Dalam kitabnya 'Fushul Fi As-Tsaqafah Wa Al-Adab' (1/73) Syeikh Ali At-Thanthawi menceritakan tentang Al-'Arif Billah Syeikh Ahmad Al-Harun As-Shalihi (wafat 1382 H):
"Di negeri Syam (tepatnya Suriah) ada seorang ulama yang benar-benar sholih dan zuhud, nama beliau adalah Syeikh Ahmad Al-Harun rahimahullah. Banyak orang meyakini bahwa beliau adalah seorang ulama yang mempunyai banyak karomah/keramat meskipun beliau sendiri tidak pernah mengklaim hal tersebut.
Beliau menceritakan kepada kami secara langsung bahwa pada suatu hari tanggal 8 zulhijjah beliau didatangi oleh seorang laki-laki yang meminta kepadanya agar 'menghajikannya', padahal saat itu perjalanan haji (dari Suriah ke Hijaz) akan memakan waktu setidaknya berminggu-minggu, baik perjalanan darat ataupun laut.
Syeikh Al-Harun pun berkata kepada orang tersebut:
"Bagaimana aku bisa membawamu untuk berhaji padahal besok sudah wuquf di Arafah?"
Orang itu menjawab:
"Engkau adalah orang yang mempunyai banyak karomah. Orang-orang telah memberitahukan kepadaku bahwa engkau sanggup membawaku berhaji ke Mekkah".
Syeikh menjawab:
"Ya akhi, orang yang memberitahumu itu sebenarnya dia sedang mengolokmu, saat ini aku tidak mampu untuk membawa diriku sendiri ke Mekkah apalagi membawamu."
Laki-laki itu langsung menimpali:
"Aku yakin engkau sanggup membawaku ke Mekkah sebagaimana yang dikatakan orang-orang."
Orang itu terus bersama Syeikh dan tidak mau meninggalkannya. Ia ngotot meminta Syeikh menghajikannya hingga membuat Syeikh kesal.
Syeikh Al-Harun kemudian berkata:
"Apakah kau siap untuk merahasiakan apa yang akan aku lakukan denganmu dan tidak memberitahu siapapun?"
Orang itu menjawab:
"Siap."
Syeikh melanjutkan:
"Dan kau sanggup bersumpah?"
Laki-laki itu kemudian bersumpah dan menambahkan bahwa istrinya akan otomatis tertalak tiga jika ia memberitahu seseorang apa yang akan ia lakukan bersama Syeikh.
Syeikh berkata:
"Ayo, ikut aku."
Syeikh Al-Harun kemudian membawa laki-laki tersebut ke Mesjid Sulaimaniyah Syam yang terdapat sebuah kolam kecil persegi setiap sisinya sekitar 10 hasta dan tidak terlalu dalam. Saat itu mesjid sedang kosong. Syeikh berkata:
"Berdirilah disamping kolam untuk berwudhu'."
Laki-laki itupun berdiri disamping kolam.
"Pejamkan matamu." Kata Syeikh.
Laki-laki itupun memejamkan matanya.
Tiba-tiba Syeikh Ahmad Al-Harun mendorong laki-laki itu kedalam kolam lalu beliau pun lari. Orang itupun berteriak meminta tolong sampai akhirnya diselamatkan dan dikeluarkan dari kolam olah orang yang mendengar teriakannya.
Orang-orang menanyakan padanya (sementara air masih menetes dari pakaiannya yang basah):
"Bagaimana kau sampai bisa jatuh? Siapa yang mendorongmu?"
Laki-laki itu menjawab (sementara sumpah yang dia ucapkan didepan Syeikh masih teringat jelas dikepalanya)
"Saya tidak bisa menceritakan apapun."
:D :D






0 komentar:
Posting Komentar