This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

YANG DICELA dan SURGA



@salimafillah
.
"Boleh jadi ada nama-nama yang kita cela pribadinya dan kita lemahkan riwayat haditsnya", ujar Yahya ibn Ma'in, sahabat Imam Ahmad yang menjadi imam dalam ilmu penilaian rawi, jarh wat ta'dil, "Tapi mereka memasuki surga Allah ribuan tahun mendahului kita."
.
Pernah beliau mempertanyakan nasab Quraisy Imam Asy Syafi'i dan menimpakan tuduhan berat kepada beliau sebagai seorang Syi'ah Rafidhah. Sang Imam yang santun hati tak suka membalas hal ini dan memilih mensyairkan isi hati, "Jika mencintai keluarga Muhammad serta merta disebut Rafidhi, saksikanlah bahwa aku seorang Rafidhi. Dan jika mencintai Abu Bakr dan 'Umar disebut Nashibi, saksikan pula bahwa aku seorang Nashibi."
.
Imam Ahmad lah yang kemudian mendatangi Yahya dan menghardik keras, "Dari mana kamu menyimpulkan bahwa guruku Asy Syafi'i seorang Rafidhah?"
.
"Aku sudah membaca risalahnya tentang bughat, pemberontakan", jawab Yahya, "Demi Allah di situ kudapati dia begitu banyak berhujjah dengan perkataan 'Ali!"
.
"Subhanallah", sahut Imam Ahmad. "Menurutmu dengan ucapan siapa lagi dia akan berhujjah? Bukankah satu-satunya Khulafaur Rasyidin yang menghadapi bughat adalah Sayyidina 'Ali?"
.
Imam Yahya ibn Ma'in pun terdiam.
.
Ketika di kali lain Yahya menegur Imam Ahmad karena menuntun baghal Imam Asy Syafi'i dari gerbang kota Baghdad hingga rumahnya sebagai perendahan ilmu hadits, Imam Ahmad menjawab, "Katakan pada Yahya. Jika dia ingin meraih kemuliaan yang kudapatkan ini, marilah ke sini. Aku tuntun baghal Asy Syafi'i di sebelah kiri, biar dia menuntun di sebelah kanannya lagi."
.
Waktu berlalu dan Asy Syafi'i wafat lalu fitnah khalqil Quran oleh Mu'tazilah terjadi sejak masa Al Makmun, Al Mu'tashim, hingga Al Watsiq. Hanya Imam Ahmad berhasil teguh bersama kebenaran meski tercambuk petang dan pagi sementara 'Ulama-'ulama lain termasuk Imam Yahya ibn Ma'in menyerah dan mengatakan kalimat munkar dalam paksaan.
.
Kelak ketika ditanya lagi tentang Imam Asy Syafi'i, Yahya ibn Ma'in akan menitikkan airmata dan berkata, "Sudahlah biarkan kami.. Asy Syafi'i adalah orang yang seandainya dusta itu perkara yang dihalalkan, dia tetap akan jujur karena amat menjaga kehormatan."

Mengukur Kecerdasan Anak




Di papan tulis, saya menggambar sebatang pohon kelapa di tepi pantai, lalu sebutir kelapa yang jatuh dari tangkainya. Kemudian saya bercerita tentang 4 anak yang mengamati fenomena alam jatuhnya buah kelapa ditepi pantai itu.

Anak ke 1 : dengan cekatan dia mengambil secarik kertas, membuat bidang segi tiga, menentukan sudut, mengira berat kelapa, dan dengan rumus matematikanya anak ini menjelaskan hasil perhitungan ketinggian pohon kelapa, dan energi potensial yang dihasilkan dari kelapa yang jatuh lengkap dengan persamaan matematis dan fisika.
Lalu saya tanya ke siswa saya? Apakah anak ini cerdas?...dijawab serentak sekelas..iya...dia anak yang cerdas sekali.
Lalu saya lanjutkan cerita

Anak ke 2: dengan gesit anak ke dua ini datang memungut kelapa yang jatuh dan bergegas membawanya ke pasar, lalu menawarkan kepedagang dan dia bersorak..yesss...laku Rp 8.000. 
Kembali saya bertanya ke anak anak dikelas..apakah anak ini cerdas?...anak-anak menjawab iyaa...dia anak yang cerdas.
Lalu saya lanjutkan cerita

Anak ke 3: dengan cekatan, dia ambil kelapanya kemudian dia bawa keliling sambil menayakan, pohon kelapa itu milik siapa? Ini kelapanya jatuh mau saya kembalikan kepada yang punya pohon.
Saya bertanya kepada anak-anak...apakah anak ini cerdas?...anak anak mantap menjawab..iya..dia anak yang cerdas
Saya pun melanjutkan cerita ke empat

Anak ke 4: dengan cekatan, dia mengambil kelapanya kemudian dia melihat ada seorang kakek yang tengah kepanasan dan berteduh dipinggir jalan. "Kek, ini ada kelapa jatuh, tadi saya menemukannya, kakek boleh meminum dan memakan buah kelapanya". 
Lalu saya bertanya...apakah anak ini, anak yang cerdas? Anak-anak menjawab, yaa..dia anak yang cerdas

