This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

konspirasi ekonomi Global



Dulu saya termasuk orang yang nggak percaya juga dengan konspirasi. Bagi saya ada kelompok 1% manusia yang menguasai 99% kekayaan di dunia itu hanya bohongan belaka. Cuma dongeng yang sering digosipkan sejak di bangku kuliah, teman mengerjakan tugas, teman bercanda bareng di sela-sela jam perkuliahan.

Dulu saya anggap semua itu mitos. Sampai akhirnya ada seorang trader forex kawakan yang berbicara mengenai pandemi saat ini dengan kaitannya dengan campur tangan elit global. Trader ini menjelaskan dengan sangat fasih disertai data-data keuangan yang akurat.

Dari situ saya mulai berpikir, trader ini bukan orang bodoh. Apalagi dia sudah berpengalaman sejak awal tahun 2000-an bermain saham, forex, dan trading emas. Pengalamannya pasti banyak. Begitu juga dengan analisa ekonomi dan geopolitiknya.

Begitu pula ketika saya ngobrol sama teman saya yang berprofesi sebagai pengusaha. Yah memang benar jika ada kelompok 1% manusia yang mengendalikan 99% kekayaan di bumi, mengontrol 99% kehidupan manusia, memiliki kekuatan yang sangat powerful untuk menentukan negara mana yang ekonominya harus dikembangkan dan negara mana yang ekonominya harus ditahan.

Berprofesi sebagai pengusaha tentunya tidak lepas dari kajian ekonomi dan politik dunia. Karena apa yang terjadi secara global, cepat atau lambat akan terjadi pula efeknya di Indonesia. Informasi-informasi begini selalu mereka buru sebagai kajian dan ancang-ancang, kapan mereka bisa ekspansi bisnis mereka, kapan mereka bisa menahan uang mereka dan menabung.

Contoh seperti saat Covid-19 begini. Tentu ada sekelompok kecil pengusaha di sini yang sudah "aware" tentang potensi sebuah restart ekonomi, dimulai dari ketegangan China dan Amerika Serikat sejak perang dagang tahun lalu.

Peringatan resesi global sudah mulai digaungkan di grup-grup eksklusif tempat para pengusaha ini berkumpul. Dan pasti ada di antara mereka yang mulai mengetatkan ikat pinggang dan menabung. 

Jangan dulu ekspansi, karena China dan Amerika Serikat tensinya sedang tinggi. Pasti akan segera berimbas ke perlambatan ekonomi, termasuk di Indonesia. Ekspansi bisnis harus dipertimbangkan dulu sampai menunggu tensi kedua negara raksasa ini turun.

Ketika trader kawakan itu membuat sebuah prediksi, jauh sebelum terjadi bencana pandemi Covid-19, dia meramalkan akan terjadi sebuah economy big start dalam waktu dekat. Dulu tak banyak orang yang mengindahkannya.

Dan lucunya, trader ini malah banjir hujatan, dianggap sedang berhalusinasi dan ngawur.

Orang-orang tetap menghabiskan uang, tanpa mengetatkan ikat pinggang untuk menabung. Bagi yang punya bisnis, tetap berinvestasi ke bisnis baru atau ekspansi bisnis. Bagi yang merasa gajinya sudah mapan, mulai belanja barang-barang mewah, mulai kredit KPR, dan masih banyak lagi.

Bagi mereka-mereka yang menganggap remeh, tentunya prediksi dari trader kawakan itu hanya prediksi angin lalu. Mungkin dampaknya tidak akan sebesar yang diperingatkan. Ah ... lanjut bangun bisnis lagi. Lanjut kerja lagi. Dunia sedang baik-baik saja kok.

Tapi ternyata peringatan trader itu jadi kenyataan. Awal 2020 Covid-19 benar-benar menjadi pandemi global. Seketika semua rencana berubah dalam waktu beberapa hari saja. Keputusan lockdown, penurunan minat pasar untuk belanja, dan terhentinya mobilitas orang-orang sukses membuat banyak bisnis ambyar.

Peringatan trader itu menjadi kenyataan. Terjadi economy big start. Ekonomi akan di-restart. Ekonomi kembali dimulai dari 0.

Dan ternyata cara mereka, para elite global, melakukan big start adalah melalui virus ini. Mayoritas bisnis jadi mandeg. Bagi yang masih bertahan, perlahan-lahan mengalami penurunan omset. Dalam waktu 2 bulan saja sejak pandemi Covid datang ke Indonesia, sudah banyak bisnis yang terpaksa tutup, baik sementara atau permanen.

Banyak karyawan terpaksa di PHK. Sebagian banyak yang unpaid leave juga, alias cuti tanpa menerima bayaran sepeserpun.

Ambyar, dalam waktu beberapa hari saja.

Bagaimana dengan nasib trader tersebut? Berikut orang-orang yang mendengar nasihat trader tersebut? Mungkin mereka sudah menyiapkan tabungan. Walaupun pasar saham dan valuta asing juga hancur-hancuran, tapi mereka sudah hafal permainan para elit. Mereka mungkin bisa bertahan dengan ilmu yang sudah kenyang mereka praktekkan selama bertahun-tahun.

Buat kita-kita yang nggak tahu ilmu tersebut, tentu saja kelabakan. Panik dan stress mendadak.

Semua karena kita selama ini menutup mata tentang apa yang sedang terjadi di luar sana.

Indonesia mungkin baik-baik saja sebelum ini. Tapi kita tak pernah tahu bahwa di luar sana, ada beberapa tangan yang sedang bekerja memutuskan kapan harus menjatuhkan pasar saham, kapan harus tarik uang dari bank-bank, negara mana yang harus dinaikkan tensinya, negara mana yang harus tetap adem ayem. Bukan perkara sulit buat mereka, wong mereka itu bandarnya.

Sama seperti dulu Nathan Rothschild membalik ekonomi Eropa menjadi kolapse hanya dalam waktu semalam saja. Nathan Rothschild adalah bandarnya.

Ia memanfaatkan situasi perang negara-negara Eropa melawan Napoleon di abad 19. Setelah Perang Waterloo selesai, Nathan Rothschild segera menjual semua saham dan surat utang pemerintah. Hanya dalam semalam ekonomi kolaps.

Mungkin situasi saat itu bisa dikatakan mirip seperti situasi saat ini. Jika dulu perang dijadikan sebagai media economy restart, kalau sekarang virus yang dijadikan economy restart.

Apa buktinya? Begitu Covid-19 ditetapkan jadi pandemi global, pasar keuangan dunia langsung jeblok. Saham dan surat utang pemerintah pada dijualin. Yang kompakan menjual berbarengan siapa? Ya merekalah yang jadi bandar. Investor jadi merugi. 

Tapi tentunya ada yang tidak merugi. Ya mereka-mereka lagi. Mereka telah mengetahui jika Virus menyebar dan banyak negara lockdown, mereka akan menjual semua saham dan surat utang pemerintah, termasuk emas dan komoditi lainnya, sehingga pasar keuangan jeblok. Investor menjerit, uang yang terlanjur diinvestasikan melayang karena harga saham dan bond ikutan anjlok. Tapi mereka untung banyak, para elite ini untung banyak. karena mereka menjual saat harga saham dan valuta asing sedang bagus-bagusnya.

Semua pemain rugi bandar, kecuali mereka. Sebenarnya tidak rugi, hanya kekayaan berpindah ke tangan mereka saja.

Jika sebelum Covid kekayaan di dunia banyak tersebar ke orang-orang di seluruh penjuru dunia, begitu ada virus ini, mereka dengan cepat mengambil kembali kekayaan yang tersebar tadi. Jual berbarengan, pasar keuangan langsung anjlok. Investor menjerit, tapi mereka untung melimpah.

Begitulah cara mereka bermain. Mirip seperti yang Nathan Rothschild lakukan di abad ke-19. Kekayaan kerajaan Inggris berpindah ke tangan keluarga dia dalam waktu semalam saja.

Setelah itu, economi akan kembali menjadi 0. Semua harus kembali bekerja dari awal, mengumpulkan pundi-pundi kekayaan kembali. Setelah Covid-19 berakhir, masyarakat harus hidup dan bekerja mengais-ngais rejeki kembali. Jika nanti dirasa seluruh umat manusia sudah banyak yang makmur, maka economy restart akan kembali terulang.

Nanti, bisa belasan atau puluhan tahun setelah ini.

Bagi kita kelompok 99% penduduk bumi, kita mengalami economy restart. Bagi mereka, ya mengambil kembali kekayaan ke tangan mereka saja, sih

Apakah ada kelompok 99% yang termasuk golongan "bottom of pyramid" yang selamat dari kepanikan finansial akibat Corona ini? Ada...

Sudah saya bilang, yang selamat ya mereka-mereka yang tahu tentang pergerakan ekonomi dan politik dunia. Karena itu mempelajari beginian bukan lagi untuk bahan gosip atau pengisi waktu luang.

Mereka nyata, dan betul-betul bekerja tanpa kita ketahui. Sejarah selalu terulang. Polanya sama. Hanya medianya saja yang mungkin berbeda.

Lalu kenapa mereka tidak pernah terekspos ke media? Siapa sih mereka? Kenapa misterius sekali? Kenapa identitas mereka disembunyikan? Dan bagaimana bisa kelompok 1% ini kompakan mengatur tatanan dunia dan bisa menyulap ekonomi dunia menjadi runtuh hanya dalam waktu singkat?

Itulah fungsi persaudaraan. Jangan dikira kelompok 1% ini tersebar. Memang secara domisili mereka tersebar. Tapi secara persaudaraan mereka ini satu.

Mereka berkumpul dalam satu persaudaraan yang memang sangat erat, rahasia, dan misterius. Yang tahu ya hanya mereka-mereka sendiri yang benar-benar mengendalikan tatanan dunia.

Mereka bertemu untuk membicarakan kapan dunia harus direstart, negara mana yang harus dibuat perang, sumber daya alam vital daerah mana yang harus mereka kuasai, mata uang mana yang harus dipertahankan, mata uang negara mana yang harus dihancurkan, kapan pasar keuangan dijatuhkan, dan terakhir .... Kapan ibu kota untuk seluruh dunia (dalam satu tatanan) bisa dibuka dan dioperasikan?

Dan mereka menguasai media. Ketika kamu menguasai media, menjadi pemegang saham mayoritas dari media-media besar, maka kamu bebas mengatur berita apa yang kamu sajikan kepada masyarakat.

Itulah mengapa bukan nama-nama mereka yang terpajang di media massa, sebagai nama-nama orang paling kaya di dunia yang bahkan kekayaan mereka saja bisa membeli negara dalam waktu semalam saja.

