhir dalam kalender Islam. Ada banyak prioritas bulan Dzulhijjah, termasuk 10 hari pertama yang dicintai oleh Allah SWT.

Pada bulan Dzulhijjah, umat Islam didorong untuk meningkatkan praktik mereka seperti puasa, memberikan sedekah, untuk bersikap baik kepada anak yatim untuk mendapatkan manfaat dari bulan Dzulhijjah.

Berikut amalan yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah:

1. Puasa

Puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Hari itu adalah hari tepat sebelum perayaan Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Puasa lainnya, seperti puasa Senin-Kamis juga bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah. Ada juga sejumlah ulama yang juga berpendapat bahwa puasa sunnah dapat dimulai dari tanggal 1 hingga ke-9 dari Hul-Hijjah. Ini dapat diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Hunaidah ibn Khalid dan istri-istri Nabi SAW berikut ini.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis." (HR Abu Daud).

2. Menunaikan Haji dan Umrah

Haji adalah salah satu rukun Islam. Haji adalah sah bagi mereka yang mampu dan itu adalah praktik yang dilakukan di bulan Dzulhijah. Tidak hanya haji, umrah juga bagus untuk tampil bulan ini.

Ibadah haji memiliki keutamaan dalam hadis berikut ini.

سُئِلَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ


Artinya: Rasulullah SAW ditanya, "Amalan apa yang paling afdhol?" Beliau menjawab, "Beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya." Ada yang bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah SWT." Ada yang bertanya kembali, "Kemudian apa lagi?" "Haji mabrur," jawab Rasulullah SAW. (HR Bukhari).

3. Qurban

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, perayaan Idul Adha dilakukan dan Qurban juga dilakukan. Qurban adalah salah satu perbuatan yang disukai Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا »


Artinya: Dari Aisyah, Rasulullah SAW mengatakan, "Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai Allah SWT daripada mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridho) Allah SWT sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban." (HR Tirmidzi).

4. Takbir dan Dzkir Diperbanyak

Di bulan Dzulhijjah, takbir dan zikir harus diperbanyak untuk mendapatkan banyak pahala. Terutama pada saat sebelum melakukan shalat Idul Adha. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dijelaskan:

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .


Artinya: Ibnu Abbas berkata, "Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq." Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin 'Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (HR Bukhari).

2 Orang Dari Madinah Yang Berakhir Berbeda Di Tepi Benteng Konstantinopel

Sama-sama dari Madinah, sama-sama pergi ke Konstantinopel, sama-sama meyakini bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan Allah Ta’ala yang haq, tetapi ujung hidup keduanya sangat berbeda. Warisan yang ditinggalkan oleh keduanya pun berbeda. Yang pertama dicatat jejak sejarahnya oleh Al-Qur’an, tetapi dengan catatan yang sangat buruk. Sementara yang kedua masih dapat kita jumpai jejak-jejak perjuangannya di Turki. Kelak ia menginspirasi Muhammad Al-Fatih dalam membebaskan Konstantiniyah.⁣
Yang pertama adalah Abu ‘Amir Ar-Rahib. Saya pernah menulis peran Abu ‘Amir Ar-Rahib dalam upaya memadamkan cahaya Masjid Quba dengan menyusun siasat untuk mengelabui Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin saat itu. Ia otak di balik berdirinya Masjid Dhirar yang hampir saja Rasulullah ﷺ shalat di dalamnya, tetapi tidak jadi karena Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan larangan shalat di Masjid Dhirar untuk selama-lamanya. Ia merancang strategi dan menggalang kekuatan untuk membangun Masjid Dhirar atas dukungan penuh dari Kaisar Heraklius.⁣
Abu ‘Amir Ar-Rahib sebenarnya adalah orang yang mengetahui tanda-tanda kenabian, meyakini akan datangnya penutup para nabi dan rasul, jauh sebelum Muhammad ﷺ diangkat menjadi rasul. Ia mengenali tanda-tanda itu sebaik ia mengenali anak kandungnya sendiri. Tetapi tatkala ia dapati bahwa yang Allah ‘Azza wa Jalla angkat sebagai rasul adalah Muhammad ﷺ yang ia khawatir akan mengikis pengaruhnya di Madinah, maka Abu ‘Amir Ar-Rahib menentang. Ia memusuhi Rasulullah ﷺ meskipun Rasulullah ﷺ berusaha mengajaknya beriman kepada Islam. Ia berkata, “Aku tidak menemui suatu kaum yang memerangimu kecuali aku bersama mereka”⁣
Rasulullah ﷺ kemudian mendo’akannya mati di tempat yang jauh dalam keadaan terusir. Kelak Abu Amir Ar-Rahib mati di Romawi Timur dalam keadaan terusir. Ia meyakini sepenuhnya Muhammad ﷺ adalah rasul penutup para rasul, tetapi ia menolak beriman.⁣
Jika Abu ‘Amir Raghib menyatakan kepada Rasulullah ﷺ bahwa ia akan senantiasa bersama kaum yang memerangi beliau, maka sebaliknya dengan Abu Ayyub Al-Anshari radhiyaLlahu ‘anhu. Ia senantiasa turut serta dalam berbagai peperangan hingga akhir hayatnya. Sahabat yang rumahnya menjadi tempat awal bermalamnya Rasulullah ﷺ saat hijrah ke Madinah ini, sangat bersemangat untuk termasuk ke dalam golongan yang disebut Rasulullah ﷺ sebagai sebaik-baik pasukan dari sebaik-baik panglima. Beliau wafat tatkala turut serta dalam pasukan yang dipimpin oleh Yazid bin Muawiyah dalam upaya membebaskan Konstantinopel.⁣

