This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rocky Gerung : PKS vs PDIP 1-0 (UU-HIP)


Rocky Gerung : "Awalnya kan PDI-P mau menjebak Politik Islam dalam hal ini proponennya PKS. Kalo gak ikuti pembahasan atau kasih sinyal menolak RUU-HIP itu artinya Pro Khilafah (Anti Pancasila seperti HTI). yang sekarang berbalikkan yang setuju RUU-HIP itu Pro PKI. kan jadi 1-0 kan untuk PKS."

Simak lengkapnya di video ini :

Tenggelamnya Kapal Perang Yamato Akhiri Era Kapal Perang Raksasa



Setelah dihantam tepat sebanyak 8 bom dan 10 torpedo, Yamato yang diyakini Jepang tidak mungkin karam itu akhirnya tenggelam bersama seluruh awaknya.

Akibat tenggelamnya Yamato, sebanyak 2.475 awaknya tewas. Tapi 269 awak lainnya berhasil menyelamatkan diri ke kapal destroyer Jepang yang bertugas mengawal Yamato

gambaran dramatik tenggelamnya Kapal Perang Yamato dibawah ini di ambil dari film Otoko-tachi no Yamato


Belajar dari Liverpool

Oleh : Ahmad Syaikhu

Kemarin ini Liverpool jadi trending topic. Di twitter ada di posisi pertama. Di kanal media sosial lainnya juga ramai. Maklum, tadi malam The Reds, julukan Liverpool baru saja juara, usai Chelsea taklukkan Manchester City. Butuh waktu 30 tahun bagi Liverpool untuk merasakan juara lagi. 

Lama ya? Tentu saja. Itu sama dengan tiga dekade atau dasawarsa. Rentang waktu yang teramat panjang dalam sepakbola. Kalau dalam politik, itu sama dengan 6 kali pemilu.

Nah, pasti ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari penantian panjang fans Liverpool. Apa rahasia dari Mohamed Salah dkk serta Sang Pelatih Jurgen Klopp?

Kalau saya amati, setidaknya tiga hal ini jadi kunci suksesnya.

Pertama, memilih pemimpin yang tepat. Di tangan Jurgen Klopp sejak 2015, Liverpool berkembang pesat. Tiap tahun prestasinya meningkat. Tahun lalu mereka juara Liga Champions. Kini kampiun Liga Inggris.

Klopp dianggap sosok yang tepat untuk The Reds. Jago taktik, dekat dengan pemain, rendah hati, pintar memotivasi dan seterusnya. Di tangan Klopp, pemain-pemain yang biasa saja bisa jadi bintang. 

Saya jadi teringat ungkapan 'di tangan seorang pemimpin yang tepat, segerombolan kucing bisa jadi singa. Sebaliknya, jika tak tepat, seorang pemimpin hanya akan membuat sekelompok singa jadi kucing'.

Kedua, identitas atau 'ideologi' yang jelas. Banyak yang mengatakan, di era Klopp, Liverpool sukses mendapatkan identitasnya. Atau dalam bahasa politik ya ideologi.

Strategi dan taktik gegenpressing yang Klopp bawa dari Jerman, ternyata pas dengan ideologi Liverpool. Menekan lawan dan merebut bola setiap saat. 

Nah, jangan main-main dengan identitas atau ideologi. Jika salah saja memilih, maka kita akan gagal. Kalau sudah punya ideologi yang jelas dan terbukti sakti, tidak perlu kita ubah.

Ketiga, sabar. Ini penting dimiliki. Bayangkan, 30 tahun puasa gelar. Tapi Liverpool tak menyerah. Gigih. Terus berjuang. Hingga akhirnya jadi juara lagi.

Dari Liverpool, kita bisa belajar banyak hal.  Tak hanya untuk kepentingan sepakbola, tapi juga bangsa dan negara. 

Selamat untuk Liverpool.

ORANG TUA SEKARANG MEMBUNUH ANAKNYA SECARA HALUS

Ada seorang operations manager dari client kantor saya yang cool banget. Kita undang dia makan siang dan nasinya keras. Kita sebagai vendor yang baik, meminta maaf. Dia bilang,
“Gak papa. Justru saya suka nasi keras. Gak suka tuh saya, beras sushi.”
“Kok sukanya nasi yang keras Pak?” I cannot help but to ask.
“Iya, orang tua saya ngajarin jangan pernah buang makanan. Nasi kemarin juga kita makan.”