Mereka memilih orang-orang di bawah mereka, seperti Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, Elon Musk, dan Bill Gates, untuk tampil sebagai penyandang daftar manusia terkaya di dunia.

PS : Ada alasan mengapa identitas mereka tetap harus dirahasiakan dari publik. Apa alasannya? Saya akan jelaskan di video-video selanjutnya.

Oh ya ada lagi prediksi dari trader kawakan itu yang sudah dia sampaikan jauh sebelum Covid-19 muncul dan menjadi kenyataan saat ini.

Apa prediksinya?

Setelah Covid-19 jadi pandemi, ada satu krisis lagi yang harus dihadapi setiap negara-negara di dunia ini, selain krisis ekonomi. Yakni debt crisis atau krisis hutang.

Setiap negara akan berlomba-lomba mencari hutang. Entah dengan menerbitkan bond lebih banyak, atau berhutang langsung ke lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF dan World Bank.

Pertanyaannya, jika ratusan negara di dunia ini mengajukan hutang dalam waktu bersamaan, apakah cadangan uang di IMF dan World Bank cukup untuk menghutangi negara-negara ini?

Oh iya lupa, setelah kejatuhan pasar keuangan di awal pandemi Corona tadi, bukan berarti pasar keuangan sedang merugi.

Tidak ada istilah kerugian, hanya perpindahan kekayaan saja. Pertanyaannya, jika ada pihak yang panen kekayaan besar-besaran dari kejatuhan pasar keuangan global, ke mana lagi mereka menginvestasikan uangnya jika bukan pada utang?

Negara kelimpungan mengatasi pandemi, di tengah ancaman krisis ekonomi, PHK rakyat, dan kerugian finansial, mereka yang mendapatkan keuntungan dari bunga utang pasca pandemi.

Sekali lagi, tetap ada kelompok 99%, kelompok "bottom of pyramid", yang selamat dari economy restart ini. Yakni mereka-mereka yang mau melek terhadap perekonomian dan perpolitikan global, dan sudah bersiap-siap bahkan sebelum para elit mengeksekusi protokol mereka.

Jadi yang benar "Teori Konspirasi" atau "Fakta Konspirasi"?

Oh iya, ada lagi ekonom dan pengamat geopolitik yang memberi peringatan sejak Covid-19 belum muncul di Wuhan.

Setelah perang dagang, biasanya akan diikuti dengan perang militer. Jika kita telusuri sejarah Perang Dunia I & II, dan perang-perang antar negara lainnya, sebelumnya selalu diawali dengan konflik dagang. By the way, Amerika Serikat dan  China sudah makin naik tuh tensinya sejak perang dagang tahun 2019 lalu. Kira-kira kelanjutannya gimana yah? Pada akhirnya, hal-hal yang sering kita labeli sebagai konspirasi akan kembali lagi ke diri kita sendiri. Boleh percaya boleh tidak.

Yang jelas, tidak ada ruginya jika kamu mengetahui kondisi perpolitikan dan ekonomi global. Plus, paham sejarah ekonomi dan politik dunia bekerja.

***

Pemimpin Ideal ? = Respected Leader vs Popular Leader



Pemimpin Yang Lahir Secara Alamiah Berdasarkan Value System Yang Terbentuk Dalam Sebuah Proses Dialektika (Revolusi), Akan Melahirkan Sosok Pemimpin Yang Disebut "Respected Leader"

Pemimpin Yang Muncul Dan Diorbitkan Berdasarkan Price System Yang Dibentuk Melalui Sebuah Proses "Artificial" Dengan Menggunakan Event Organizer, Lembaga Survey, Televisi Dan Media, Akan Melahirkan Sosok Pemimpin Yang Disebut Sebagai "Popular Leader"

Respected Leader Berjuang Untuk Mencapai Visi & Misi. 
Popular Leader Berjuang Untuk Mencapai Posisi & Ambisi.

Respected Leader "Mengendalikan Situasi", Popular Leader "Dikendalikan Oleh Situasi".

Respected Leader "Berpikir & Bertindak Untuk Orang Lain". Popular Leader "Berpikir & Bertindak Untuk Dirinya Sendiri"

Respected Leader "Berkorban Untuk Orang Lain". Popular Leader, :Membuat Orang Lain Yang Menjadi Korban".

Respected Leader "Memotivasi Rakyatnya:, Popular Leader "Menipu Rakyatnya"

Respected Leader "Diakui", Popular Leader "Dipuji", 

Respected Leader Sebagai "Tuntunan & Panutan . Popular Leader Sebagai "Tontonan & Hiburan"

Sejak Reformasi, Lahirnya Seorang Pemimpin Ditentukan Berdasarkan "Price System" Dengan Proses Artificial Melalui Team Sukses, Consultant, Event Organizer. Sehingga Pemimpin Yang Terbentuk Adalah "Popular Leader"

Peran Negara Dalam Membentuk Karakter Pemimpin Digantikan Oleh Peran Pengusaha. Akhirnya Pengusaha Yang Mengatur Penguasa. Akibatnya "Pejabat Menjadi Penjahat" Dan "Penjahat Menjadi Pejabat"

Pemimpin Itu Berpikir & Bertindak Untuk Orang Lain Tapi Memutuskan Atas Nama Dirinya. Pemimpin Itu "Fungsi" Bukan "Posisi". Pemimpin Itu Hanya Satu Dan Pemimpin Itu Seorang Diri.

Pemimpin Itu Adalah Diktator & Otoriter Karena Keputusannya Hanya Satu Dan Hanya Dia Yang Bisa Mengambil Keputusan. "Rakyat Tidak Perduli Apakah Pemimpin Itu Diktator Atau Otoriter, Bagi Rakyat Yang Penting Bahwa Setiap Keputusan Pemimpin Itu Berpihak Pada Rakyat Dan Orang Banyak"

Sejak Reformasi, Rakyat Selalu Tertipu Dan Salah Dalam Memilih Pemimpin. Tapi Jangan Disalahkan Karena Rakyat Hanya Bisa Menilai Prilaku Pemimpin Dari Televisi, Media Cetak Dan Media Elekronik, Bukan Dari Prilaku Yang Sesungguhnya. Oleh Sebab Itu Diperlukan MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) Sebagai Representasi Rakyat Dalam Memilih Pemimpin. 

Tetapi sayangnya Peran MPR Saat Ini Telah Hilang Dan Diganti Dengan 7 Komisioner KPU Yang Dipilih Melalui Voting Di DPR.

Jangan bicara soal negara jika tidak memahami hal ini, masihkah ada negara yg dahulu kalian kenal?

Soekarno, Hatta, Soeharto, Soedirman dan Sri Sultan HB IX adalah respected leader yang lahir secara alamiah dan terbentuk dalam situasi revolusioner. Soekarno dan Soeharto adalah pemimpin yang awal kepemimpinannya dipertanyakan kemudian dipuji akhirnya ditentang dan ketika tidak berkuasa lagi, kepemimpinanya diakui dan setelah mati sosoknya dirindukan. Tetapi Popular leader yang awal kepemimpinanya dipuja-puji kemudian diragukan kemampuannya, selanjutnya ditentang, karena masih juga tetap bertahan, akhirnya pribadinya dilecehkan, dicemooh dan ketika tidak berkuasa lagi, kepemimpinannya akan dilupakan dan dikubur dalam-dalam sebagai catatan sejarah kelam.

Reformasi melahirkan demokrasi yang membuat indonesia menjadi bukan negara demokrasi tapi menjadi negara bebas karena atas nama demokrasi, konstitusi dan hak asasi manusia, siapapun termasuk preman, pedagang dan penjahat bisa menjadi Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, dan pemimpin lainnya.

Di era orde lama dan orde baru, jika seseorang yang ingin menjadi pemimpin, maka akan timbul beberapa pertanyaan yang bersifat *value system:
Who Are You,!?
What Are You,!?
Where Are You.!?. etc..

Di era reformasi jika seseorang ingin menjadi pemimpin maka pertanyaan yang timbul hanya satu dan bersifat price system yaitu:
"How Much Do You Have a Money"

Perobahan yang mendasar dari peralihan Orde Lama dan Orde Baru ke Reformasi adalah bergesernya system bernegara dan berbangsa, dari Value System ke Price System. Dari nilai menjadi nominal, dari pemimpin yang negarawan menjadi pemimpin gerombolan, Dari pemimpin moral menjadi pemimpin kriminal dan dari pemimpin spiritual menjadi pemimpin ceremonial.

• Rakyatnya mencari kebenaran, pemimpinnya Menjawab Dengan Pembenaran.
• Rakyatnya mencari keadilan pemimpinnya melakukan kezholiman.
• Rakyatnya diminta untuk membela negara, pemimpinnya menjual negara.
• Rakyatnya dipaksa membayar pajak. Pemimpinnya dengan leluasa merampok uang Negara.
• Rakyatnya dipaksa untuk mematuhi hukum, pemimpinnya dengan leluasa membolak-balikan hukum.
• Rakyatnya merindukan suasana kehidupan yang pancasilais, pemimpinnya membubarkan organisasi atasnama Pancasila.

Di era Orde Lama dan Orde Baru, seorang pemimpin dinilai dari Bibit-Bobot-Bebet. Di era reformasi seorang pemimpin dinilai dari Bandar-Backing-Bonek. Secara konstitusi, moral dan etika, reformasi telah membuat negara Indonesia menjadi negara tidak bertuan dan tidak bertuhan karena semua hal dinilai dengan uang.

Saat ini, syarat untuk menjadi pemimpin yang sukses di Indonesia adalah : 
• Pura-pura tidak tau,
• Tidak mau tau,
• Tidak tau malu, 
• Tidak tau diri,
• Berani bohong dan berani nyolong.

Jika Orde Lama dan Orde Baru mengakibatkan korban jiwa, maka Reformasi mengakibatkan korban sakit jiwa dengan fenomena yang menghasilkan sosok pemimpin dan masyarakat yang gila jabatan, gila pangkat dan attribute, gila survey, gila presiden, gila pencitraan dan gila-gila yang lainnya.

- 1965 Ibu Pertiwi Hamil Tua
- 1998 Ibu Pertiwi Diperkosa
- 2017 Ibu Pertiwi Gila.

untuk melakukan penyelamatan NKRI maka selamatkan pemilih dari pemimpin yang diorbitkan.

Ma'ruf Amin Akan Di Ganti ?!



Oleh: Dr.Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Dеѕаѕ dеѕuѕ, Mаkruf Amіn akan dіgаntі. Mаkѕudnуа, dіlеngѕеrkаn dari kurѕі wapres. Iѕunуа makin santer. Bаhkаn kаbаrnуа, ѕеkеnаrіо ini ѕudаh dіrеnсаnаkаn sebelum Pіlрrеѕ 2019. Nаmаnуа jugа kаbаr. Bіѕа bеnаr, bіѕа tіdаk.

