This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Fadhilah Amalan-Amalan Di Bulan Dzulhijjah

Tahun Hijriah memasuki bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan ke-12 atau bulan terakhir dalam kalender Islam. Ada banyak prioritas bulan Dzulhijjah, termasuk 10 hari pertama yang dicintai oleh Allah SWT.

Pada bulan Dzulhijjah, umat Islam didorong untuk meningkatkan praktik mereka seperti puasa, memberikan sedekah, untuk bersikap baik kepada anak yatim untuk mendapatkan manfaat dari bulan Dzulhijjah.

Berikut amalan yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah:

1. Puasa

Puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Hari itu adalah hari tepat sebelum perayaan Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).

Puasa lainnya, seperti puasa Senin-Kamis juga bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah. Ada juga sejumlah ulama yang juga berpendapat bahwa puasa sunnah dapat dimulai dari tanggal 1 hingga ke-9 dari Hul-Hijjah. Ini dapat diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Hunaidah ibn Khalid dan istri-istri Nabi SAW berikut ini.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis." (HR Abu Daud).

2. Menunaikan Haji dan Umrah

Haji adalah salah satu rukun Islam. Haji adalah sah bagi mereka yang mampu dan itu adalah praktik yang dilakukan di bulan Dzulhijah. Tidak hanya haji, umrah juga bagus untuk tampil bulan ini.

Ibadah haji memiliki keutamaan dalam hadis berikut ini.

سُئِلَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ


Artinya: Rasulullah SAW ditanya, "Amalan apa yang paling afdhol?" Beliau menjawab, "Beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya." Ada yang bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah SWT." Ada yang bertanya kembali, "Kemudian apa lagi?" "Haji mabrur," jawab Rasulullah SAW. (HR Bukhari).

3. Qurban

Pada tanggal 10 Dzulhijjah, perayaan Idul Adha dilakukan dan Qurban juga dilakukan. Qurban adalah salah satu perbuatan yang disukai Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا »


Artinya: Dari Aisyah, Rasulullah SAW mengatakan, "Tidaklah pada hari nahr manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai Allah SWT daripada mengalirkan darah dari hewan kurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan kurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridho) Allah SWT sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban." (HR Tirmidzi).

4. Takbir dan Dzkir Diperbanyak

Di bulan Dzulhijjah, takbir dan zikir harus diperbanyak untuk mendapatkan banyak pahala. Terutama pada saat sebelum melakukan shalat Idul Adha. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dijelaskan:

وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .


Artinya: Ibnu Abbas berkata, "Berdzikirlah kalian pada Allah di hari-hari yang ditentukan yaitu 10 hari pertama Dzulhijah dan juga pada hari-hari tasyriq." Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah pernah keluar ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah, lalu mereka bertakbir, lantas manusia pun ikut bertakbir. Muhammad bin 'Ali pun bertakbir setelah shalat sunnah. (HR Bukhari).