Abu Ayyub Al-Anshari radhiyaLlahu ‘anhu berwasiat, “Sampaikan salamku kepada pasukan kaum muslimin dan katakan kepada mereka, “Abu Ayyub mewasiatkan kepada kalian agar kalian masuk ke bumi musuh sejauh mungkin, membawa jasadnya bersama mereka lalu menguburkannya di bawah telapak kaki kalian di pagar kota Konstantinopel.”⁣
“Kalian kuburkan aku di tepi benteng Konstantinopel karena aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja ketika mereka menawan Konstantinopel," kata Abu Ayyub Al-Anshari radhiyaLlahu ‘anhu. ⁣
Inilah sosok yang sangat menginspirasi Muhammad Al-Fatih dan para pendahulunya dalam upaya membebaskan Konstantinopel agar termasuk disebut dalam hadis sebagai sebaik-baik panglima dan sebaik-baik pasukan. Sebagai penghormatan terhadap Abu Ayyub Al-Anshari radhiyaLlahu ‘anhu, kelak 5 tahun sesudah membebaskan Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih membangun sebuah masjid yang kita kenal sekarang dengan nama Eyub Sultan Camii dan kawasan itu pun dinamakan dengan namanya: Eyub Belediyesi.


Nabi Yunus : Bagaimana Allah Memberikan Hukuman Kepada Dai yang lari dari Tugas



Dalam penafsiran Fi Dzilalil Quran, Said Quthb menjelaskan, Nabi Yunus juga disebut Dzun Nun yang berarti pemilik paus. Artinya, paus itu menelannya dan kemudian memuntahkannya. Kisah itu terjadi ketika dia dikirim ke suatu negeri dan diberitakan kepada umatnya untuk percaya kepada Allah SWT. Namun, mereka mengabaikan dakwahnya.

Dadanya menyempit dan dia meninggalkan mereka dengan marah. Dia tidak bisa menahan perlawanan dakwah dengan mereka. Dia berpikir bahwa Allah tidak mempersempit area dakwahnya di bumi karena bumi sangat luas. Negeri dibumi banyak dan penduduknya beragam. Selama orang-orang di bangsanya tidak mengindahkan dakwahnya, ia berpikir Allah pasti akan ridho jika ia mengarahkannya dakwahnya ke negeri yang lain.

Itulah arti dari "..kemudian dia berpikir bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) .."? (QS al-Anbiya: 88). Said Quthb juga menulis, amarah Yunus yang bergelora menuntunnya ke pantai sampai ia naik menumpang ke kapal hingga akhirnya ia ditelan oleh seekor paus. Di dalam perut paus, Yunus bertobat dan mengakui dosanya. Dia memohon pengampunan karena dia merasa termasuk dalam orang-orang zalim.