Dаrі sisi politik, jіkа bеnаr, kаbаr іnі tak terlalu mengejutkan. Sebab, роѕіѕі Makruf Amіn lеmаh. Tіdаk punya раrtаі, dаn dianggap tidak sepenuhnya mеrерrеѕеntаѕіkаn kереntіngаn Nahdhiyin, оrgаnіѕаѕі аѕаl Kіуаі Mаkruf іnі.

Mеnjаdі wapres, tapi Mеntеrі Agаmа malah lepas dаrі NU. Kеrjа dаn dukungan PBNU untuk kemenangan Jоkоwі-Mаkruf tоtаl. Tapi, kоmреnѕаѕі уаng diberikan kepada NU tаk ѕеbаndіng.

Sеbаgаі vote gеttеr, ріlіh Mаkruf Amin ѕеbаgаі Cаwарrеѕ сukuр еfеktіf. Kantong ѕuаrа Nahdhiyin bіѕа dіаmbіl. Terutama untuk mеngіmbаngі suara umat Iѕlаm уаng anti tеrhаdар Jоkоwі. Khuѕunуа di Jаwа Tеngаh dаn Jаwа Tіmur.

Jika Mаkruf Amіn dіgаntі, bagaimana rеѕроn PKB dan PBNU? Yаng раѕtі, Mаkruf Amin tіdаk mеwаkіlі PKB. PKB рunуа jatah ѕеndіrі dі kаbіnеt. Untuk PBNU, jіkа роѕіѕі Mеntеrі Agаmа kеmbаlі dіѕеrаhkаn kераdа kаdеr NU, іnі аkаn melegakan. Proporsional! Sеbаb, banyak gаrараn Kemenag itu аdа di wіlауаh NU.

Mungkіnkаh роѕіѕі wарrеѕ ditukargulingkan dеngаn Mеnаg? Sepertinya PBNU tаk kеbеrаtаn. Sеbаb, pegang Kеmеnаg bаgі NU bisa jаdі lеbіh bаnуаk manfaatnya dаrі раdа роѕіѕі wарrеѕ.

Lаlu, ара аlаѕаn kоnѕtіtuѕіоnаl mengganti Makruf Amin? Mengundurkan dіrі dengan alasan udzur іtu dіbеnаrkаn оlеh kоnѕtіtuѕі. Sіmрlе!

Sіара уаng menggantikannya? Yаng pasti bukan Muhаіmіn Iskandar (Cak Imin) аtаu Kiyai Sаіd Aԛіl Sіrоj (SAS). Kаbаrnуа, аdа duа kandidat yang ѕеkаrаng ѕеdаng bersaing untuk mеngіnсаr роѕіѕі іtu. Sіара? Budі Gunawan dаn Prаbоwо Subіаntо.

Budі Gunаwаn оrаng dekat Mеgаwаtі, kеtuа umum PDIP. PDIP сukuр bеѕаr jumlаh kurѕіnуа dі DPR jika nanti terjadi реmіlіhаn dі parlemen. Tарі, Jоkоwі nampaknya lebih ѕrеg kе Prаbоwо Subіаntо untuk mеndаmріngі dіrіnуа.

Kenapa? Pеrtаmа, ѕеlаmа іnі Jоkоwі ѕеlаlu berhasil menghindari kорtаѕі Mеgаwаtі. Pіlіhаn ke Luhut Bіnѕаr Panjaitan (LBP) ѕеlаmа duа periode kepemimpinannya adalah bentuk nуаtа dari upaya Jokowi mеnghіndаrі kорtаѕі Mega. Sementara BG оrаng Mеgа.

Kеduа, Prаbоwо tаk dіrаgukаn loyalitasnya kepada аtаѕаn. Jоkоwі tаk реrlu rіѕаu dan mеrаѕа khаwаtіr tеrhаdар Prаbоwо. Gаk аkаn mеnеlіkung аtаѕаn. LBP аdаlаh оrаng уаng kenal benar ѕіара Prabowo. Dituduh menelikung PKS dan Umat, itu soal уаng bеrbеdа. Kаrеnа PKS dаn Umаt bukаn atasan Prаbоwо. Inі уаng hаruѕ dіраhаmі.

Kеtіgа, Prаbоwо рunуа partai Gеrіndrа. Jumlаh kursinya jugа ѕіgnіfіkаn. Inі jugа bіѕа jadi alasan kenapa Prаbоwо mеmреrtаhаnkаn роѕіѕіnуа ѕеbаgаі Kеtuа Umum Pаrtаі Gеrіndrа. Sеlаіn аlаѕаn untuk persiapan pilpres 2024, Gеrіndrа akan di gаrdа tеrdераn untuk bасk uр Jоkоwі. Inі ѕеkаlіguѕ mеmbеrі pesan bahwa Jоkоwі mеrаѕа аmаn jіkа 2024 Prabowo jаdі рrеѕіdеn.

Kееmраt, Prаbоwо militer. Kеbеrаdааn mіlіtеr sebagai wapres аkаn menjadi реrіѕаі ѕааt Indonesia dihantam krіѕіѕ. Mеѕіn mіlіtеr bіѕа digunakan untuk mеnghаdаng jika terjadi demo bеѕаr-bеѕаrаn dі mаѕа krіѕіѕ.

Ingat, Indоnеѕіа sudah masuk mаѕа rеѕеѕі. Pertumbuhan еkоnоmі minus 5,32. Kabarnya bahkan lеbіh dаrі іtu. Akhіr tаhun ini nеgаrа kehabisan uang. Inі bіѕа jаdі gеjоlаk еkоnоmі уаng berefek pada gеjоlаk sosial dаn politik. Dі ѕіtu реrаn Prаbоwо yang bеrlаtаr bеlаkаng mіlіtеr mеnjаdі реntіng.

Siapa уаng akan mеnggаntіkаn роѕіѕі Mаkruf Amin аkаn bеrgаntung kеlіhаіаn kеduа partai besar іtu bеrmаnuvеr. Antara PDIP vѕ Gеrіndrа. Tapi, ada реrtаnуааn mеndаѕаr yang tak bоlеh diabaikan: apakah Mаkruf Amіn аkаn lеgоwо untuk mundur? Atau ѕеbаlіknуа, mаntаn kаdеr PPP dаn PKB іnі juѕtru bеrmаnuvеr untuk mеnggаntі presiden? Ingаt, роlіtіk іtu tidak lіnіеr. Aра уаng tаmраk dі реrmukааn dаn реrеnсаnааn, tаk ѕереnuhnуа akan jadi kеnуаtааn.

Jakarta, 10 Agustus 2020

SUDAHKAH ENGKAU BENAR-BENAR MERDEKA?

 

By. Satria hadi lubis

Sebuah meme yang konon merupakan perkataan Bung Karno mengusik kesadaran saya tentang apa arti merdeka. Meme tersebut berbunyi : "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri", kata Bung Karno.

Apa maksud Bung Karno dengan lebih susah melawan bangsamu sendiri daripada melawan penjajah? Mungkin, melawan penjajah lebih jelas mana lawan dan kawan. Tapi menghadapi bangsa sendiri lebih sulit. Tidak jelas mana lawan dan kawan. Bisa jadi dari bangsa sendiri muncullah para pengkhianat yang justru merusak bangsa itu sendiri.

Memang kemerdekaan sebuah bangsa malah bisa merusak bangsa itu sendiri jika kemerdekaan diartikan sebagai kebebasan berbuat apa saja untuk menyenangkan diri sendiri. Berbuat semau gue atas nama hak azasi manusia yg salah kaprah.

Kemerdekaan untuk bebas tanpa peduli dengan hak orang lain dan tatanan moral. Penganjur LGBT, seks bebas, dan pembuat karya-karya bebas moral adalah contoh dari mereka yang mengartikan kemerdekaan dalam arti salah. Begitu pun para koruptor, pengedar narkoba dan pelaku kriminal. Sadar atau tidak sadar, mereka turut andil menghancurkan bangsanya sendiri. Inilah mungkin yang dimaksud Bung Karno bahwa perjuangan menghadapi bangsamu lebih berat daripada melawan penjajah. Perjuangan untuk menghadapi mereka yang merusak makna merdeka sebagai kebebasan untuk menyenangkan diri sendiri.

Padahal, arti kemerdekaan yang sesungguhnya adalah kebebasan untuk kebahagiaan bersama. Tidak hanya diri sendiri yang senang dan bahagia, tapi juga orang lain. Orientasinya adalah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain agar orang lain bahagia. Sebab kalau orang lain senang (bahagia), maka kita juga akan bahagia.

Kemerdekaan dalam arti menyenangkan orang lain ini tidak hanya memuaskan hawa nafsu pribadi belaka. Ada nilai dan tatanan moral yang dipelihara untuk kebahagiaan bersama. Mereka inilah yang mengartikan kemerdekaan dalam arti yang lebih tepat.

Namun ada lagi satu jenis kemerdekaan yang mungkin sering dilupakan orang. Yakni kemerdekaan dalam arti bebas untuk menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah). Jika kemerdekaan untuk menyenangkan diri sendiri adalah kemerdekaan yang salah karena merusak nilai-nilai luhur bangsa. Kemerdekaan untuk menyenangkan (membahagiakan) orang lain adalah kemerdekaan yang benar, maka kemerdekaan untuk menyenangkan Allah saja (mencari ridho Allah) adalah kemerdekaan yang mulia.

Manusia yang mencari ridho Allah adalah manusia yang paling mulia dan paling merdeka di muka bumi. Sebab ia mampu membebaskan diri dari tuntutan hawa nafsu untuk menyenangkan diri sendiri. Juga mampu membebaskan diri dari tuntutan menyenangkan orang lain yang sering merusak keikhlasan. Ia hanya menyenangkan Allah saja, sehingga kemerdekaannya hanya dibatasi oleh aturan Allah saja. Tuhannya hanya satu.

Salah kaprah jika ada orang mengatakan bahwa mereka yang menyenangkan diri sendiri alias mempertuhankan hawa nafsu sebagai orang paling merdeka. Justru yang paling terjajah, karena tuntutan hawa nafsu itu banyak dan tak pernah puas. "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (Qs. 45 ayat 23).

Juga mereka yang orientasinya selalu menyenangkan orang lain. "Tuhannya" berubah menjadi orang-orang di sekitarnya yang banyak jumlahnya. Anak, isteri, atasan, teman, tetangga bisa menjadi "tuhan" yg harus disenangkan. Kemerdekaannya menjadi terbatas karena harus memenuhi tuntutan orang banyak. Mereka bisa bahagia tapi bukan bahagia yang tertinggi.