2 Orang Dari Madinah Yang Berakhir Berbeda Di Tepi Benteng Konstantinopel

Sama-sama dari Madinah, sama-sama pergi ke Konstantinopel, sama-sama meyakini bahwa Muhammad ﷺ adalah utusan Allah Ta’ala yang haq, tetapi ujung hidup keduanya sangat berbeda. Warisan yang ditinggalkan oleh keduanya pun berbeda. Yang pertama dicatat jejak sejarahnya oleh Al-Qur’an, tetapi dengan catatan yang sangat buruk. Sementara yang kedua masih dapat kita jumpai jejak-jejak perjuangannya di Turki. Kelak ia menginspirasi Muhammad Al-Fatih dalam membebaskan Konstantiniyah.⁣
Yang pertama adalah Abu ‘Amir Ar-Rahib. Saya pernah menulis peran Abu ‘Amir Ar-Rahib dalam upaya memadamkan cahaya Masjid Quba dengan menyusun siasat untuk mengelabui Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin saat itu. Ia otak di balik berdirinya Masjid Dhirar yang hampir saja Rasulullah ﷺ shalat di dalamnya, tetapi tidak jadi karena Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan larangan shalat di Masjid Dhirar untuk selama-lamanya. Ia merancang strategi dan menggalang kekuatan untuk membangun Masjid Dhirar atas dukungan penuh dari Kaisar Heraklius.⁣
Abu ‘Amir Ar-Rahib sebenarnya adalah orang yang mengetahui tanda-tanda kenabian, meyakini akan datangnya penutup para nabi dan rasul, jauh sebelum Muhammad ﷺ diangkat menjadi rasul. Ia mengenali tanda-tanda itu sebaik ia mengenali anak kandungnya sendiri. Tetapi tatkala ia dapati bahwa yang Allah ‘Azza wa Jalla angkat sebagai rasul adalah Muhammad ﷺ yang ia khawatir akan mengikis pengaruhnya di Madinah, maka Abu ‘Amir Ar-Rahib menentang. Ia memusuhi Rasulullah ﷺ meskipun Rasulullah ﷺ berusaha mengajaknya beriman kepada Islam. Ia berkata, “Aku tidak menemui suatu kaum yang memerangimu kecuali aku bersama mereka”⁣
Rasulullah ﷺ kemudian mendo’akannya mati di tempat yang jauh dalam keadaan terusir. Kelak Abu Amir Ar-Rahib mati di Romawi Timur dalam keadaan terusir. Ia meyakini sepenuhnya Muhammad ﷺ adalah rasul penutup para rasul, tetapi ia menolak beriman.⁣
Jika Abu ‘Amir Raghib menyatakan kepada Rasulullah ﷺ bahwa ia akan senantiasa bersama kaum yang memerangi beliau, maka sebaliknya dengan Abu Ayyub Al-Anshari radhiyaLlahu ‘anhu. Ia senantiasa turut serta dalam berbagai peperangan hingga akhir hayatnya. Sahabat yang rumahnya menjadi tempat awal bermalamnya Rasulullah ﷺ saat hijrah ke Madinah ini, sangat bersemangat untuk termasuk ke dalam golongan yang disebut Rasulullah ﷺ sebagai sebaik-baik pasukan dari sebaik-baik panglima. Beliau wafat tatkala turut serta dalam pasukan yang dipimpin oleh Yazid bin Muawiyah dalam upaya membebaskan Konstantinopel.⁣

Abu Ayyub Al-Anshari radhiyaLlahu ‘anhu berwasiat, “Sampaikan salamku kepada pasukan kaum muslimin dan katakan kepada mereka, “Abu Ayyub mewasiatkan kepada kalian agar kalian masuk ke bumi musuh sejauh mungkin, membawa jasadnya bersama mereka lalu menguburkannya di bawah telapak kaki kalian di pagar kota Konstantinopel.”⁣
“Kalian kuburkan aku di tepi benteng Konstantinopel karena aku ingin mendengar derapan tapak kaki kuda sebaik-baik raja ketika mereka menawan Konstantinopel," kata Abu Ayyub Al-Anshari radhiyaLlahu ‘anhu. ⁣
Inilah sosok yang sangat menginspirasi Muhammad Al-Fatih dan para pendahulunya dalam upaya membebaskan Konstantinopel agar termasuk disebut dalam hadis sebagai sebaik-baik panglima dan sebaik-baik pasukan. Sebagai penghormatan terhadap Abu Ayyub Al-Anshari radhiyaLlahu ‘anhu, kelak 5 tahun sesudah membebaskan Konstantinopel, Muhammad Al-Fatih membangun sebuah masjid yang kita kenal sekarang dengan nama Eyub Sultan Camii dan kawasan itu pun dinamakan dengan namanya: Eyub Belediyesi.


Nabi Yunus : Bagaimana Allah Memberikan Hukuman Kepada Dai yang lari dari Tugas



Dalam penafsiran Fi Dzilalil Quran, Said Quthb menjelaskan, Nabi Yunus juga disebut Dzun Nun yang berarti pemilik paus. Artinya, paus itu menelannya dan kemudian memuntahkannya. Kisah itu terjadi ketika dia dikirim ke suatu negeri dan diberitakan kepada umatnya untuk percaya kepada Allah SWT. Namun, mereka mengabaikan dakwahnya.