This may be simple. But this, blew my mind.

Dan setelah saya menjadi orang tua, di sini lah saya lihat banyak orang tua mulai mengambil langkah yang tidak disadari, berdampak.

“Saya waktu kecil, miskin. Saya pastikan anak-anak saya mendapatkan yang terbaik, termahal.”

“Waktu kecil, saya makan aja susah. Saya pastikan mereka itu sekarang makan enak.”

“Waktu kecil, saya belajar ditemani lilin dan 2 buku. Sekarang anak saya, saya sekolahkan ke Inggris.”

We experienced the worst and therefore we tend to give the best.

The question is, is the best…is what our children need? Really?

Orang sukses itu menjadi sukses karena :
(1) dididik dengan benar, terlepas dari dari apakah dia kaya atau miskin 
(2) dididik oleh kesulitan yang dia hadapi.

Kita akui ada anak orang kaya yang tetap jempolan attitudenya dan perjuangannya. Tapi kita lihat kebanyakan orang sukses juga dulunya sulit. Kesulitan (dalam beberapa kasus, kemiskinan) itu yang menjadi drive orang-orang untuk menjadi sukses. Ini adalah resep yang nyata. Kesulitan yang orang-orang sukses ini hadapi adalah ladang ujian di mana mereka menempa diri mereka menjadi orang sukses.

Pertanyaannya, jika kita ingin mencetak anak-anak yang bermental baja, kenapa kita justru memberikan semua kemudahan? Kenapa justru kita hilangkan semua kesulitan itu?

Karena dengan menghilangkan kesulitan-kesulitan itu, justru kita menciptakan generasi yang syarat hidupnya banyak.

Generasi Berikutnya

Apa yang terjadi dengan dari hasil thinking frame ‘dulu saya susah, saya tidak ingin anak saya susah’? Ini yang terjadi:

Anak dari teman ibu saya terbiasa makan beras impor thailand. Di 98, kita terkena krisis dan orang tuanya tdiak lagi mampu beli beras impor. Yang terjadi adalah, anaknya gak bisa makan.

Ada anak dari teman yang terbiasa makan es krim haagen dasz, ketika pertama kali makan es krim lokal, dia muntah.

Ada cucu yang ngamuk di rumah neneknya karena di rumah nenek, gak ada air panas.

Saya tidak mencibir mereka. Apa adanya seorang manusia itu terjadi dari nature dan nurture. Semua ini, adalah nurture.

Bahkan di kantor pun sama. Di kantor kebetulan saya jadi mentor seseorang (saat ini). Dalam sebuah kesempatan, dia pernah berkata “Duh, gak nyaman di posisi ini.”

Di lain kesempatan, “Sayang ya, si X resign, padahal dia membuat saya nyaman di kantor sini.”

Pada kali kedua saya mendengar temen saya ngomong ini, saya mulai masuk “Kamu sadar gak, kamu udah 2 kali menggarisbawahi bahwa kenyamanan dalam kerja itu, penting bagi kamu.”

“…”

“Emang sih idealnya nyaman. Tapi sayangnya, this is life. We don’t get to pick ideal situations. Sometimes we need to settle with what we have and deal with it.

"Tentang kenyamanan, coba jadikan itu sebagai sesuatu yang ‘nice to have’ dan bukan "must have".

What to Do?

Saya menyukai cara Sultan Jogja mendidik anak-anaknya. Saya pernah dengar bahwa di saat balita, anak sultan dikirim untuk hiidup di desa. Makan susah, main tanah, mandi di sumur. Intinya, meski dia anak sultan, dia tidak tahu bahwa dia anak sultan dan dia merasakan standar hidup yang rendah – dan merasa cukup dengan itu. Setelah agak besar, dia kembali ke istana. Dampaknya, semua Sultan, bersikap merakyat. Dia makan steak, tapi dia tahu bahwa steak yang dia makan adalah sebuah kemewahan. Bukan sebuah syarat hidup minimum.

Saya pun memiliki syarat-syarat hidup. Semenjak menjadi seorang bapak, saya berubah total dan saya kikis hilang itu semua. Karena saya tidak ingin anak-anak saya memiliki syarat hidup yang banyak. Dan satu-satunya cara memastikan itu terjadi adalah bahwa sayapun tidak boleh memiliki syarat hidup banyak.