Jadi hanya orang-orang yang menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah) yang bisa memperoleh kebahagiaan tertinggi yakni ketenangan (muthmainnah). "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang" (Qs. 13 ayat 28). Jiwa mereka tenang karena merdeka dari banyak tuntutan. Hanya peduli dan memandang kepada satu tuntutan, yakni Allah swt. Bebas dari banyak rasa takut, gelisah dan kehilangan sebagai sebab ketidakbahagiaan.

Itulah sebabnya hanya mereka yang dipanggil untuk masuk surga. Sebab hanya mereka yang berhasil lulus "ujian". Yakni menjadi manusia merdeka dalam arti sesungguhnya. Menjadi manusia yang sesuai dgn misi penciptaannya, yaitu memiliki kebebasan dan menggunakan kebebasan tersebut dengan benar.

"Wahai ‘al-nafs al-mutmainnah’ (jiwa yang telah mencapai tahap ketenangan). Kembalilah kepada Rab (Tuhan) kamu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (hamba-hamba Allah). Dan masuklah ke dalam syurga-Ku" (Qs. 89 ayat 27-30).

Arogansi Dibalas Aliansi

Oleh: Jagarin Pane

Langkah mengedepankan otot militer yang diperlihatkan China telah memberikan persepsi arogansi dan mentang-mentang di mata dunia. Sekaligus membuka cakrawala pandang dunia internasional bahwa otot militer China harus dilawan dengan cara yang sama. Dan lebih spektakuler.

Ribut-ribut dengan India misalnya. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba China membuat gaduh perbatasan kedua negara.  Padahal border di pegunungan Himalaya itu sudah status quo selama setengah abad. Adu otot terjadi, adu jotos terlihat. Sangat memalukan. Dampaknya rakyat India benci banget sama China. 

Pemerintah India kemudian mempercepat proses pengadaan berbagai jenis persenjataan canggih. Lebih pas disebut mempersiapkan sebanyak mungkin alutsista untuk persiapan perang masa depan. Pemerintah dan rakyat India benar-benar marah terhadap perilaku provokasi tentara China. Hampir seratus pasukan kedua negara mati konyol karena saling adu jotos ala primitif.

Dengan Hongkong juga. Dengan Taiwan apalagi. Sudah puluhan tahun China menggertak Taiwan. Dan sepanjang semester I tahun 2020 ini China melakukan manuver militer di selat Taiwan. Yang tidak biasa, jet-jet tempur China daratan sudah berani menerobos teritori udara Taiwan. Dan itu dilakukan berulang kali.

Tapi Republik China Taipei tidak kalah gertak. Kecil-kecil cabe rawit.  Militer negeri Formosa itu langsung bereaksi dan meluncurkan beberapa peluru kendali maut sebagai isyarat "lu jual gua beli". Barusan kapal induk USS Theodore Roosevelt "berhenti" di selat Taiwan. Membawa pesan kuat untuk China, anda sopan kami segan, anda arogan kami lawan.

Dengan negara-negara ASEAN juga begitu. Vietnam digertak terus menerus, kapal nelayannya ditenggelamkan. Perairan Filipina disisir habis China, kapal perang Filipina mau ditembak. Juga dengan Malaysia, tercatat ada 89 pelanggaran teritori laut dan udara yang dilakukan China terhadap Malaysia.

Perairan Zona Ekonomi Eksklusif  (ZEE) kita di laut Natuna Utara sering diterobos oleh kapal nelayan dan Coast Guard China. Dibelakangnya ada back up kapal perang dia. Dan kita melawan. Kita kerahkan kapal perang, juga sejumlah jet tempur dan pesawat pengintai untuk menegaskan kehadiran kita di teritori Natuna. Saat ini seluruh komponen pertahanan kita siaga penuh di Natuna.

Akhirnya arogansi China berbuah pahit. AS, Australia, Jepang, Inggris dan Kanada bersiap membentuk aliansi militer kapasitas gajah. Jepang memesan 105 jet tempur canggih dan stealth F35. Kapal induk helikopter di upgrade utk F35B. Australia mempersiapkan peluru kendali anti kapal jarak jauh. Memesan sejumlah kapal selam canggih dan lain-lain. Semua sedang mempersiapkan dan menimbun senjata sebanyak mungkin. Waduh gawat neh.

Dalam situasi dan kondisi saat ini dan di masa depan, Indonesia harus bisa bermain cantik di konflik Laut China Selatan (LCS). Kita harus mengedepankan permainan cerdik secara militer dan diplomasi. Sedapat mungkin kita tidak terjebak rayuan aliansi militer, tetapi tetap simpati dengan kehadirannya. Karena hanya AS dan sekutunya yang bisa meredam arogansi China di LCS.

Patut diingat bahwa sesama negara ASEAN juga saling klaim ZEE LCS. Kita dengan Malaysia belum clear. Kita dengan Vietnam masih dispute. Vietnam dengan Malaysia juga masih berselisih. Bedanya, tumpang tindih klaim sesama negara ASEAN tetap memegang teguh code of conduct.  Tapi sekali waktu Vietnam pernah marah sama kita dengan menubrukkan Coast Guardnya ke kapal nelayan mereka yang kita tangkap.

ASEAN harus cerdas menyikapi kehadiran kapal perang negara-negara aliansi di LCS. Termasuk jika harus mampir di Natuna. Di satu sisi mereka datang sebagai payung penyeimbang dan pelindung. Namun di sisi lain bisa saja negara-negara ASEAN ditarik "iuran keamanan". Lihat saja Korsel, Jepang, Jerman pada mengeluh dengan iuran keamanan yang dipatok AS. Asal tahu saja perang Teluk jilid satu dan dua yang membiayai adalah negara-negara Arab yang berkonflik.

LCS adalah pertarungan dan pertaruhan hegemoni masa depan. AS tidak mau hegemoninya dirampas China. Momentum arogansi China adalah nilai plus bagi AS untuk mengambil simpati kepada India dan ASEAN. Sekutu tradisionalnya Inggris dan Australia ikut apa kata babe. Inggris bahkan mengirim kapal induk HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince Of Wales secara bergantian ke LCS. Inggris juga telah membatalkan pengggunaan teknologi 5G Huawei.

Indonesia yang perairan ALKI 1 dan 2 nya bakal sering dilewati kapal induk, destroyer, fregat dan kapal selam negara aliansi harus punya marwah. Caranya perkuat AL dan AU. Memilih kapal perang besar semacam Iver Class bagus sekali. Kuantitasnya perlu ditambah. Penambahan jet tempur seperti F16 Viper dan SU35 adalah keniscayaan.

Dalam tataran diplomasi  negara-negara ASEAN yang bersengketa dengan China bisa memilih netral atau berpihak proporsional. Brunai misalnya cenderung pasif meski punya klaim, tahu diri. Vietnam boleh ambil sikap berdikari karena dekat dengan Rusia. Malaysia cenderung diam mengalah. Filipina adalah sahabat AS tentu bisa berpihak proporsional dengan aliansi. Nah kita lebih pantas netral saja. Meminjam istilah populer Menlu Adam Malik tempo dulu: Semua bisa diatur.
****
Magelang, 17 Juli 2020
Penulis adalah pemerhati pertahanan dan alutsista TNI

SAUDI VS IKHWAN ? ; SIKAP DUALISME SAUDI DALAM JIHAD AFGHAN

Raja Khalid Bin Abdul Aziz mengeluarkan 'titah kerajaan' kepada Salman Bin Abdul Aziz
(yang saat itu menjabat sebagai gubernur Riyadh) untuk membentuk
dan mengetuai Komite Pengumpulan Donasi bagi mujahidin Afghanistan.


1980, paska tentara merah Uni Soviet menyerang Afghanistan, Raja Khalid Bin Abdul Aziz mengeluarkan 'titah kerajaan' kepada Salman Bin Abdul Aziz (yang saat itu menjabat sebagai gubernur Riyadh) untuk membentuk dan mengetuai Komite Pengumpulan Donasi bagi mujahidin Afghanistan. Beberapa waktu kemudian, Presiden of Youth Welfare Pangeran Faisal bin Fahd juga mengumumkan kenaikan tiket pertandingan olahraga sebesar 1 riyal yang akan diperuntukkan bagi para Mujahidin Afghanistan. Sementara itu, maskapai Saudi Airline memberikan diskon tiket pesawat sampai 70% untuk para 'relawan Saudi' yang ingin berangkat ke Afghanistan baik untuk sekedar memberikan bantuan ataupun terjun langsung dalam medan perang. Saat itu, ajakan berdonasi bagi jihad di Afghanistan memenuhi koran-koran Saudi. Sebagaimana para da'i-da'i Shahwah (kebangkitan Islam) Saudi dan gerakan Islam gencar memotivasi dan memobilisasi para pemuda dari mesjid-mesjid untuk ikut andil dalam jihad dengan restu dari para ulama KSA dan tentu saja juga restu dari USA. Saat itu, kata JIHAD identik dengan KEMULIAAN dan KEBEBASAN, sebab musuh yang diperangi oleh AS dan SAUDI adalah Komunisme.


20 atau 30 tahun kemudian, kata jihad mulai identik dengan terorisme. Jika dulunya jihad melawan Uni Soviet di Afghanistan adalah fardhu ain, maka perlawanan terhadap Amerika yang kemudian juga menyerang Afghanistan dan Irak dianggap sebagai 'fitnah' yang harus dijauhi. Saudi melarang dan mengancam akan mempidanakan setiap warganya yang keluar 'berjihad' baik ke Afghanistan, Irak ataupun Suriah.

**

Presiden of Youth Welfare Pangeran Faisal bin Fahd juga mengumumkan kenaikan
tiket pertandingan olahraga sebesar 1 riyal yang akan diperuntukkan bagi para Mujahidin Afghanistan.