Dadanya menyempit dan dia meninggalkan mereka dengan marah. Dia tidak bisa menahan perlawanan dakwah dengan mereka. Dia berpikir bahwa Allah tidak mempersempit area dakwahnya di bumi karena bumi sangat luas. Negeri dibumi banyak dan penduduknya beragam. Selama orang-orang di bangsanya tidak mengindahkan dakwahnya, ia berpikir Allah pasti akan ridho jika ia mengarahkannya dakwahnya ke negeri yang lain.

Itulah arti dari "..kemudian dia berpikir bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) .."? (QS al-Anbiya: 88). Said Quthb juga menulis, amarah Yunus yang bergelora menuntunnya ke pantai sampai ia naik menumpang ke kapal hingga akhirnya ia ditelan oleh seekor paus. Di dalam perut paus, Yunus bertobat dan mengakui dosanya. Dia memohon pengampunan karena dia merasa termasuk dalam orang-orang zalim.

Allah pun menjawab doanya. Tuhan menyelamatkannya dari kesedihan dan kesulitan. Paus kemudian memuntahkannya ke darat. Jika dia tidak dimasukkan dalam orang yang mengingat akan Allah, dia akan tetap berada di dalam perut paus itu sampai hari kebangkitan. Yunus kemudian dibuang ke daerah tandus dalam keadaan sakit. Ditumbuhkan bagi Nabi sebuah pohon dari jenis labu. Kemudian, Allah mengirimkannya berdakwah kepada seratus ribu orang atau lebih. Mereka beriman dan membenarkannya, maka Allah memberi mereka kesempatan hidup di dunia sampai masa ajal mereka yang telah ditentukan. (QS as-Shafaat: 148).

Said Quthb menjelaskan, Allah memberikan kesulitan pada Nabi Yunus melalui tekanan ujian berulang-ulang dari umatnya. yang bahkan, jika dia menerima dan sabar dengan sikap bangsanya, tekanan dan ujian akan menjadi lebih mudah dan ringan. Akhirnya, Nabi Yunus mengakui kesalahan sikap yang terjadi pada dirinya sendiri. Saat ditelan oleh paus. Allah juga merawatnya dan menyelamatkannya dari kesedihan dan bencana. Allah memulihkan Yunus dan kembali kepada umatnya yang berjumlah ratusan ribu jiwa. Mereka percaya dan mencari hidayah dan meminta pengampunan dari Allah. Allah pun  mendengar permintaan mereka hingga tidak menjatuhkan hukuman kepada mereka yang telah bertobat.

Singkatnya, hikmah dari kisah Yunus menurut Said Quthb adalah bahwa para dai dakwah mau tidak mau harus menanggung beban dakwah. Bersabarlah atas ujian dan siksaan sebagai konsekuensi dari menjadi dai. Meski pahit, orang yang menanggung beban dakwah harus bersabar dan gigih. Jalan dakwah bukanlah jalan yang mudah. Ada banyak kendala untuk kesesatan, bid'ah, tradisi jahiliyah, dan adat istiadat yang menyeleweng. Setiap hati harus dihidupkan kembali dengan terlebih dahulu menyiapkan cara untuk menyentuh respon jiwanya. Istiqamah, kesabaran, dan harapan adalah kunci untuk sentuhan itu.

TENAGA DALAM ! DIMANA UNSUR JINNYA?

(Surat Terbuka dari Pengajar Ilmu Tenaga Dalam)

Bismillah walhamdulillah, washolaatu wasalaamu 'alaa Rosulillah

Dari semenjak SD sampai sekarang saya hobi dengan belajar beladiri, dulu sangat suka nonton film yang berlatar beladiri seperti Jaka sembung,wiro sableng dll lalu mulai belajar beladiri, berujung mempelajari pelengkap Beladiri yaitu Ilmu Tenaga Dalam, saya pelajari dari berbagai aliran tenaga dalam, mulai dari latihan teknik pernafasan, teknik wirid, asmaul husna, asmak kurung, jawa kewalian, ilmu hikmah, kejawen, ilmu metafisika modern, psikotronika dlll, mengkoleksi banyak buku tenaga dalam, ilmu-ilmu goib,dan semua yang berhubungan dengan metafisika.