Allah pun menjawab doanya. Tuhan menyelamatkannya dari kesedihan dan kesulitan. Paus kemudian memuntahkannya ke darat. Jika dia tidak dimasukkan dalam orang yang mengingat akan Allah, dia akan tetap berada di dalam perut paus itu sampai hari kebangkitan. Yunus kemudian dibuang ke daerah tandus dalam keadaan sakit. Ditumbuhkan bagi Nabi sebuah pohon dari jenis labu. Kemudian, Allah mengirimkannya berdakwah kepada seratus ribu orang atau lebih. Mereka beriman dan membenarkannya, maka Allah memberi mereka kesempatan hidup di dunia sampai masa ajal mereka yang telah ditentukan. (QS as-Shafaat: 148).

Said Quthb menjelaskan, Allah memberikan kesulitan pada Nabi Yunus melalui tekanan ujian berulang-ulang dari umatnya. yang bahkan, jika dia menerima dan sabar dengan sikap bangsanya, tekanan dan ujian akan menjadi lebih mudah dan ringan. Akhirnya, Nabi Yunus mengakui kesalahan sikap yang terjadi pada dirinya sendiri. Saat ditelan oleh paus. Allah juga merawatnya dan menyelamatkannya dari kesedihan dan bencana. Allah memulihkan Yunus dan kembali kepada umatnya yang berjumlah ratusan ribu jiwa. Mereka percaya dan mencari hidayah dan meminta pengampunan dari Allah. Allah pun  mendengar permintaan mereka hingga tidak menjatuhkan hukuman kepada mereka yang telah bertobat.

Singkatnya, hikmah dari kisah Yunus menurut Said Quthb adalah bahwa para dai dakwah mau tidak mau harus menanggung beban dakwah. Bersabarlah atas ujian dan siksaan sebagai konsekuensi dari menjadi dai. Meski pahit, orang yang menanggung beban dakwah harus bersabar dan gigih. Jalan dakwah bukanlah jalan yang mudah. Ada banyak kendala untuk kesesatan, bid'ah, tradisi jahiliyah, dan adat istiadat yang menyeleweng. Setiap hati harus dihidupkan kembali dengan terlebih dahulu menyiapkan cara untuk menyentuh respon jiwanya. Istiqamah, kesabaran, dan harapan adalah kunci untuk sentuhan itu.

UAS Bertanya, K.H Idrus Ramli Menjawab


Bagaimana para ulama ini menampilkan keteladanan kepada kita mengenai rendah diri, semangat belajar yang terus menyala dan lapang dada terhadap perbedaan diantara mereka atau mengakui ketinggian keilmuan dari masing-masing mereka.

Salamah Bin Al Akwa : Infanteri Terbaik, Pahlawan Dzi Qard

Ada seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang larinya cepet, bahkan seorang diri bisa menyusul pasukan berkuda. Siapakah beliau?

Namanya Salamah bin Al Akwa, yang digelari Rasulullah sebagai "infanteri terbaik." Bagaimana kisahnya? 

Nama beliau memang tidak setenar Sa'ad bin Abi Waqqash yang merupakan pemanah pertama dalam Islam, juga tidak sesering kita mendengar Zubair bin Awwam yang merupakan penghunus pedang pertama dalam Islam....

Beliau adalah sahabat Anshar, dan satu angkatan dengan sahabat-sahabat junior seperti Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, juga Abdullah bin Abbas.

Meskipun di masa Rasul sahabat ini masih muda, tapi keberaniannya dan kemampuan fisiknya jangan ditanyakan. Keren abis, masyaAllah!

Dalam Kitab Al Bidayah wa An Nihayah, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Salamah bin Akwa adalah "Fursan Ash Shahâbah wa Ulama'uhum", jagoan sekaligus seorang ahli ilmu dari kalangan sahabat.


Beliau mengikuti 7 Ghazwah bersama Nabi Muhammad ﷺ, Sariyah 9 kali bersama sahabat lain.

Dalam Kitab Al Isti'ab karya Ibnu Abdil Barr, Beliau mendeskripsikan Salamah dengan kalimat ringkas tapi dahsyat, "beliau adalah orang pemberani, pemanah tangkas, dermawan dan ahli kebaikan."