Saya mengajak mereka naikkopaja atau transjakarta setiap hari ke sekolah, sebelum mereka merasakan bahwa naik angkutan umum itu, rendah.

Saya membiarkan mereka tidur di lantai. Siapa tahu suatu saat nanti mereka harus terus-terusan.

Saya mematikan AC saat mereka tidur – siapa tahu mereka suatu saat cannot afford air conditioning.

Saya tidak menginstall air panas karena saya ingin anak-anak saya baik-baik saja jika suatu saat nanti mereka tiap hari harus mandi air dingin.

Saya melarang mereka main tablet karena saya ingin mereka tidak tergantung dengan kemewahan itu.

Saya melarang mereka menilai teman dari merk mobil mereka karena merk mobil itu gak pernah penting, dan gak akan penting.

Kita pergi ke mall memakai kopaja. And we have fun ketawa-ketawa, seperti jutaan orang lain.

Saya tidak membuang nasi kemarin yang memang masih bagus. Instead saya makan sama anak-anak saya. Siapa tahu suatu saat, that is all they can afford. Agak keras. And we like it.

We teach them to pursue happiness so that they learn the value and purposes of things. Not the price of things.

Nasi kemarin yang masih perfectly safe to eat, masih punya value. Kopaja dan mercy memiliki purpose yang sama, yaitu mengantar kita ke sebuah tempat.

AC atau gak AC memberikan value yang sama. A good night sleep.

Kenapa semua ini penting? Kita harus ingat bahwa generasi bapak kita adalah generasi yang bersaing dengan 3 milyar orang. Mereka bisa mengumpulkan kekayaan dan membeli kemudahan untuk generasi kita. Kita harus bersaing dengan 7 milyar orang. Anak kita nanti mungkin harus bersaing dengan 12 milyar orang di generasi mereka.

One needs to be a tough person to be able to compete with 12 billion people. Dan percaya lah, memiliki syarat hidup yang banyak, tidak akan membantu anak-anak kita bersaing dengan 12 milyar orang itu.

(Anonim)

Politisi Seluruh Eropa Ramai-ramai Mengecam Israel

Upaya Israel yang ingin menganeksasi tepi barat ternyata berdampak pada perubahan sikap para politisi eropa yang biasanya selalu mendukung kebijakan politik israel selama hampir 50 tahun belakangan ini.

(Wawancara Eksklusif) Janji Pentagon ke Indonesia Soal Laut China Selatan

KRI Diponegoro-365 bersama USS Chung-Hoon (DDG-93)
KRI Diponegoro-365 bersama USS Chung-Hoon (DDG-93)

Situasi di Laut China Selatan memanas. China semakin berani mengklaim wilayah-wilayah perairan milik negara lain di sana. Berbagai taktik dilakukan mulai dari melarang pencarian ikan, menenggelamkan kapal, hingga membentuk wilayah administrasi baru secara sepihak.

Salah satu insiden yang masih hangat adalah insiden West Capella, bulan lalu di perairan Malaysia. Di tengah pengeboran lepas laut, yang dilakukan kapal West Capella, China mengirimkan kapal survei dan coast guard untuk melakukan pemindaian. Menganggapnya sebagai langkah provokasi, Malaysia mengirim kapal Angkatan Laut-nya ke lokasi yang sama.

Dalam insiden tersebut, Amerika Serikat ikut terlibat. Dengan kapal perang yang dimiliki, mereka mengawal kapal Angkatan Laut Malaysia, menegaskan dukungan kepada negara-negara ASEAN. Mereka menyebutnya sebagai "presence operation", mengingatkan China bahwa ada Amerika Serikat juga di Laut China Selatan.

Reed B. Werner, Deputy Assistant Secretary of Defense untuk wilayah ASEAN, dari Kementerian Pertahanan Amerika Serikat, bercerita banyak soal situasi di Laut China Selatan. Tak berhenti di situ, ia juga memperingatkan Indonesia soal China yang semakin agresif, bahkan di tengah pandemi Corona (COVID-19). Berikut petikan wawancara eksklusif Istman Musaharun dari Tempo.co dengan Reed B. Werner via sambungan internasional pada pekan lalu.

T. Pantauan kami, China semakin agresif dalam mengklaim wilayah-wilayah perairan di Laut China Selatan. Apa sikap Amerika Serikat, sebagai sekutu negara-negara di Asia Tenggara, soal itu?