Sempat punya perguruan tenaga dalam tahun 1997 an pertama Bada'tubi Inti Taqwa , kemudian berganti Bda'tubi Inti Prana, seelah berguru di jawa tengah dalam sebuah meditasi bertemu sosok yang mengaku bernama Ki Cakraningkrat dari cirebon saya diberi sebuah tongkat yang bermakna alif, yang artinya jalan lurus. semenjak itu perguruan saya beri nama Cakra Nur Alief, karena gak punya sistem manajemen marketing yang bagus anggota tenaga Dalam saya hanya terbatas bagi rekan-rekan yang kenal dan dari mulut ke mulut, jumlah murid ga terlalu banyak gak sampai ratusan orang.

Dari sinilah saya terus mengembangkan kemampuan Tenaga Dalam saya, saya perdalam lagi, belajar lagi, sampai mengikuti pula latihan kultivasi Falun gong di senayan, berbagai meditasi saya ikuti, sampai-sampai selalu ada dalam fikiran saya bahwa semua agama itu sama yang penting kita berbuat kebaikan dan akhlak yang mulia. sampai pada tingkat keyakinan wihdatulwujud, manunggaling kawulo gusti (menyatunya hamba dan dzat sang Pencipta)

Waktu terus berjalan sekitar tahun 2002 ,karena hobi membaca saya beli sebuah majalah bertemakan metafisika " Majalah Ghoib, Mengimani yang Ghoib sesuai Syari'at" sebelumnya saya hobi membaca,mengkoleksi majalah/tabloid metafisika seperti Majalah misteri, liberti, posmo, mistik dll

Nah...melalui majalah ini Hidayah datang, saya jadi memahami bahwa yang selama ini saya pelajari ternyata ditimbang dari sisi Syari'at telah menyimpang dan sesat, sebelum kenal majalah Ghoib saya orang yang paling menentang banget yang namanya pemahaman sunnah yang murni, saya menganggap mereka orang-orang syariat yang tidak mengenal torikat ilallah, hakikat apalagi Ma'rifat, mengenal agama hanya kulitnya saja, saya menganggap pemahaman agama saya sudah sampai derajat ma'rifat,

Kembali ke majalah Ghoib, semenjak membaca artikel-artikel di Majalah Ghoib wawasan saya mengenai hal yang ghoib sesuai syari'at mulai mengalami pencerahan, akhirnya saya menemukan Toko Kaset Muslim Fatahillah, saya beli kaset ruqyah Ustadz Fadhlan Adham Hasyim Lc, saya setel, ....Yang terjadi masya Allah....di luar dugaan saya, ...kepala saya pening, tubuh, tangan bergerak-gerak dengan sendirinya (bukan bergerak karena permainan silat stroom), mual- enegh semua jadi satu, saya tidak berani mendengarkannya lagi, saya mulai bertanya-tanya dalam hati berarti ilmu-ilmu yang saya pelajari berasal dari Jin, akhirnya saya tinggalkan semua ilmu-ilmu tersebut, kecuali tenaga Dalam Pernafasan dan Getaran karena saya masih meyakini pernafasan murni tak ada unsur jinnya,

Pemahaman tentang Ruqyah terus meningkat, sering ikuti acara ruqyah belajar ruqyah dan mempraktekan ruqyah untuk diri sendiri.
Sampai suatu saat saya mencoba bermeditasi untuk terakhir kalinya sebelum memutuskan membuang semua Ilmu-ilmu yang saya pelajari, Dalam alam meditasi inilah saya mendapatkan dialog secara ghoib dengan suatu sumber (saya tidak meyakini ini malaikat, tapi saya meyakini ini mungkin salah satu jin yang telah ber-Islam dengan benar wallahu'alam ), Berawal saya mengadu argumen, saya katakan okelah kalau tenaga dalam yang berasal dari mantera, ritual dll adalah sesat dan salah, Pertanyaan saya adalah "Bukakankah setiap manusia secara alami memiliki dan memancarkan gelombang elektromagnetik tubuh, mengapa ini dianggap sesat dan salah menurut Islam, bukankah jika kita memanfaatkan energi ini berarti memanfaatkan apa yang sudah diberikan Allah. tiba-tiba suara itu mengatakan : " Ya...manusia memang memiliki pancaran energi elektromagnetik tubuh secara alami, tetapi ketahuilah biarkanlah energi itu mengalir apa adanya, tanpa direkayasa, jika energi magnetik tubuh ini direkayasa, di olah di himpun dan divisualisasikan, inilah yang akan menjadi kekuatan sihir, dan kami akan masuk ke dalamnya, ingatlah jika kamu memakan buah anggur dalam bentuk aslinya, tanpa direkayasa, tanpa divermentasi maka buah anggur itu halal bagimu,namun jika sudah direkayasa dan divermentasi buah anggur ii akan menjadi khamar yang memabukkan dan hukumnya haram,begitu pula dengan energi tubuh yang direkayasa, di latih, dihimpun, divisualisasikan akan menjadi kekuatan yang namanya sihir dan itu hukumnya haram"...... setelah itu saya terbangun dari meditasi saya, saya tercengang.... Yaa Robb....,berarti benar kata Ibnul qoyyim Aljauziyah dalam kitabnya, bahwa sihir adalah perpaduan antara energi alam dan roh-roh jahat (jin).