Kekuatan tangannya kuat sebagaimana dikisahkan oleh seorang Tabi'in...

sebagaimana dikisahkan Abdurrahman bin Razin, seorang Tabiin suatu kali menemui Salamah bin Akwa, kemudian ia menjabat tangan Salamah.

Ia menggambarkan bahwa tangan Salamah memiliki genggaman yang kekar.

Namun yang membuat beliau digelari sebagai infanteri terbaik, adalah pujian Rasul khusus untuk Salamah bin Akwa, ketika beliau ﷺ bersabda, "kavaleri terbaik kita adalah Abu Qatadah, dan infanteri terbaik kita adalah Salamah."

Apa sebabnya?

Suatu hari pada 6 Hijriah, sekelompok 40 penunggang kuda dipimpin Uyainah bin Hishn. Ia petinggi suku Ghathafan, sekutu Quraisy yang benci dengan muslimin.

Bersama gerombolannya, ia masuk ke batas Madinah, merampok unta Rasul yang saat itu sedang besar dan akan melahirkan.

Perampokan itu tidak ketahuan oleh orang ramai karena tempatnya ada di perbatasan Madinah.

Namun ketika itu, Salamah adalah orang pertama yang menyaksikan tindak kriminal Uyainah dan gerombolannya. Melihat itu, Salamah tak takut, malah melakukan hal yang spektakuler. Apa itu?

Beliau langsung mengutus seseorang untuk menyampaikannya pada Rasul. Sementara itu, ia maju sendirian menyusul penunggang kuda musuh.

Ia hanya berbekal pedang dan panah. Namun tangkasnya, Salamah bisa berlari menyusul penunggang kuda ini bahkan menembakkan panah-panahnya.

Musuh sadar ada yang mengejar mereka. Mereka merasa dikejar oleh orang yang banyak, sebab banyak panah yang dilesatkan ke arah mereka.

Namun ketika melihat ke belakang, mereka tidak menemukannya. Salamah selalu bersembunyi di semak-semak pohon ketika pasukan musuh berbalik arah.

Salamah terus mengejar mereka sampai di satu tempat ia ada di sebuah bukit dan musuh ada di bawah.

Berkali-kali Salamah melempar batu dari atas sehingga musuh ketakutan. Saking takutnya, mereka meninggalkan 30 mantel dan 30 busur panah. Bayangkan, Salamah lakukan seorang diri!

Beliau tetap melakukan itu hingga akhirnya sahabat Rasul yang lain menyusulnya. Pada akhirnya Rasul ﷺ datang bersama pasukan besar.

Melihat apa yang dilakukan Salamah, sahabat sangat kagum padanya. Beliau adalah Hero di peristiwa yang dikenal dengan nama "Perang Dzi Qard" ini.
Datangnya Rasulullah ﷺ membuat Salamah justru makin bersemangat mengejar musuh. Ia berkata pada Rasul, "Wahai Rasul, mereka sekarang sedang haus. Utuslah aku bersama 100 sahabat lain untuk menghadapi mereka."

Namun apa kata Rasulullah?

Rasul menjawab, "Cukup wahai Ibnu Akwa, engkau sudah melakukan yang terbaik", kemudian beliau melanjutkan, "kavaleri terbaik kita hari ini adalah Abu Qatadah, dan infanteri terbaik kita adalah Salamah."

Dalam perjalanan pulang ke Madinah, Rasulullah memuliakan Salamah dengan mengajaknya naik keledai beliau ﷺ bernama Al Adhba'. Bayangkan posisi Salamah diisi oleh kamu, betapa bahagianya!