J. Kami memiliki perhatian khusus terhadap situasi di Laut China Selatan. Komitmen kami adalah mewujudkan wilayah Laut China Selatan yang bebas dari konflik, menghormati wilayah perairan masing-masing, dan menjunjung penyelesaian masalah secara damai.

T. Apa tidak khawatir dengan langkah China yang mulai berani masuk ke wilayah perairan negara lain dan mengklaimnya sebagai milik mereka?

J. Tentu kami memiliki kekhawatiran terhadap aktivitas China di Laut China Selatan. Mereka memaksa negara-negara Asia Tenggara (untuk memberikan wilayah perairan mereka) dan menghalangi akses mereka ke sumber daya laut yang penting untuk pertumbuhan ekonomi. Mereka melakukan semua itu di saat mayoritas negara-negara Asia Tenggara sibuk dengan COVID-19.

Kami terus memonitor aktivitas mereka mulai dari pengerahan armada, kapal survey, hingga kapal coast guard. Hal itu termasuk ketika mereka mengganggu pengeboran lepas laut oleh Kapal Malaysia.

T. Trend aktivitas China di Laut China Selatan seperti apa?

J. Ini bagian dari tren yang lebih besar. Sejak Januari, mereka sudah melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal (ikan). Selain itu, secara sepihak, mereka juga melarang aktivitas perikanan, membentuk wilayah administrasi baru, dan secara terus menerus melanggar hukum internasional (UNCLOS) seperti yang terjadi di Natuna beberapa waktu lalu. Kami juga sadar aksi mereka menenggelamkan kapal Vietnam di Kepulauan Paracel April lalu.

Manuver militer mereka juga tidak professional. April lalu, kapal perang China mengunci senjata radar mereka ke kapal Angkatan Laut Filipina, memberi sinyal seolah-olah mereka akan menenggelamkan kapal itu. Selain itu, juga ada aktivitas pesawat yang tidak perlu. Ini jelas mengkhawatirkan dan kami terus mengawasi mereka.

T. Pantauan Amerika Serikat, kenapa China tiba-tiba menjadi sangat agresif akhir-akhir ini? Apakah memanfaatkan momen pandemi COVID-19?

J. Kami tidak tahu pasti apa motif China (tiba-tiba semakin agresif) dan apakah hal tersebut berkaitan dengan pandemi COVID-19. Apa yang bisa kami katakan, China sadar bahwa negara-ngeara ASEAN disibukkan oleh pandemi COVID-19 dan di saat bersamaan mereka menciptakan ketidakstabilan di Laut China Selatan.

T. Apakah maksud anda mereka bersikap pragmatis terhadap situasi COVID-19?

J. Saya katakan kembali bahwa kami tidak tahu motif mereka, namun mereka sadar bahwa negara-negara ASEAN tengah sibuk dengan COVID-19. Virus tersebut diyakini berasal dari China, mereka juga tengah menanganinya, namun mereka tetap melanjutkan aktivitas di Laut China Selatan.

T. China sudah memiliki dua pulau buatan yang siap dengan alutsista. Bisa dikatakan mereka sudah punya posisi kuat di Laut China Selatan. Menurut Amerika, bagaimana negara-negara Asia Tenggara harus meresponnya?

J. Pertama, ingin saya sampaikan bahwa Indonesia sudah bersikap tepat dengan tidak terintimidasi oleh aktivitas China dan tetap menjunjung konvensi internasional.

Untuk merespon China yang sudah siap siaga di Laut China Selatan, penting bagi negara-negara Asia Tenggara untuk bersatu mendorong mundur aktivitas China. Itu hal yang sangat kritikal. Setiap kali China melanggar hukum internasional, lawanlah.

T. Amerika Serikat bisa membantu apa untuk itu (melawan Militer China)?

J. Kami secara berkelanjutan terus membangun kapasitas militer negara-negara Asia Tenggara. Selain itu, juga membangun kesadaran mereka terhadap wilayah maritim masing-masing. Amerika Serikat membantu negara-negara Asia Tenggara untuk hal tersebut.

T. Amerika Serikat membantu Malaysia dengan mengirimkan drone untuk menjaga wilayah perairan mereka. Apakah Indonesia akan mendapat bantuan serupa?

J. Saya tidak bisa menyampaikan detail kerjasama Pentagon dengan negara lain. Namun, kami akan terus membantu (Indonesia) lewat latihan militer bersama, menyediakan bantuan keamanan, teknologi militer, serta pertukaran informasi soal situasi di Laut China Selatan.