** Anak-anak menyakini bahwa semua cerita diatas menunjukan anak yang cerdas. 

** Mereka jujur mengakui bahwa setiap anak memiliki kecerdas-unikannya. Dan mereka ingin dihargai kecerdas-uniknya tersebut. Namun...yang sering terjadi..kita para orang tua dan pendidik, menilai kecerdasan anak hanya dari satu sisi, yakni kecerdasan anak pertama, kecerdasan akademik, Lebih parahnya, kecerdasan yang dianggap oleh negara adalah kecerdasan anak pertama yang diukur dari nilai saat mengerjakan UN. Sedang....Kecerdasan finansial (anak no 2), kecerdasan karakter (anak no 3) dan kecerdasan sosial (anak no 4). Belum ada ruang yang diberikan negara untuk mengakui kecerdasan mereka, mereka adalah anak kandung negera yang belum diberi ruang untuk diakui.
Saya jadi ingat, cerita ini, dulu sering kami jadikan olok olokan saat SMA. Antara anak IPA dan anak IPS, siapa yang sebenarnya cerdas?
Bapak ibu...anak bapak ibu semuanya adalah anak anak yang cerdas dengan keunikan kecerdasannya masing masing...hargai dan jangan samakan dengan orang lain atau bahkan dengan diri anda sendiri.

# Mari hargai kecerdasan anak kita masing masing, dan siapkan mereka untuk zaman dimana mereka akan hidup kelak.

ORANG BAIK ITU BANYAK TEMAN, TETAPI PENYERU KEBAIKAN AKAN BANYAK MUSUH



Imam Ibnu Qudamah pernah di tanya : 

"Apa bedanya Orang Baik (Sholeh) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)...?"  

Beliau menjawab : 
  الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره. 
1. Orang Baik (Sholeh), melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan Penyeru Kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan juga untuk orang lain. 

 الصالح تحبه الناس. والمصلح تعاديه الناس . 
 2. Orang Baik di cintai manusia, Penyeru Kebaikan di musuhi dan dibenci oleh banyak manusia.  

Beliau di tanya lagi oleh muridnya : 
"Kenapa demikian.. ?"  

Jawabnya : 
"Rasulullah saw sebelum di utus sebagai Rasul, Beliau di cintai oleh kaumnya karena Beliau adalah orang baik bahkan sampai dijuluki al Amin.. Namun ketika Allah swt mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhi dan membenci dengan menggelarinya sebagai tukang sihir, pendusta, gila dan lainnya."

Ibnu Qudamah kemudian menambahkan : "Karena Penyeru Kebaikan menyikat batu besar "nafsu angkara" dan memperbaikinya dari "kerusakan". Itulah sebabnya kenapa sayidina Luqman Al-Hakim menasehati anaknya agar "BERSABAR" ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan.  

Di sebutkan dalam Al-Qur'an :
 يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك.  
"(Lukman berkata) : Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yg menimpamu." (QS. Luqman : 17) 

Berkata Ahlul 'Ilmi : "Satu penyeru kebaikan lebih di cintai Allah swt daripada ribuan orang baik (yang tdk menyerukan kebaikan)."

Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah swt menjaga ummat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri. Maka, sungguh beruntung orang yang mengambil peran sebagai Penyeru Kebaikan, karena dia menjadi penerus tugas Rasulullah saw, sebagai pengemban dakwah...

  في اي ارض تطأ فأنت مسؤول عن اسلامها  
"Dimanapun engkau berada maka engkau bertanggung jawab atas Islam di tempatmu"

4 Tahap Menuju Kebahagian Hakiki

 


Ketika miliarder Nigeria Femi Otedola dalam sebuah wawancara telepon, ditanya oleh presenter radio, "Tuan, apa yang Anda ingat yang membuat Anda menjadi pria paling bahagia dalam hidup?"

Femi berkata:

"Saya telah melalui 4 tahap kebahagiaan dalam hidup dan akhirnya saya mengerti arti kebahagiaan sejati.

"Tahap pertama adalah mengumpulkan kekayaan dan sarana. Tetapi pada tahap ini saya tidak mendapatkan kebahagiaan yang saya inginkan.

"Kemudian datanglah tahap kedua pengumpulan barang-barang berharga dan barang-barang. Tetapi saya menyadari bahwa efek dari hal ini juga bersifat sementara dan kilau dari hal-hal yang berharga tidak bertahan lama.

“Kemudian datanglah tahap ketiga mendapatkan proyek besar. Saat itulah saya memegang 95% pasokan solar di Nigeria dan Afrika. Saya juga pemilik kapal terbesar di Afrika dan Asia. Tetapi bahkan di sini saya tidak mendapatkan kebahagiaan yang saya bayangkan.

“Tahap keempat adalah saat teman saya meminta saya untuk membelikan kursi roda untuk beberapa anak cacat. Hanya sekitar 200 anak.