Referensi :
1. Al Isti'ab fi Ma'rifati Al Ashab, Ibnu Abdil Barr
2. Al Bidayah wa An Nihayah, Ibnu Katsir
3. Al Ishâbah fi Tamyîz Ash Shahâbah, Al Hafizh Ibnu Hajar
4. Siyar A'lâm An Nubalâ', Imam Adz Dzahabi

AYA SOFYA dan HUKUM PERANG

@salimafillah

Apa yang terjadi di masa lalu memang tidak bisa diukur dengan takaran masa kini. Mari cerdik menelisik dan cerdas menyimpulkan.
.
Barangkali ada yang bertanya, mengapa Sayyidina 'Umar enggan shalat di Gereja Makam Suci di Jerusalem meski disilakan Patriark Sophronius dengan alasan beliau khawatir kelak ada yang akan mengubah gereja itu menjadi Masjid dengan alasan 'Umar pernah shalat di situ; sedangkan Al Fatih malah mengubah Aya Sofya menjadi Masjid.
.
Iya. Kalau sebuah kota menyerah damai; maka pemimpin pasukan muslim wajib melindungi dan menjaga hak seluruh kota tersebut, termasuk hak milik dan tempat ibadah. Inilah yang dilakukan oleh Sayyidina 'Umar. 
.
Adapun Al Fatih sudah memberi pilihan damai kepada Kaisar Konstantin XI Palaiologos. Sang Kaisar melawan dan kotanya jatuh oleh pertempuran. Beda dengan penyerahan damai; menurut hukum perang masa itu seluruh milik pihak kalah adalah hak pemenang. Beliau sebagai pemegang hak lalu mewakafkannya dan menuliskan ancaman bagi sesiapa yang mengubahnya.
.
Fakta penting lainnya, ketika Al Fatih mengubah Aya Sofya menjadi Masjid, Gereja Agung itu sebenarnya telah terbengkalai dan ditutup seabad lebih karena tak ada anggaran untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa pada 1344 dan penjarahan Pasukan Salib 1204.
.
Bandingkan Aya Sofya dengan Masjid Agung Toledo.
.
Kota ini jatuh pada Kerajaan Castillia pada 25 Mei 1085 setelah pengepungan 1 tahun membuat kaum muslimin kelaparan. Amirnya, Yahya II Al Qadir, menyerahkan Toledo secara damai pada Alfonso VI setelah Raja Katolik itu berjanji akan menjaga keamanan kaum muslimin dan membiarkan Masjid-masjid tetap jadi tempat ibadah Islam.
.
Alfonso VI mengingkari janjinya. Dia membiarkan Masjid Agung Toledo dirampas oleh ummat Katolik atas perintah Uskup Agung Bernardo dari Sedirac. Masjid itu pun dijadikan Katedral. Masjid Agung Cordoba, Masjid Agung Sevilla, dan begitu banyak Masjid lainnya di Andalusia, Yunani, dan Balkan mengalami nasib serupa di kurun berikutnya.
_____

UAS : Apa itu Syariat, Hakikat, Makrifat dan Tariqat

Ustadz Abdul Somad dalam video pengajian ini menjelaskan 
- Hubungan Syariat, Hakikat, Makrifat dan Tariqat dalam sebuah perumpamaan. 
- Bagaimana mengenal Allah ?
- Bagaimana mencapai Maqam Makrifat ?
- Bolehkah Membayar Zakat ke kampung halaman
- Apakah Nur Muhammad adalah yang pertama diciptakan Allah sebelum Alam Semesta ?
- dll

Kebangkitan Islam Akhir Zaman Dimulai Dari Tanah Melayu, Insya Allah

Ustadz Abdus Samad Lc dalam salah satu kesempatan ceramahnya mengungkapkan harapannya untuk kita semua bangsa-bangsa rumpun Melayu di Nusantara, bahwa nantinya yang membebaskan Al-Quds adalah Bangsa Rumpun Melayu.

Binasa Karena Kesombongan

Imam Ibnul Qoyyim Rahimahullah berkata,
"Diantara manusia ada yang binasa karena berbangga dengan harta, ada pula yang binasa karena kedudukan atau ilmu agama yang dimilikinya, sehingga terkumpul pada dirinya kebanggaan dan kesombongan.
Disisi Allah, kondisi ini (sombong dengan ilmu agama) lebih buruk dibandingkan orang yang membanggakan dirinya dengan harta dan kedudukan.
Hal ini dikarenakan ia telah menjadikan sebab akhirat untuk dunia, sementara pemilik harta dan kedudukan hanya menjadikan sebab dunia untuk dunia"

UAS : 5 Cara Agar Bisa Khusuk Dalam Shalat

Ceramah Ustad Abdus Samad mengajarkan kita tentang bagaimana untuk mendapat khusyuk dalam sholat