T. Bisa dielaborasi bantuan Amerika Serikat untuk Indonesia? Mungkin "Presence Operation" seperti di Malaysia?

J. Apa yang kami kerjakan dengan Indonesia adalah meningkatkan bantuan keamanan. Misalnya, perihal alutsista, kami sedang berdiskusi untuk pengadaan (tambahan) helikopter AH-64 Apache dan perlengkapan militer lainnya yang bisa meningkatkan keamanan maritim Indonesia. Soal latihan militer bersama, akan diperluas ke situasi-situasi yang lebih kompleks. Hal itu untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam mengawasi dan menjaga wilayah perairan mereka (di Laut China Selatan).

T. Kapan semua itu akan diwujudkan?

Wah, anda menanyakan hal yang susah. Seperti yang anda tahu, sekarang kami sedang menghentikan sementara operasi militer akibat pembatasan perjalanan (efek COVID-19). Jadi, untuk saat ini, masih belum jelas kapan latihan militer bersama akan digelar kembali. Semoga saja bisa sesegera mungkin.

T. Berarti, menunggu pandemi COVID-19 reda?

J. Saya percaya kami akan langsung meningkatkan latihan militer bersama (dengan Indonesia) begitu situasi memungkinkan.

T. Kembali ke penyelesaian masalah di Laut China Selatan, bagaimana Amerika Serikat akan menyeimbangkan pendekatan militer dan diplomatik? Situasi sudah memanas di Laut China Selatan dan sepertinya pendekatan militer tak terhindarkan.

J. Ada berbagai cara untuk menyelesaikan masalah di Laut China Selatan. Amerika terus berkomunikasi dengan China. Apabila ada aktivitas mereka yang tidak wajar, kami langsung memberitahu mereka soal kekhawatiran kami. Tentu jalur diplomasi juga diandalkan oleh diplomat Amerika Serikat dan China.

Khusus soal militer, kami menerapkan strategi Deterrence (Pencegahan Perang). Itulah kenapa kami tetap berpatroli, menerbangkan pesawat, menggelar latihan militer, dan membentuk kerjasama pertahanan di Laut China Selatan. Kami juga mengingatkan China untuk terus mematuhi Code of Conduct dan jangan menciptakan ketidakstabilan di Laut China Selatan.

Saya perlu mengakui bahwa China tidak memiliki rekam jejak yang bagus soal mematuhi aturan internasional. Negara-negara Asia Tenggara perlu bekerja sama untuk memastikan Code of Conduct atau aturan internasional dipatuhi China.

T. Anda tadi berbicara soal menjaga komunikasi dengan China. Kita semua tahu bahwa hubungan China dan Amerika Serikat buruk. Bagaimana komunikasi kedua negara saat ini?

J. Saya hanya bisa mengatakan bahwa kami terus berkomunikasi secara rutin, baik terkait diplomasi maupun militer.

Sumber teks: htps://tempo.co

UAH : Cara Bertaubat dari Dosa Mencuri

Hafalan Al-Qur'an Lebih Cepat HIlang daripada Ikatan Seekor Unta


Ikatan kuat dalam menghafal Al Quran adalah dengan tilawah dan murajaah
.

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ:
تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا
(متفق عليه )
.
Abu Musa ra berkata: Rasulullah saw bersabda:
Biasakanlah kalian membaca Al Quran, Demi Allah yang nyawaku ada ditanganNya, hafalan Al Quran itu lebih mudah lepas dari seekor unta dari ikatannya.
.
HR . Bukhari dan Muslim

Jika Anda Tidak Diperlakukan Dengan Adil, Kirimkan Pesan langsung kepada Raja Salman


Emirates News telah melaporkan bahwa Raja Salman bin Abdul Aziz telah membuat pengumuman kepada publik bahwa dia ingin penduduk Kerajaannya menulis surat kepadanya dan membuatnya sadar jika mereka ditindas atau jika mereka merasa tidak diperlakukan dengan adil.

Raja Salman telah memberi tahu rakyatnya bahwa dia ingin mereka mengirim surat kepadanya secara langsung melalui pesan atau mengirim surat tanpa biaya. Dia ingin rakyatnya bahagia dan menjalani kehidupan yang mereka inginkan untuk bahagia.