Selain dukungan resmi dari KSA dan USA, jihad kontra Uni Soviet di Afghanistan tak bisa dipisahkan dari Ikhwan dan gerakan Shahwah. Hubungan IM dan Mujahidin Afghanistan terbentuk melalui para da'i Afghanistan yang belajar di Al-Alzhar seperti Syeikh Abdu Rabb Rasul Sayyaf dan lain-lain. Nama-nama seperti Abdul Mun'im Abul futuh, Syeikh Abdul Majid Az-Zindani, Dr. Ahmad Al-Malath, Hamid Abu Nashr hingga Syeikh Muhammad As-Shawwaf dan lain-lain adalah tokoh-tokoh penting Ikhwan yang ikut memberikan andil dalam jihad di Afghanistan baik dalam menyalurkan bantuan, mendamaikan para mujahidin hingga turut berkecimpung dalam perang. Umar At-Tilmisani, Mursyid IM ketiga sering berkordinasi dengan para utusan Mujahidin Afghanistan di Kairo. Beliau mengutus Ustad Kamaluddin As-Sananiri (suami Aminah Qutb) pada tahun 1980 ke Pakistan untuk meninjau jihad dan kebutuhan para mujahidin. Dalam perjalanan pulang dari Pakistan ke Mesir, As-Sananiri singgah berhaji di Arab Saudi dan bertemu dengan Syeikh Abdullah Azzam dan berkomitmen untuk memobilisasi para pemuda untuk berjihad. Namun, begitu sampai ke Mesir, As-Sananiri langsung dipenjara dan meninggal akibat penyiksaan yang dialaminya.

**

Umar At-Tilmisani, Mursyid IM ketiga berkordinasi dengan para utusan Mujahidin Afghanistan di Kairo


Berbicara tentang jihad Afghan, Syeikh Abdullah Azzam adalah ikonnya. Dalam mukaddimah risalah fatwa jihadnya 'Ad-Difa' 'An Aradhi Al-muslimin Ahamm Furudh Al-A'yan' Syeikh Azzam menjelaskan bahwa fatwa jihadnya disetujui oleh para ulama Saudi saat itu terutama Syeikh Bin Baz, bahkan Syeikh Bin Baz ikut berfatwa di mesjid Bin Laden Jeddah dan mesjid Al-Kabir Riyadh bahwa jihad dengan jiwa adalah fardhu 'ain. Diantara mereka yang menyetujui fatwa jihad Syeikh Abdullah Azzam di Afghanistan adalah:
Syeikh Muhammad Ibnu Sholih Ibnu Utsaimin, Al-Allamah Syeikh Abdu Ar-Razaq Afifi (Na'ib Mufti KSA dan anggota Hai'ah Kibar Ulama KSA), Syeikh Hasan Ayyub (lulusan Al-Azhar dan dosen King Abdul Aziz Jeddah), Syeikh Muhammad Al-Asal (lulusan Al-Azhar dan dosen di Al-Imam University Riyadh), Syeikh Abdullah Nasih 'Ulwan (ulama asal Aleppo yang mengajar di King Abdul Aziz University Jeddah), Syeikh Sa'id Hawwa, Muhaddis Mesir Syeikh Muhammad Najib Al-Muthi'i, Dr. Hussein Hamid Hassan (anggota di Persatuan Ulama Muslim Internasional) dan lain-lain.(1) Syeikh Abdul Aziz bin Baz juga menyetujui dicetaknya kitab 'Ayat Ar-Rahman Fi Jihad Al-Afghan' karya Syeikh Abdullah Azzam sebagaimana dijelaskan dalam mukaddimah cetakan pertama.(2)

Lulus dari Universitas Damaskus tahun 1966, Syeikh Abdullah Azzam melanjutkan studinya di Al-Azhar As-Syarif baik magister maupun doktoral. Beliau lulus dan mendapatkan Ph.D dalam bidang Ushul Fiqih tahun 1973. Latar belakang dan kapasitas keilmuan yang mumpuni menjadikan Syeikh Abdullah Azzam ikon jihad yang faqih dan ushuliy dimana sikap-sikap dan fatwanya selalu didasarkan pada pertimbangan maslahat dan mafshadat. Sepanjang jalan jihadnya, beliau tak pernah bosan menyatukan para mujahidin dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda serta sangat berhati-hati dalam masalah takfir terutama pengkafiran terhadap penguasa. Berbeda halnya dengan Osama Bin Laden yang tidak punya basic keilmuan yang kuat, diperparah dengan masuknya para jihadis takfiri dari Mesir, Saudi dan lain-lain yang menyebabkan sebagian mujahidin Afghan Arab paska meninggalnya Syeikh Abdullah Azzam kemudian lebih identik dengan radikal dan teroris.

**

Bersamaan dengan meletusnya perang Afghanistan, gerakan Shahwah Islamiyyah yang dipelopori oleh para da'i-da'i muda revolusioner Saudi seperti Salman Al-Audah dan Safar Al-Hawali booming pada tahun 1980an dan didukung oleh penguasa, terutama oleh Raja Fahd yang menganggap bahwa gerakan Shahwah adalah gerakan pencerahan yang diberkati (video pujian Raja Fahd terhadap Shahwah Islamiyyah bertebaran di YouTube). Bahkan Syeikh Utsaimin mengarang kitab 'As-Shahwah Al-Islamiyah Dhawabith Wa Taujihat' untuk menuntun para pemuda yang bersemangat menyongsong kebangkitan Islam Saudi. Oleh sebagian pengamat, dukungan penguasa KSA untuk gerakan Shahwah yang revolusioner dianggap hanya sebagai gerakan tandingan dan wadah untuk 'memuaskan dahaga' para pemuda agamis Saudi yang terpengaruh dengan revolusi Iran yang Syi'ah. Jadi KSA melihat perlunya mendukungnya kebangkitan Islam yang juga memiliki ruh revolusioner dari kalangan Sunni sekalian mengarahkan mereka untuk terjun dalam medan jihad di Afghanistan. Dan sebagaimana telah kita ketahui, kemesraan itu hanya berlangsung sesaat, sebab gerakan Shahwah kemudian menjadi pengkritik kebijakan KSA yang meminta bantuan Kuffar Amerika untuk menghalau Saddam Husein yang menyerang Kuwait dan mengancam Saudi. As-Shahwah sebagai gerakan pencerahan yang terberkatipun kini dianggap sebagai 'ideologi impor yang radikal' oleh Alu Su'ud.


Para mujahidin Afghan Arab, Ikhwanul Muslimin dan gerakan Shahwah Islamiyyah adalah contoh paling mencolok dari gerakan keagamaan yang disupport sedemikian rupa oleh KSA dengan dana minyaknya yang melimpah namun kemudian divonis sebagai teroris radikal ketika tak lagi dibutuhkan dan sesuai dengan keinginan KSA. Hal yang sama terjadi untuk Saddam Husein 'Asadussunnah', sang singa ahlussunah (gelar untuk Saddam yang disupport Saudi saat menyerang Iran) yang kemudian divonis kafir oleh Grand Mufti Saudi sendiri. Pameran jihadpun digelar di Universitas Al-Imam Muhammad Bin Su'ud Riyadh tahun 1991 (4-6 Sya'ban 1411 Hijriyah) dibawah pengawasan rektor Jami'ah Al-Imam Dr. Abdul Muhsin At-Turky. Pameran jihad kali ini bukan lagi kontra Soviet, tapi kontra Pemerintahan Pemberontak Saddam Husein yang wajib dilawan. Fatwapun dikeluarkan dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur'an bahwa siapa saja yang mati saat berperang melawan Irak maka ia mati syahid.(3)

**

Pameran jihad di Universitas Al-Imam Muhammad Bin Su'ud Riyadh tahun 1991 (4-6 Sya'ban 1411 Hijriyah)
dibawah pengawasan rektor Jami'ah Al-Imam Dr. Abdul Muhsin At-Turky.
Pameran ini diadakan untuk menggalang semangat jihad
kontra Pemerintahan 'Pemberontak Irak' Saddam Husein yang wajib dilawan.


Saat masih menjadi Menteri luar negeri era Obama, Hillary Clinton mengakui bahwa para Mujahidin Afghanistan yang saat itu mereka perangi sejatinya dibesarkan oleh AS dan Saudi sendiri. Benar memang, paska syahidnya Syeikh Abdullah Azzam sebagian mujahidin Arab berubah menjadi radikal dan teroris dikarenakan dangkal dan kakunya pemahaman keislaman mereka sendiri. Akan tetapi, 'terorisme negara' yang menolak kepulangannya mereka dan seenaknya 'memperkosa' teks-teks agama demi kelanggengan kekuasaannya adalah juga salah satu sebab penting merebaknya radikalisme. Syeikh Salman Al-Audah mungkin adalah salah satu contoh ulama moderat yang menyeru kepada reformasi namun tetap dianggap berbahaya oleh Saudi. Padahal, ketimbang pengaruh Syeikh Muhammad Surur dan Islam Saudi yang konservatif, Syeikh Salman Al-Audah dikemudian hari lebih mewarisi kemoderatan pemikiran Syeikh Abu Ghuddah dan Syeikh Al-Qaradhawi.


Dalam wawancara dengan Jeffrey Goldberg; jurnalis dan pemimpin redaksi majalah The Atlantic Amerika, MbS mengakui Saudi adalah donatur penting terhadap IM. Ia juga mengatakan bisa jadi suatu hari nanti, Saudi akan kembali berkoalisi dan meminta bantuan IM jika dibutuhkan. Apakah nantinya label teroris yang dicap di muka IM akan diganti dengan gelar 'Gerakan Pencerahan'? Bagaimana nantinya tanggapan para pemuka agama KSA yang hari ini memvonis IM khawarij? Apakah gelar Khawarij akan diganti dengan 'Ikhwan mujahidin mukhlisin' sebagaimana dulu Raja Faishal pernah menggelarinya? Sampai kapan Alu Su'ud akan terus 'mempolitisasi agama' lalu mencampakkannya ketika tak lagi dibutuhkan?

Wallahu A'lam.

**


Footnote:

1. Ad-Difa' 'An Aradhi Al-Muslimin, Abdullah Azzam, Halaman 2, cet: Mimbar At-Tauhid Wa Al-Jihad.
2. Ayaturrahman Fi Jihad Al-Afghan, Abdullah Azzam, Halaman 23, cetakan ke lima, Al-Mujtama' Jeddah tahun 1985.
3. Daurul Ulama Wa Du'ah Fi 'Amaliyati Rad' Al-Ghuzaa, Ubaid Abdurrahman Al-Harbiy, Halaman 24-25, cet: Maktabah Al-Obeikan Jeddah


Libya Civil War : Siapa mendukung Siapa ?


oleh Sami Hamdi, Pemimpin Redaksi International Interest

Kenapa Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir mendukung pasukan kudeta Khalifa Haftar ?

Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Mesir adalah pendukung Khalifa Haftar di Libya sebagai bagian dari antisipasi terhadap fenomena people power "Musim Semi Arab". ketika Musim Semi Arab dimulai di Tunisia, kekuasaan (Zine el Abidine) Ben Ali tumbang dan menjalar ke Libya lalu kekuasaan Muammar Khadafi jatuh lalu pindah ke Mesir, Husni Mubarak dipaksa turun. lalu ke Suriah, Bashar Al Assad bersikukuh malah menenggelamkan suriah ke dalam perang saudara. Dan saat Musim Semi Arab semakin mendekat ke Perbatasan Arab Saudi dan perbatasan UEA, rezim tersebut menjadi panik karena percaya bahwa kekuasaan mereka akan menjadi yang berikutnya. 