Mengapa Disebut Sebagai “Budak Harta”

Dalam suatu hadits disebutkan bahwa manusia bisa menjadi “budak harta” atau “budak uang” karena tamak dan rakusnya mereka dengan harta.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ﺗَﻌِﺲَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺪِّﻳْﻨَﺎﺭِ ﺗَﻌِﺲَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺪِّﺭْﻫَﻢِ، ﺗَﻌِﺲَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﺨَﻤِﻴْﺼَﺔِ ﺗَﻌِﺲَ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﺨَﻤِﻴْﻠَﺔِ ﺇِﻥْ ﺃُﻋْﻄِﻲَ ﺭَﺿِﻲَ ﻭَﺇِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳُﻌْﻂَ ﺳَﺨِﻂَ

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah dan khamilah (sejenis pakaian yang terbuat dari wool/sutera). Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah”.[HR. Bukhari]

Maksud dari “budak harta” adalah harta dan uang tersebut memperbudak dan memerintahkan manusia untuk mencari mereka (uang). Manusia yang tamak akan patuh saja dengan perintah harta atau uang tersebut. Uang akan “berkata”:

‘Carilah aku dan kerahkan semua tenaga kalian‘ (manusia tamak pun patuh pada uang)

Uang “berkata” lagi:

‘Carilah aku lagi, belum cukup, engkau perlu kerja sampai malam dan lembur sampai libur akhir pekan’ (manusia tamak pun patuh pada uang)

Uang “berkata” lagi:

‘Carilah aku, engkau perlu mengorbankan sedikit kehormatan dirimu, engkau harus mengorbankan sedikit prinsip hidupmu, agar bisa dapat uang di zaman ini’ (manusia tamak pun patuh pada uang)

Selama uang yang didapatkan tersebut belum dipakai dan hanya “dikoleksi” saja, misalnya berupa tanah atau tabungan yang mengendap lama, maka hakikatnya manusia telah diperbudak oleh harta dan menjadi budak harta, karena manusia patuh saja pada harta.

Ibnu Katsir berkata dan membawakan syair:

ﺃﻧﺖَ ﻟﻠﻤﺎﻝ ﺇﺫﺍ ﺃﻣﺴﻜﺘَﻪ … ﻓﺈﺫﺍ ﺃﻧﻔﻘﺘَﻪ ﻓﺎﻟﻤﺎﻝُ ﻟَﻚْ …

“Engkau akan menjadi budak harta jika engkau MENAHAN harta tersebut. Akan tetapi, jika engkau menginfakkannya, harta tersebut barulah jadi milikmu.” [Tafsir Ibnu Katsir 14: 443]

Manusia yang rakus dan tamak menjadi budak harta karena manusia harus menjaga harta tersebut, yang terkadang menjaga harta seperti seorang budak yang menjaga seorang raja atau menjaga majikannya. Perlu tenaga, perhatian dan konsentrasi yang benar-benar penuh untuk menjaga harta, bahkan untuk menjaga harta perlu mengorbankan segalanya.

Ibnul Qayyim menjelaskan perbedaan harta dan ilmu, beliau berkata:

ﺃﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﺤﺮﺱ ﺻﺎﺣﺒﻪ ﻭﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻳﺤﺮﺱ ﻣﺎﻟﻪ

“Ilmu itu menjaga pemiliknya sedangkan pemilik harta akan menjaga hartanya.” [Miftah Daris Sa’adah 1/29]

Tidaklah heran apabila manusia banyak yang menjadi budak harta dan dunia karena harta adalah fitnah (ujian) terbesar bagi umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ

“Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah (ujiannya) dan fitnah umatku adalah harta” [HR. Bukhari]

Manusia menjadi budak harta juga karena kerakusan dan ketamakan mereka dengan harta, bahkan manusia lebih rakus daripada serigala yang lapar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«مَا ذئبان جَائِعَانِ أُرسِلاَ في غَنَمٍ بأفسَدَ لها مِنْ حِرصِ المرء على المال والشَّرَف لدينهِ »

“Tidaklah dua serigala lapar yang menghampiri seekor kambing lebih berbahaya baginya dari ambisi seseorang kepada harta dan kedudukan bagi agamanya” [HR Tirmidzi no. 2376, ia berkata: hasan shahih]

