This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Salimfillah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Salimfillah. Tampilkan semua postingan

AKHIR SENGOKU

@salimafillah

Tiga nama itu takkan pernah hilang dari sejarah Jepang; Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu.
.
Anak-anak Jepang masih menghafal peran mereka di masa penyatuan nan penuh darah di akhir Era Sengoku dalam sebuah haiku, "Nobunaga menumbuk padi, Hideyoshi menanak nasi, dan Ieyasu memakannya tujuh turunan."
.
Tentang watak masing-masingnya, sebuah puisi pendek lain dengan tepat menggambarkannya. "Jika seekor burung tak mau bernyanyi; apa yang harus kita lakukan?"
.
"Bunuh saja!", sahut Nobunaga.
.
"Buat agar ia ingin bernyanyi", kata Hideyoshi.
.
"Tunggu!", seru Ieyasu.
.
Ketika kejayaan para panglima perang agung dari marga Hojo, Odawara, Takeda, dan Uesugi berakhir dengan tampilnya persekutuan 3 orang yang unik lagi saling melengkapi ini, berakhirlah Era Sengoku yang hampir 2 abad mewarnai Jepang dengan Seni Perang yang indah namun penuh darah.
.
Nobunaga yang kharismatik, nekad, haus akan hal baru, namun juga brutal, memulai kampanyenya dengan penghadangan Imagawa Yoshimoto dari Suruga yang hendak menuju Kyoto untuk mengambil alih keshogunan dari marga Ashikaga. Keranjingannya pada teknologi menuntun pada strategi penembak berlapis yang mengakhiri kemasyhuran Takeda Shingen dari Kai.
.
Hideyoshi yang buruk rupa, periang, terkesan pandir, cerdik, setia kawan, dan pandai bergaul melanjutkan kerja besar Nobunaga ketika atasannya itu terbunuh oleh pengkhianatan Akechi Mitsuhide di Kuil Honnoji. Dari donjon-donjon Azuchi yang dibangun Nobunaga di tepi Danau Biwa, dipindahkannya ibukota ke Osaka yang kukuh dan jelita. Masa pemerintahan Sang Taiko akan dikenang sebagai zaman keemasan.
.
Setelah kematiannya, salah satu kepercayaannya mengambil alih semua itu. Ieyasu, si tabah hati, si pengalah, si pendiam, dan si penyabar itu akhirnya merebut semuanya di Sekigahara, ketika dia mengalahkan Aliansi Barat pewaris Hideyoshi yang dipimpin Ishida Mitsunari. Era Sengokupun berakhir.

AYA SOFYA dan HUKUM PERANG

@salimafillah

Apa yang terjadi di masa lalu memang tidak bisa diukur dengan takaran masa kini. Mari cerdik menelisik dan cerdas menyimpulkan.
.
Barangkali ada yang bertanya, mengapa Sayyidina 'Umar enggan shalat di Gereja Makam Suci di Jerusalem meski disilakan Patriark Sophronius dengan alasan beliau khawatir kelak ada yang akan mengubah gereja itu menjadi Masjid dengan alasan 'Umar pernah shalat di situ; sedangkan Al Fatih malah mengubah Aya Sofya menjadi Masjid.
.
Iya. Kalau sebuah kota menyerah damai; maka pemimpin pasukan muslim wajib melindungi dan menjaga hak seluruh kota tersebut, termasuk hak milik dan tempat ibadah. Inilah yang dilakukan oleh Sayyidina 'Umar. 
.
Adapun Al Fatih sudah memberi pilihan damai kepada Kaisar Konstantin XI Palaiologos. Sang Kaisar melawan dan kotanya jatuh oleh pertempuran. Beda dengan penyerahan damai; menurut hukum perang masa itu seluruh milik pihak kalah adalah hak pemenang. Beliau sebagai pemegang hak lalu mewakafkannya dan menuliskan ancaman bagi sesiapa yang mengubahnya.
.
Fakta penting lainnya, ketika Al Fatih mengubah Aya Sofya menjadi Masjid, Gereja Agung itu sebenarnya telah terbengkalai dan ditutup seabad lebih karena tak ada anggaran untuk memperbaiki kerusakan akibat gempa pada 1344 dan penjarahan Pasukan Salib 1204.
.
Bandingkan Aya Sofya dengan Masjid Agung Toledo.
.
Kota ini jatuh pada Kerajaan Castillia pada 25 Mei 1085 setelah pengepungan 1 tahun membuat kaum muslimin kelaparan. Amirnya, Yahya II Al Qadir, menyerahkan Toledo secara damai pada Alfonso VI setelah Raja Katolik itu berjanji akan menjaga keamanan kaum muslimin dan membiarkan Masjid-masjid tetap jadi tempat ibadah Islam.
.
Alfonso VI mengingkari janjinya. Dia membiarkan Masjid Agung Toledo dirampas oleh ummat Katolik atas perintah Uskup Agung Bernardo dari Sedirac. Masjid itu pun dijadikan Katedral. Masjid Agung Cordoba, Masjid Agung Sevilla, dan begitu banyak Masjid lainnya di Andalusia, Yunani, dan Balkan mengalami nasib serupa di kurun berikutnya.
_____