This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Isabella. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Isabella. Tampilkan semua postingan

RATU ISABELLA DAN SISI KELAM RECONQUISTA DI ANDALUSIA

Ratu Isabella, Di belakang namanya yang indah, ternyata meninggalkan catatan gelap sejarah gelap kemanusiaan dan  berdarah dalam umat Islam?

Isabella dari Castille, lahir pada 22 April dan meninggal pada 26 November 1504. Dia adalah aktor utama di balik berakhirnya pengaruh politik dan sosial Islam di Spanyol dengan jatuhnya Kota Granada di tangannya.

Dia dan suaminya, Raja Ferdinand II dari Aragon, mengadu keluarga kerajaan Bani Ahmar di Granada sehingga rusaknya persatuan kerajaan dan pada akhir cerita, umat Islam harus meninggalkan tanah Andalusia untuk selamanya.

Para uskup dan imam juga menyebut Isabella sebagai "The Catholik", karena ia terkenal dengan gerakan Reconquistanya untuk memaksa umat Islam untuk murtad atau mengusir mereka dari negeri mereka Andalusia.  Salah satu kejahatannya adalah pembantaian 140 ribu Muslim yang sedang digiring dalam perjalanan untuk keluar dari negara Andalusia.

Sejarah membuktikan bahwa Isabella adalah pelaku "Pengadilan Inkuisisi", sebuah agenda penyiksaan terhadap umat Islam yang menolak kemurtadan.  Awalnya Isabella mengizinkan Muslim dan Yahudi untuk beribadah sesuai dengan kepercayaan mereka.  Tetapi, akhirnya Isabella dan para pemimpin Spanyol mengkhianati perjanjian itu dan mereka mengumumkan dua pilihan untuk pemegang keyakinan Islam dan Yudaisme.  Satu, tetap di Spanyol tetapi harus masuk Kristen, pilihan kedua adalah meninggalkan Spanyol tanpa membawa apa-apa jika tetap berpegang pada keyakinan awal mereka.  Jika menolak akan dihabisi.

Penyiksaan yang terjadi di "Pengadilan Inkuisisi" dapat dilihat sebagai 'inspirasi' untuk film sadis, ketika menyiksa korbannya.  Mulai dari gergaji, pembakaran hidup-hidup, tang, peti berduri dan hal-hal menakutkan lainnya.

Berikut adalah potret ilustrasi kekejaman dari inkuisisi.