Inilah hakikat harta dan dunia yang bisa menipu manusia. Manusia yang tamak mengira bahwa merekalah raja dan tuan, tetapi sesungguhnya mereka telah diperbudak oleh harta dan dunia.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻭَﻏَﺮَّﺗْﻬُﻢُ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓُ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﺷَﻬِﺪُﻭﺍ ﻋَﻠَﻰٰ ﺃَﻧْﻔُﺴِﻬِﻢْ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻛَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ

“Kehidupan dunia telah menipu mereka.” [Al-An’am 6:130]

Karenanya kita diperintahkan agar benar-benar menjaga diri kita dari kelalaian karena harta. Allah Ta’ala berfirman,

ﻳﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻻَ ﺗُﻠْﻬِﻜُﻢْ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟُﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﺃَﻭْﻻَﺩُﻛُﻢْ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮُﻭﻥَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” [Al Munafiqun 63: 9]

(Anonim)

UAH : Cara Bertaubat dari Dosa Mencuri

Hafalan Al-Qur'an Lebih Cepat HIlang daripada Ikatan Seekor Unta


Ikatan kuat dalam menghafal Al Quran adalah dengan tilawah dan murajaah
.

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ:
تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا
(متفق عليه )
.
Abu Musa ra berkata: Rasulullah saw bersabda:
Biasakanlah kalian membaca Al Quran, Demi Allah yang nyawaku ada ditanganNya, hafalan Al Quran itu lebih mudah lepas dari seekor unta dari ikatannya.
.
HR . Bukhari dan Muslim

SABAR & SYUKUR : Kunci Hidup yg Luar Biasa

🥀🌿

Tahukah Anda, jika kehidupan ini memiliki dua kunci yang luar biasa.
Apakah itu?
Yaitu kesabaran dan rasa syukur.


Ketika kedua kunci ini selalu kita jaga setiap saatnya maka pasti kehidupan kita akan selalu baik-baik saja, meski dalam keadaan yang kurang beruntung.


Oleh karenanya, jangan sampai kita kehilangan dua kunci hebat ini, karena semua yang kita jalani akan mudah tatkala sabar dan syukur kita selalu beriringan.


Jika sabar selalu menjadi andalan dalam menjalani hidup kita, selalu menjadi pegangan untuk melalui berbagai hal yang Allah persembahkan, maka pasti tidak akan pernah ada yang sulit bagi kita, walau benar hal tersebut adalah masalah yang berat.


Karena jika sabar menjadi satu-satunya, menjadi penenang kita dalam menjalani hidup ini, maka pasti kita tidak akan pernah menganggap rumit masalah yang datang, meski hal itu adalah masalah yang besar.

Kita akan tetap baik-baik saja menjalani semuanya dengan tanpa rasa takut sedikitpun, tatkala Allah sudah kita jadikan yang utama dalam sabar dan syukur kita.


Kita juga tidak akan pernah ada kesempatan untuk mengeluhkan hidup, jika rasa syukur kita selalu menjadi penguat dalam menerima setiap yang ditakdirkan-Nya.


Kita akan tetap qana'ah dan ridha, meski yang terjadi tidak sesuai harapan kita, jika rasa syukur selalu lebih depan dari mengeluh kita.


Jika syukur kita selalu menjadi yang utama dalam hati kita, selalu menjadi andalan kita, tentu kita tidak akan pernah sekalipun menggerutui yang telah Allah tetapkan meski hal itu sangat menyakitkan.


Kita akan terus yakin kepada kebaikan-Nya, sehingga secara perlahan-lahan hati kita akan melunak dengan rasa sabar dan ikhlas.


Karena hidup kita akan selalu baik-baik saja tatkala sabar dan syukur kita selalu menjadi pengendali terhebat dalam menjalani apa yang sudah seharusnya kita jalani.


Jika setiap saatnya yang kita tahu hanya bersabar dan bersyukur, maka tentu tidak akan ada kesempatan bagi kita untuk berkata lelah dengan apa yang Allah aturkan, karena pasti hati kita sudah besar dengan rasa ikhlas. (anonymous)


🥀🌺🥀