“Atas permintaan teman, saya langsung membeli kursi roda.

“Tetapi teman itu bersikeras agar saya pergi bersamanya dan menyerahkan kursi roda kepada anak-anak. Aku bersiap dan pergi bersamanya.

“Di sana saya memberikan kursi roda ini kepada anak-anak ini dengan tangan saya sendiri. Saya melihat pancaran kebahagiaan yang aneh di wajah anak-anak ini. Saya melihat mereka semua duduk di kursi roda, bergerak dan bersenang-senang.

“Seolah-olah mereka telah tiba di tempat piknik di mana mereka berbagi kemenangan jackpot.

“Saya merasakan sukacita NYATA di dalam diri saya. Ketika saya memutuskan untuk pergi, salah satu anak memegang kaki saya. Saya mencoba membebaskan kaki saya dengan lembut tetapi anak itu menatap wajah saya dan memegang kaki saya dengan erat.

“Saya membungkuk dan bertanya kepada anak itu: Apakah kamu membutuhkan sesuatu yang lain?

“Jawaban yang diberikan anak ini kepada saya tidak hanya membuat saya bahagia tetapi juga mengubah sikap saya terhadap kehidupan sepenuhnya. Anak ini berkata:

"Saya ingin mengingat wajah Anda sehingga ketika saya bertemu Anda di surga, saya akan dapat mengenali Anda dan berterima kasih sekali lagi.’”

*Kemurah hatian adalah bahasa yg bisa didengar oleh orang tuli dan dilihat oleh orang buta*

Hasan Al Banna : Menang dan Kalah


MENANG & KALAH



وَلَقَدْ كُنْتُ، وَمَا زِلْتُ أَقُوْلُ لِلْإِخْوَانِ فِيْ كُلِّ مُنَاسَبَةٍ أَنَّكُمْ لَنْ تُغْلَبُوْا أَبَدًا مِنْ
أ- قِلَّةِ عَدَدِكُمْ
ب- وَلَا مِنْ ضَعْفِ وَسَائِلِكُمْ
ت- وَلَا مِنْ كَثْرَةِ خُصُوْمِكُمْ
ث- وَلَا مِنْ تَآلُبِ الْأَعْدَاءِ عَلَيْكُمْ، وَلَوْ تُجْمِعُ أَهْلُ الْأَرْضِ جَمِيْعًا، مَا اسْتَطَاعُوْا أَنْ يَنَالُوْا مِنْكُمْ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُم
.
Sejak dulu, dan tiada henti selalu kukatakan kepada Ikhwan sekalian, dalam setiap kejadian, bahwa kalian selamanya tidak akan terkalahkan dengan sebab:
.
1. Sedikitnya jumlah
2. Lemahnya sarana
3. Banyaknya lawan
4. Konspirasi para musuh, bahkan seandainya seluruh penghuni bumi bersepakat, mereka takkan mampu menimpakan apapun kepada kalian kecuali yang telah ditetapkan Allah.
.

وَلَكِنَّكُمْ تُغْلَبُوْنَ أَشْنَعَ الْغَلَبِ، وَتَفْقِدُوْنَ كُلَّ مَا يَتَّصِلُ بِالنَّصْرِ، بِسَبَبِ إِذَا
أ- فَسَدَتْ قُلُوْبُكُمْ
ب- وَلَمْ يُصْلِحِ اللهُ أَعْمَالَكُمْ
ت- أَوْ إِذَا تَفَرَّقَتْ كَلِمَتُكُمْ، وَاخْتَلَفَتْ آرَاؤُكُمْ
.
Namun kalian akan terkalahkan dengan telak dan nista, serta kehilangan segala yang berhubungan dengan kemenangan, apabila:
.
1. Hati kalian rusak.
2. Allah tidak lagi memperbaiki amal kalian.
3. Atau kalimat kalian telah terpecah belah, dan pandangan kalian telah saling berselisih.
.

أَمَّا مَا دُمْتُمْ 
أ- عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ
ب- مُتَّجَهٍ إِلَى اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
ت- آَخِذٍ فِيْ سَبِيْلِ طَاعَتِهِ
ث- سَائِرٍ عَلَى نَهْجِ مَرْضَاتِهِ
.
فَلَا تَهِنُوْا أَبَدًا، وَلَا تَحْزَنُوْا أَبَدًا، وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ شَاءَ اللهُ، وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ 
.
Adapun jika kalian selalu:
.
1. Satu hati
2. Berorientasi kepada Allah
3. Berjalan pada jalan ketaatan kepadaNya
4. Berjalan di atas manhaj meraih ridhaNya
.
Maka, kalian tidaklah menjadi hina selamanya, tiada kan berduka selamanya, dan kalian selalu berada pada kedudukan tertinggi insyaallah, dan Dia akan selalu bersama kalian, 
.
وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
.
“Allah selalu bersama kalian, Dia sama sekali tak mengurangi pahala 'amal kalian.” (QS Muhammad: 35) 

Sumber:
.
(كتاب منهج الإصلاح والتغيير: ٣٥)