Mengingat bahwa Amerika meninggalkan Mubarak juga meninggalkan Ben Ali, Amerika tidak menyelamatkan para pemimpin itu, maka mereka pun percaya bahwa AS juga tidak akan selamatkan mereka dalam krisis eksistensial yang akan mereka hadapi. Inilah mengapa kita lihat mengapa Riyadh dan Abu Dhabi mendukung kudeta militer di Mesir terhadap presiden yang terpilih secara demokratis hasil revolusi Musim Semi Arab. Mereka juga telah mendukung pasukan anti-demokrasi di Tunisia, mereka pun mendukung kudeta Hemeti (Mohamed Hamad Dagalo) di Sudan, pada dasarnya ini semua untuk mencegah gerakan musim semi arab dengan mengamankan wilayah-wilayah tersebut untuk memastikan bahwa rezim mereka tidak berada di bawah ancaman. Inilah sebabnya mereka mengusahakan kembalinya ke otoriterisme di wilayah-wilayah tersebut 

Mengapa Turki membantu pemerintah Libya yang diakui PBB ?
 
Penting untuk diingat bahwa Turki telah mendukung pemerintah yang diakui secara internasional untuk beberapa kalinya. Anda akan ingat bahwa Haftr telah menyandera dua warga negara Turki di awal serangan ofensifnya karena ia mengeluh bahwa drone Turki adalah bagian dari militer pertahanan di Tripoli dan menyebabkan Haftar terhenti dalam gerak majunya ke Tripoli.

Namun sekarang ketika kita melihat situasi di Libya, Fayed al Sarraj yang merupakan Perdana Menteri dari GNA telah mengalami situasi pelik dimana Uni Eropa telah meninggalkannya, Amerika telah meninggalkannya, Rusia mendukung Haftar, Prancis mendukung Haftar, UEA, Mesir dan Saudi Arabia juga mendukung Haftar. Turki ingin menyelamatkan pemerintah sah yang diakui PBB itu dengan melindungi posisi Sarraj di meja perundingan.

Karena turki tau jika pemerintah yang sah diakui PBB itu jatuh, jika Sarraj kala di Tripoli maka semua solusi pembicaraan secara diplomatik, semua negosiasi di Libya akan tidak berarti. Karena kemudian perdebatan akan muncul tentang seberapa kuat orang akan memperkuat kontrolnya di Libya sama dengan perdebatan yang terjadi di Mesir ketika membahas tentang legitimasi dari pemerintahan demokratis untuk mengakui Abdel Fattah el Sisi sebagai presiden Mesir padahal ia melakukan kudeta militer atas Presiden yang terpilih secara demokratis.  


Ada juga alasan kedua mengapa Turki ingin terlibat adalah jika kita melihat peta Mediterania akan melihat bahwa ada kawasan laut chokehold (tersendat) terbentuk. Turki sebelah barat laut miliki di Yunani dan Italia, di sebelah barat kawasan Cyprus, di sebelah selatan milik Israel dan Mesir dan jika Libya jatuh kepada sekutu-sekutu UEA, sedangkan UEA merupakan anti Turki yang antagonis terhadap Turki. Maka jatuhnya Libya melengkapi chacehold maritim Turki tersebut.

Kepentingan maritim Turki di kawasan itu akan menjadikan Turki berharap belas kasihan negara-negara yang mereka sama sekali tidak suka Turki dan bahkan ketika kita melihat penandatanganan pipa di Timur Mediterania oleh Siprus Yunani dan Israel dengan mengecualikan Turki yang memiliki garis pantai terpanjang di Mediterania mungkin salah satu bukti paling jelas bahwa mereka berusaha mengisolasi Turki atau mencegah turki memiliki kontrol yang signifikan dalam apa yang terjadi di Mediterania. 

Sehingga Turki memiliki alasan untuk takut dan inilah mengapa libya bagi Turki sama pentingnya dengan Suriah dalam mencegah chokehold maritim ini terjadi.

Dan tentu saja mereka punya alasan bagus untuk itu, karena Turki bukan lagi negara dibawah tekanan. Dengan kata lain Turki sekarang duduk di meja yang sama dengan Rusia dengan hormat mengenai Suriah. Turki juga duduk di meja yang sama dengan US. Dengan kata lain Turki menjadi negara yang kuat, karena bukan negara lemah yang berurusan dengan laut Mediterania karena negara-negara yang lain tidak memiliki pengaruh yang setara untuk melawan Turki.


Sejarah Asal Mula Ajaran Trinitas Dalam Agama Di Dunia

Ternyata jika kita kaji secara menyeluruh mengenai agama-agama yang ada di muka bumi ini terdapat satu kesamaan yang unik. yakni dalam seluruh agama dari Animisme, pagantisme (berhala) hingga yang mengaku ajaran Samawi di dunia  ini ternyata terdapat ajaran trinitas (Tuhan berjumlah 3). 

Walau dengan istilah dan nama yang berbeda. Kecuali ajaran agama Islam. ini menjadi fakta yang unik dan menarik untuk ditinjau sebagai pelajaran dan ibrah bagi yang senang berpetualang untuk mencari kesimpulan.

Apakah hal ini ada terkait satu sama lain ataukah berdiri sendiri ? Buktikan ya Ulil Albab..

Simak video dibawah ini untuk mendapatkan informasinya :

Rohingya-Aceh The Power of Akidah



Sebanyak 98 imigran Rohingya yang terdampar di lepas pantai Seunuddon, Aceh Utara, akhirnya di evakuasi ke darat pada Kamis, 25/6/2020. Proses evakuasi imigran Rohingya tersebut diwarnai oleh protes dan tangis warga yang tak ingin kapal tersebut ditarik menjauh dari tepi pantai

Kapal imigran ini awalnya ditemukan oleh tiga nelayan lokal pada Rabu 24/6/2020 pagi, dengan terombang-ambing di laut lepas antara 4 mil dari pesisir pantai Seunuddon. Para imigran lalu dievakuasi ke kapal nelayan yang melaut sekitar itu dan ditarik menuju perairan Syamtalira Bayu. Namun karena tak diizinkan turun mereka hanya tetap berada dalam kapal sekitar satu mil dari tepi pantai Lancok.

Sementara di tepi pantai dipenuhi masyarakat yang ingin menyaksikan. Aparat TNI dan Polri serta termasuk petugas kesehatan dan imigrasi terlihat siaga di tepi pantai. Warga menangis dan memprotes keras, “Sayang sekali anak-anak masih kecil masih ada yang menyusui di dalam kapal. Kapal rusak dan bocor. Bagaimana kalau tenggelam. Tarik kemari sekarang kami yang beri makan,” seorang warga meluapkan kata-kata emosinya.

Warga terlihat semakin emosi dan bahkan ada yang langsung mengambil speedboat Basernas dan berupaya menjemput kapal Rohingya untuk menariknya ke pantai. Warga mengaku sedih dengan kondisi kapal imigran Rohingya yang harus ditarik kembali menjauh dari pantai. 20 menit kemudian kapal ditarik ke pantai. Warga Lancok menggalang bantuan dana untuk penyediaan nasi bungkus bagi para imigran. Menjelang sore warga sepakat menurunkan imigran.

Kapal ditarik menuju daratan, satu persatu diturunkan mulai dari anak-anak, wanita dan para lelaki. Ditengah cuaca hujan dan petir, para imigran di bawa berteduh di pondok-pondok tepi pantai. Sebagian imigran menangis haru dan sebagian besar lainnya terkulai dalam kondisi lemas. Kini imigran telah di evakuasi di tempat penampungan sementara di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Ini bukan kali pertama warga Aceh melakukan evakuasi kepada Rohingya. Jika di negara-negara lain bahkan negeri muslim sekalipun umpama Bangladesh dan Malaysia pernah menolak mereka, tidak demikian dengan warga Aceh. Kendati kebijakan pemerintah Indonesia sendiri tidak jauh berbeda dengan kebijakan negara-negara tersebut yaitu enggan dengan segala dalih yang dirasionalkan untuk mengurus para pelarian Rohingya ini, terutama dalam situasi pandemi ini.

Aceh adalah negeri yang menorehkan tinta emas dalam sejarah keberlangsungannya hingga kini. Berkali-kali Aceh menjadi sorotan dunia karena aksi warganya yang terbilang unik dan langka. Seperti peristiwa penyelamatan imigran Rohingya ini. Betapa ngotot dan kerasnya mereka mengopinikan penyelamatan hingga mampu mengubah arah kebijakan para pemangku jabatan yang semula memutuskan agar para imigran tetap tinggal di laut.

Hal ini mengisyaratkan ikatan akidah yang masih mentajasad di dalam diri individu-individu muslim Aceh. Bukan hanya sekedar solidaritas dan kemanusiaan semata. Solidaritas dan kemanusiaan mungkin akan terhenti jika berbenturan dengan kepentingan. Karena ini hanya bentuk reaksi temporal dalam timbangan manusia. Sementara ikatan akidah jauh menembus hingga ke urat nadi dan aliran darah karena pertanggungjawabannya menembus hingga ke langit.

Nantinya, di yaumil akhir dalam pengadilan Allah setiap insan akan disoal mengenai sikapnya terhadap penderitaan saudaranya. Apalagi jika saudara itu hadir dengan gemetar, kelaparan dan lemas dalam hujan petir di atas perahu rusak yang terusir dari kampung halamannya tersebab memegang teguh akidahnya.

Persoalannya bukan lagi soal batas teritorial atau sekat nasionalisme yang dihadirkan para penguasa negeri-negeri kaum muslimin kini. Bukan pula soal kemungkinan terinfeksi pandemi karena hasil rapid test mereka negatif. Penting untuk diingatkan bahwa setiap orang akan disoal bagaimana sikapnya dan apa kontribusinya bagi saudaranya. Terutama para penguasa. Dan MasyaAllah, penduduk negeri yang di juluki Aceh Pungo ini memang masih pungo hingga kini.

Ngomong-ngomong soal julukan pungo ini, Belanda pernah menjuluki orang Aceh dengan Gekke Atjehsche yang selanjutnya lebih dikenal sebagai Aceh Pungo (Bahasa Aceh), atau Aceh Gila. Fenomena Aceh Pungo bisa kita baca dalam beberapa literasi yang ditulis orang Belanda Sendiri, misalnya di dalam the Dutch Colonial War in Aceh dan Prominet Women in The Glimpse of History.