Dia juga menyatakan bahwa dia tidak akan pernah sanggup berpikir bahwa orang-orangnya di bawah kepemimpinannya telah menjalankan penindasan dan ketidakadilan.

Semua oejabat dan pegawai kerajaan harus menerima pengaduan ini dan menyampaikannya meskipun aduan itu menyasar kalangan berasal dari putra, cucu, atau keluarga kerajaan sendiri. Biarkan semua pejabat dan pegawai itu tahu bahwa siapa pun yang mencoba untuk mencegah warga mengirim pengaduan atau bahkan mencoba untuk mengabaikan aduan tersebut tidak peduli seberapa kecil itu, ia akan dikenakan hukuman berat.

Saya akan mengambil tindakan bahkan jika anak saya melakukan kesalahan
Raja juga telah menyerukan kepada orang-orang yang mencoba untuk menekan warga yang sedang ditindas atau telah menyaksikan penindasan. Dia juga telah menjelaskan bahwa dia akan mengambil tindakan tegas terhadap semua itu bahkan jika mereka adalah anak-anaknya atau darah keluarga yang menyalahgunakan properti publik atau terlibat dalam korupsi. Dia telah menyatakan dalam sebuah pidato bahwa "Bahkan saya tidak berada di atas Hukum".

Dia tidak ingin Tuhan menghukumnya karena kedzaiman dan karenanya ingin membuat rakyatnya bahagia dan melindungi mereka dari semua bahaya!

  • Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, Penjaga Dua Masjid Suci
  • Kantor Yang Mulia Raja Pengadilan Kerajaan, Riyadh, Kerajaan Arab Saudi
  • Faks: (melalui Kementerian Dalam Negeri) 011 966 11 403 3125
  • Salam: Yang Mulia 
  • Untuk pembaruan terbaru, Anda dapat bergabung dengan grup WhatsApp kami.

SABAR & SYUKUR : Kunci Hidup yg Luar Biasa

🥀🌿

Tahukah Anda, jika kehidupan ini memiliki dua kunci yang luar biasa.
Apakah itu?
Yaitu kesabaran dan rasa syukur.


Ketika kedua kunci ini selalu kita jaga setiap saatnya maka pasti kehidupan kita akan selalu baik-baik saja, meski dalam keadaan yang kurang beruntung.


Oleh karenanya, jangan sampai kita kehilangan dua kunci hebat ini, karena semua yang kita jalani akan mudah tatkala sabar dan syukur kita selalu beriringan.


Jika sabar selalu menjadi andalan dalam menjalani hidup kita, selalu menjadi pegangan untuk melalui berbagai hal yang Allah persembahkan, maka pasti tidak akan pernah ada yang sulit bagi kita, walau benar hal tersebut adalah masalah yang berat.


Karena jika sabar menjadi satu-satunya, menjadi penenang kita dalam menjalani hidup ini, maka pasti kita tidak akan pernah menganggap rumit masalah yang datang, meski hal itu adalah masalah yang besar.

Kita akan tetap baik-baik saja menjalani semuanya dengan tanpa rasa takut sedikitpun, tatkala Allah sudah kita jadikan yang utama dalam sabar dan syukur kita.


Kita juga tidak akan pernah ada kesempatan untuk mengeluhkan hidup, jika rasa syukur kita selalu menjadi penguat dalam menerima setiap yang ditakdirkan-Nya.


Kita akan tetap qana'ah dan ridha, meski yang terjadi tidak sesuai harapan kita, jika rasa syukur selalu lebih depan dari mengeluh kita.


Jika syukur kita selalu menjadi yang utama dalam hati kita, selalu menjadi andalan kita, tentu kita tidak akan pernah sekalipun menggerutui yang telah Allah tetapkan meski hal itu sangat menyakitkan.


Kita akan terus yakin kepada kebaikan-Nya, sehingga secara perlahan-lahan hati kita akan melunak dengan rasa sabar dan ikhlas.


Karena hidup kita akan selalu baik-baik saja tatkala sabar dan syukur kita selalu menjadi pengendali terhebat dalam menjalani apa yang sudah seharusnya kita jalani.


Jika setiap saatnya yang kita tahu hanya bersabar dan bersyukur, maka tentu tidak akan ada kesempatan bagi kita untuk berkata lelah dengan apa yang Allah aturkan, karena pasti hati kita sudah besar dengan rasa ikhlas. (anonymous)


🥀🌺🥀