Selain itu, dapat juga dilihat dalam The Old World Though Old Eye : Three Years in Oriental Land. Buku ini ditulis Mary Smith Ware turis asal Amerika yang pernah ke Aceh pada masa kolonial Belanda. Konon, sang penulis juga menjadi salah satu korban Aceh Pungo. Fenomena Aceh Pungo menggerakkan Belanda untuk membuat studi khusus terkait karakteristik orang Aceh ini. Semua berujung pada satu konklusi : Pungo (gilanya Aceh) akan muncul apabila kemuliaannya dilanggar ! Dan kemuliaan itu tidak lain adalah Islam.

Demi menjaga kemuliaan Islamlah, warga berteriak emosional kepada para petugas agar menjemput dan menarik kapal rusak imigran Rohingya dan menurunkan mereka ke darat. Atas dasar akidah inilah mereka bahkan sempat mengambil speedboat milik Basarnas dan mengemudikannya sendiri untuk menjemput saudaranya. Warga kehilangan kesabaran menunggu pertimbangan dari para pemangku jabatan yang terus bimbang. Warga bergerak dan akidah Islamlah yang menjadi motornya, MasyaAllah.

Aceh ini, kita dan Rohingya adalah satu tubuh. Rasulullah SAW yang kita senantiasa menyebut namanya dan bershalawat kepadanya dari masjid, balee-balee dan meunasah-meunasah sehabis berjamaah setiap harinya telah mempersaudarakan kita dibawah satu panji, yaitu panji Islam. Rasulullah yang mulia telah bersabda kepada kita, dimana sabdanya adalah hukum bagi kita, “Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta dan kasih sayang diantara mereka tubuh yang satu, apabila ada anggota (tubuh) yang merasa sakit, maka seluruh anggota yang lainnya merasa demam dan tidak bisa tidur”

Didalam hadist yang lain disebutkan, “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain seperti sebuah bangunan, yang sebagiannya mengokohkan bagian yang lain”.

Inilah pertanda yang menyifati orang-orang beriman, bahwa mereka saling cinta dan berkasih-sayang, serta saling tolong-menolong dalam berbagai urusan mereka, selama bukan dalam hal maksiat. Dulu, Aceh ini pernah berada dalam kondisi menyedihkan, dijajah dan dibantai oleh penjajah Eropa. Demi menjawab seruan Allah dan Rasulnya melindungi kaum muslimin, Khalifah Sultan Hamid II mengirimkan bala tentaranya membantu Aceh mengusir Portugis dan Belanda. Inilah bentuk perlindungan hakiki penguasa kaum muslimin terhadap saudaranya yang dijajah.

Khilafah Utsmaniyah mengirimkan ekspedisi ke Aceh dimulai pada tahun 1565 Masehi. Ekspedisi dikirimkan setelah dikirimnya duta oleh Sultan Alauddin al-Qahhar (1539-1571M) kepada Khalifah Sulaiman Al-Qanuni pada tahun 1562 Masehi, saat meminta bantuan Khilafah melawan Portugis. Menurut Fernao Mendes Pinto, Sultan Aceh merekrut 300 prajurit Utsmaniyah, beberapa orang Abesinia (Habasyah) dan Gujarat, serta 200 orang saudagar Malabar untuk menaklukkan Tanoh Batak pada 1539.

Setelah tahun 1562, Aceh menerima bantuan Khilafah Utsmaniyah yang memungkinnya menaklukkan kerajaan Arudan Johor pada tahun 1564. Pengiriman duta ke Istambul pada tahun 1564 dilakukan oleh Sultan Husain Ali Riayat Syah. Dalam suratnya kepada Porte Utsmaniyah, Sultan Aceh menyebut penguasa Khilafah `Utsmaniyah sebagai Khalifah (penguasa) Islam.

Setelah Khalifah Sulaiman al-Qanuni wafat pada tahun 1566, putranya Sultan Salim II memerintahkan pengiriman armada ke Aceh. Sejumlah prajurit, pembuat senjata, dan insinyur diangkut oleh armada tersebut. Ekspedisi ini sampai di Aceh pada tahun 1566-1567 dipimpin oleh Kurdoglu Hizir Reis.

Demikianlah sepenggal sejarah telah membuktikan kekuatan akidah nyata menyokong upaya Aceh melawan agresi Portugis dan Belanda. Ikatan akidah adalah ikatan yang didasari oleh keimanan. Ikatan inilah yang mempersaudarakan antara Auz dan Khajraz di Madinah. Ikatan inilah yang menyatukan muhajirin dan Anshar.

Inilah ikatan yang paling kuat yang saat ini tercerai berai dalam sekat-sekat kepentingan nasional. Ketika institusi kaum muslim, Khilafah Islamiyah dihancurkan ikatan inipun melemah dan hanya muncul jika adanya realitas yang menyakitkan yang menimpa umat ini. Muslim Rohingya sebagaimana Palestina, Mali, Syria, Yaman, Xinjiang, Kashmir, Pattani, Moro, India adalah saudara kita.

Mengapa Allah hadirkan imigran Rohingya ke hadapan kita? Allah ingin kita bercermin, berpikir, sudahkah kita memperhatikan kebutuhan kaum muslimin? Sudahkah kita memperhatikan urusan mereka? Ataukah kita masih berkutat pada kebutuhan dan kepentingan pribadi yang tak ada habisnya.

Rocky Gerung : PKS vs PDIP 1-0 (UU-HIP)


Rocky Gerung : "Awalnya kan PDI-P mau menjebak Politik Islam dalam hal ini proponennya PKS. Kalo gak ikuti pembahasan atau kasih sinyal menolak RUU-HIP itu artinya Pro Khilafah (Anti Pancasila seperti HTI). yang sekarang berbalikkan yang setuju RUU-HIP itu Pro PKI. kan jadi 1-0 kan untuk PKS."

Simak lengkapnya di video ini :

Belajar dari Liverpool

Oleh : Ahmad Syaikhu

Kemarin ini Liverpool jadi trending topic. Di twitter ada di posisi pertama. Di kanal media sosial lainnya juga ramai. Maklum, tadi malam The Reds, julukan Liverpool baru saja juara, usai Chelsea taklukkan Manchester City. Butuh waktu 30 tahun bagi Liverpool untuk merasakan juara lagi. 

Lama ya? Tentu saja. Itu sama dengan tiga dekade atau dasawarsa. Rentang waktu yang teramat panjang dalam sepakbola. Kalau dalam politik, itu sama dengan 6 kali pemilu.

Nah, pasti ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari penantian panjang fans Liverpool. Apa rahasia dari Mohamed Salah dkk serta Sang Pelatih Jurgen Klopp?

Kalau saya amati, setidaknya tiga hal ini jadi kunci suksesnya.

Pertama, memilih pemimpin yang tepat. Di tangan Jurgen Klopp sejak 2015, Liverpool berkembang pesat. Tiap tahun prestasinya meningkat. Tahun lalu mereka juara Liga Champions. Kini kampiun Liga Inggris.

Klopp dianggap sosok yang tepat untuk The Reds. Jago taktik, dekat dengan pemain, rendah hati, pintar memotivasi dan seterusnya. Di tangan Klopp, pemain-pemain yang biasa saja bisa jadi bintang. 

Saya jadi teringat ungkapan 'di tangan seorang pemimpin yang tepat, segerombolan kucing bisa jadi singa. Sebaliknya, jika tak tepat, seorang pemimpin hanya akan membuat sekelompok singa jadi kucing'.

Kedua, identitas atau 'ideologi' yang jelas. Banyak yang mengatakan, di era Klopp, Liverpool sukses mendapatkan identitasnya. Atau dalam bahasa politik ya ideologi.

Strategi dan taktik gegenpressing yang Klopp bawa dari Jerman, ternyata pas dengan ideologi Liverpool. Menekan lawan dan merebut bola setiap saat. 

Nah, jangan main-main dengan identitas atau ideologi. Jika salah saja memilih, maka kita akan gagal. Kalau sudah punya ideologi yang jelas dan terbukti sakti, tidak perlu kita ubah.

Ketiga, sabar. Ini penting dimiliki. Bayangkan, 30 tahun puasa gelar. Tapi Liverpool tak menyerah. Gigih. Terus berjuang. Hingga akhirnya jadi juara lagi.

Dari Liverpool, kita bisa belajar banyak hal.  Tak hanya untuk kepentingan sepakbola, tapi juga bangsa dan negara. 

Selamat untuk Liverpool.

Prof Suteki : Bentuk TPF Dugaan Makar Ideologi Melalui RUU HIP!

Blessing in disguise. Dua kata itu saya kira tepat untuk mengungkapkan betapa suatu peristiwa buruk pun dapat membawa berkah. Di samping mempersatukan umat Islam dalam segala harokah, adanya RUU Haluan Ideologi (HIP) Pancasila sebenarnya menguak tabir adanya perencanaan jahat terhadap penggantian Pancasila sebagai dasar negara/ideologi.

Hal ini ditengarai dari adanya niat kesengajaan untuk, (1) tidak mencantumkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 sebagai dasar keberlakuan UUD 1945 yang memuat Pancasila Dasar Negara; (2) tidak memuat Tap MPRS No. XXV/1966 yang berisi tentang Pembubaran dan pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pelarangan penyebaran dan pengembangan ideologi komunisme/marxisme-leninisme di seluruh wilayah NKRI; (3) upaya memeras Pancasila menjadi Trisila hingga Ekasila.

Apakah betul upaya tersebut dapat dikatakan sebagai tindak pidana perencanaan MAKAR IDEOLOGI atau DASAR NEGARA?

Dari berbagai pertemuan dalam rangka membahas carut marut RUU HIP dari wilayah Sabang hingga Merauke, termasuk yang terbaru dilakukan oleh komunitas PKAD Jawa Barat, Gresik, Yuk Ngopi Tuban, dapat diperoleh konklusi sebagai berikut:

Pertama:
RUU HIP tidak layak menjadi UU jika ditinjau dari kualitas Naskah akademis maupun kebenaran substansinya. Adanya distorsi teks dan konteks Pancasila telah membuktikan bahwa ada hidden agenda dibalik penyusunan RUU HIP ini.

Kecurigaan ini penting mengingat bahaya latent ideologi komunis tidak pernah lenyap. Menyusup segala lini arteri kehidupan anak bangsa. Dying-nya akan manifest jika ruang gerak serta situasi dan kondisi siap aksi. Bahkan, dalam penyusunan RUU HIP juga terdapat indikasi kuat adanya perencanaan makar ideologi sebagaimana diatur dalam UU No. 27 Tahun 1999 jo Pasal 107 KUHP.

Kedua:
Tidak ada urgensi membentuk UU HIP mengingat kita sudah memiliki perundang-undangan terkait PERTAHANAN idelogi PANCASILA, yaitu:
(1) Dekrit Presiden 5 Juli 1959: Kembali UUD 45 sbg PENAFSIRAN OTENTIK Pancasila Dasar Negara.
(2) Tap MPRS No. XXV 1966: Pembubaran PKI dan Larangan Ideologi Komunis, Marxisme-Leninisme.
(3) UU No. 27 Tahun 1999 jo Pasal 107 abcdef KUHP: Makar Dasar Negara.
(4) Tap MPR No. VI 2001: Etika Kehidupan Berbangsa.

Semua peraturan perundang-undangan tsb sanggup membentengi Pancasila Dasar Negara. Jadi tidak perlu ada UU HIP.

Ketiga:
Seandainya pun karena kritik masyarakat lalu Tap MPRS XXV 1966 ini dimasukkan ke dalam konsiderans RUU HIP dan persoalan Trisila dan Ekasila ditiadakan, BUKAN berarti selesai masalah. Inti masalahnya adalah RUU HIP telah MEN-DOWN GRADE PANCASILA sebagai Falsafah Dasar Negara dan Norma Dasar Negara (Grundnorm) menjadi Norma Hukum Positif (instrumental) yang dapat dipakai sebagai ALAT GEBUK terhadap pihak yang berseberangan dengan rezim penguasa.

Keempat:
Atas dasar pertimbangan hukum tersebut maka saya merekomendasikan agar:
(1) RUU HIP ditolak dan dibatalkan tanpa reserve.
(2) Usut dugaan perencanaan makar terhadap Dasar Negara/ideologi dengan Membentuk Tim Pencari Fakta.

(Pierre Suteki)

Mengapa Marxisme, Komunisme, Leninisme Bertentangan Dengan Pancasila



Oleh: Faisal Ismail 

(Guru Besar UIN Sunan kalijaga dan Pascasarjana FIAI UII Yogyakarta)

TIDAK dapat diragukan lagi bahwa Marxisme-Komunisme-Leninisme bertentangan dengan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia. Pasca pemberontakan dan pengkhianatan G30S/PKI, penyebaran Marxisme-KomunismeLeninisme dilarang di Indonesia. Larangan penyebaran Marxisme-KomunismeLeninisme bersamaan dengan pembubaran dan pelarangan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Larangan penyebaran Marxisme-Komunisme-Leninisme dituangkan dalam Ketetapan MPRS Nomor 25/1966. Tetapi untuk sebatas kepentingan studi akademis, kajian-kajian ilmiah tentang Marxisme-Komunisme-Leninisme tidak dilarang. Mengapa penyebaran
Marxisme-Komunisme-Leninisme dilarang di Indonesia? Di manakah letak ketidaksesuaian, ketidakcocokan, dan pertentangan Marxisme-Komunisme-Leninisme dengan ideologi Pancasila?

Karl Marx dan Marxisme
Marxisme adalah paham atau ajaran Karl Heinrich Marx. Dia lahir di Tier, Kerajaan Prussia, pada tanggal 5 Mei 1818 dan meninggal pada 14 Maret 1883 dalam usia 64 tahun. Pada mulanya, dia beragama Protestan, tapi kemudian menjadi atheis (tidak bertuhan dan antiagama). Dengan kata lain, dia menganut atheisme (paham yang tidak mempercayai adanya Tuhan). Karya pentingnya adalah The Communist Manifesto (1848) dan Das Kapital (1864). Teman dekat dan mitra Karl Marx adalah Friedrich Engels (1820-1895), keduanya dikenal sebagai pendiri dan peletak dasar komunisme modern. Teori Marx berkisar pada masalah sosial kemasyarakatan, ekonomi, dan politik.

Sebagai seorang atheis, Karl Marx berpendapat bahwa agama adalah candu bagi masyarakat (Religion is the opium of the people; Die Religion ist das opium des Volkes). Inilah pendapat kontroversial Marx yang sangat tidak enak didengar di telinga orangorang beragama. Marx mengatakan, agama hanya sebagai pelipur lara bagi orang-orang yang tertindas dan terhempas. Agama hanya menjanjikan kebahagiaan semu dan khayali. Karena itu, untuk mencapai kebahagiaan yang riil dan sejati, manusia harus menghapus
bayangan kebahagiaan ilusif yang diajarkan oleh agama. Untuk meraih kebahagiaan hakiki dan sejati, manusia harus mencampakkan khayalan-khayalan kebahagiaan yang digambarkan oleh agama. Agama harus diberantas karena merupakan candu bagi masyarakat. Dengan pendapatnya ini, Marx terkenal sebagi tokoh yang anti-Tuhan dan antiagama.

Mengenai masalah sosial kemasyarakatan, Marx berteori bahwa dalam kehidupan masyarakat terjadi dialektika perjuangan kelas, yaitu konflik antara kelas pemilik modal dengan kelas lebih rendah yang bekerja untuk memproduksi barang. Marx sangat kritis terhadap sistem ekonomi kapitalisme yang ia sebut ”kediktatoran burjuaisi” yang dikelola oleh kelas orang-orang kaya yang orientasi dan tujuan utamanya adalah memenuhi kepentingan dan keuntungan mereka. Marx meramalkan kapitalisme akan mengalami pengeroposan internal yang pada akhirnya akan hancur dan akan digantikan oleh sistem baru: sosialisme!

Karl Marx berargumen, di bawah payung sosialisme, masyarakat akan diperintah oleh kelas pekerja (working class), yaitu kelas yang dia namakan kediktatoran proletariat, negara kaum pekerja (buruh), atau demokrasi kaum pekerja. Marx yakin, bahwa sosialisme pada gilirannya akan digantikan oleh masyarakat tanpa kelas yang ia namakan ”komunisme.” Masyarakat tanpa kelas, masyarakat komunis, atau masyarakat yang sama rasa dan sama rata inilah menjadi obsesi dan cita-cita besar Karl Marx. Para pengkritik Marx mengatakan, masyarakat yang dicita-citakan oleh Marx itu adalah utopis dan tidak akan terwujud. Poin yang perlu dicatat di sini adalah Marxisme-Komunisme-Atheisme saling terkait dan berkelindan. Karl Mark adalah pencetus Marxisme, tokoh komunis yang anti-Tuhan dan antiagama.

Lenin dan Leninisme
Pembicaraan tentang Karl Marx tidak bisa dilepaskan dari nama Lenin. Lenin (nama aslinya Vladimir Ilyich Ulyanov) lahir di Simbirsk, Kekaisaran Rusia, pada tanggal 10 April 1870, dan meninggal dunia pada 21 Januari 1924. Lenin terkenal sebagai tokoh komunis, politikus, dan pencipta teori politik. Lenin sangat mengagumi Karl Marx karena itu haluan politik Lenin bertumpu pada politik Marxis. Lenin ikut menyumbangkan gagasan politiknya dalam mengembangkan pemikiran Marxis yang disebut Leninisme. Gabungan dan kombinasi gagasan Lenin dengan teori ekonomi Marx disebut MarxismeLeninisme.

Lenin pada tahun 1893 hijrah ke Saint Petersburg. Di sini kiprah politik Lenin semakin menanjak dan naik daun. Ia menempati posisi sebagai tokoh snior dalam Liga Perjuangan Kesetaraan Kelas Buruh. Dituduh telah menghasut orang banyak, Lenin ditangkap dan diasingkan selama tiga tahun ke Siberia di mana ia menikah dengan Nadezhda Krupskaya. Kemudian Lenin tinggal di London pada Mei 1908 dan memanfaatkan British Museum Reading Room untuk menulis ”Materialisme dan Empirio Kritisisme” yang berisi serangan terhadap ”kepalsuan reaksioner borjuis” dari relativisme Bogdanov.

Karena persoalanpersoalan politik yang membelit dirinya di dalam negeri, Lenin pernah mengasingkan diri ke Jerman, Inggris, dan Swiss. Pasca Revolusi Februari 1917, Lenin kembali ke Rusia bersamaan dengan turunnya tsar dan berkuasanya pemerintahan sementara. Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin faksi Bolshevik dari Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia, ia memegang peranan kunci dalam memimpin dan menggerakkan Revolusi Oktober 1917 yang berhasil menumbangkan pemerintahan sementara Rusia dan mendirikan Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia. Tidak lama setelah itu, Lenin melancarkan reformasi sosialis yang mencakup pengalihan hak milik atas tanah dan
bangunan kepada Soviet (dewan buruh).

Lenin pada tahun 1921 mengintroduksi Kebijakan Ekonomi Baru dengan menerapkan sistem kapitalisme negara yang menandai dimulainya proses industrialisasi dan pemulihan keadaan setelah Perang Sipil Rusia. Setahun setelah itu, Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia berintegrasi dengan wilayah-wilayah lain yang sebelumnya juga termasuk wilayah kekuasaan Kekaisaran Rusia. Sejak saat itu, terbentuklah Uni Soviet dengan Lenin sebagai tokoh dan pemimpin utama yang memainkan peranan kunci di negaranya. Sejak tahun 1922 hingga kematiannya, Lenin menjabat sebagai Perdana Menteri Uni Soviet. Setelah kematiannya, Marxisme-Leninisme mengalami perkembangan berupa pemikiran baru, seperti Stalinisme, Trotskyisme, dan Maoisme.

Marxisme-Komunisme-Leninisme pernah mengalami ”kejayaan” terutama di Uni Soviet dan Yugoslavia, dua negara yang menganut dan menerapkan paham tersebut. Tetapi akhirnya, kejayaan Marxisme-Komunisme-Leninisme ambruk bersamaan dengan ambruknya Uni Soviet pada tahun 1991 dan disusul kemudian Yugoslavia. Kedua negara komunis ini bubar karena pergolakan politik internal. Negara-negara yang sebelumnya tergabung dalam negara federasi Uni Soviet dan Yugoslavia memisahkan diri dan mendeklarasikan sebagai negara-negara independen.

Di Indonesia, Marxisme-Komunisme-Leninisme juga kolaps bersamaan dengan dibubarkan dan dilarangnya PKI akibat pemberontakan dan pengkhianatan G30S-nya. Bukan hanya kolaps, tetapi Marxisme-Komunisme-Leninisme dinyatakan terlarang di Indonesia. seperti tertuang dalam Ketetapan MPRS Nomor 25/1966. MarxismeKomunisme-Leninisme yang anti-Tuhan dan antiagama memang sangat bertentangan
dengan ideologi Pancasila yang teis-religius (Ketuhanan Yang Maha Esa).