Pengalaman di atas benar saya alami dan saya lakukan, lalu apa kesimpulannya :

  • Semua energi metafisika apapun sebutannya ( Tenaga dalam, prana, chi, ki, mana, nur, aura dll adalah menjadi sebab kendaraan syetan untuk menciptakan sihir)
  • jujur energi ini bisa dirasakan, getarannya, rasanya, setiap orang bisa merasakan dengan teknik tertentu)
  • jadi semua orang yang mempraktekkan,melatih energi tenaga dalamnya, pada hakikatnya sedang mengumpulkan energi kekuatan sihir di dalam tubuhnya, karena bangsa jin bisa masuk melalui latihan ini.
  • kenapa sihir? ya! karena pada akhirnya energi ini bisa divisualisasikan untuk berbagai keperluan yang melanggar batas syariat, Bisa digunakan untuk bertelepati mempengaruhi fikiran orang lain, bisa untuk mengirimkan visualisasi penyerangan secara goib, menciptakan aneka bentuk perwudun goib, seperti harimau, singa, dll bisa untuk di alirkan menjadi kekebalan tubuh, bisa digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar jatuh cinta, bisa digunakan untuk menembus dimensi alam gaib, alam jin, siluman dll Pertanyaanya Adakah dalam syariat agama kita di dalam al-quran ataupun hadits yang mengajarkan hal2 tersebut di atas? Tidak ada! maka sudah jelas semua itu permainan syetan jenis jin..... wallahu 'alam

Maaf- saya tidak sedang menyudutkan suatu pihak saya hanya bercerita tentang pengalaman saya, semoga bisa diambil manfaatnmya bagi sahabat yang ingin memurnikan aqidah, ingin berIslam secara Kaffah, cukuplah al-Quran dan sunnah solusi hidup kita!

Barakallahufikum, wasalamu'alaikum


Abi Faqieh Elwastafy (dulu bernama Ki Maulana Cakra)
untuk semua yang pernah menjadi muridku, bertaubatlah dan buanglah semua ilmu-ilmu kalian, dan mohon maaf atas kesalahan dan kebodohanku!

Sumber : FB

Duta Besar China untuk Inggris Kesulitan Menyangkal Persekusi China terhadap Uyghur


Duta Besar Tiongkok untuk Inggris, Liu Xiaoming, baru-baru ini [20/7] ketika diwawancarai oleh BBC, membantah tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pemerintah komunis China terhadap minoritas Muslim Uyghur. Dia berargumen bahwa Uyghur hidup dengan baik dalam damai.

Ketika diperlihatkan hasil rekaman drone di mana ratusan Uyghur ditutup matanya dan dibawa ke kereta api untuk dipindahkan ke kamp penahanan, Liu sekali lagi menyangkal bahwa ia tidak tahu dari mana rekaman video itu berasal.

Tiongkok terus menolak tuduhan penganiayaan terhadap Muslim Uighur. Awalnya pemerintah China menyangkal keberadaan kamp penahanan. Setelah kesaksian luas dari mantan tahanan, mereka berpendapat bahwa itu adalah kamp pendidikan ulang atau lembaga pelatihan kejuruan. Kebohongan demi kebohongan berlanjut oleh pemerintah Cina untuk menutupi kejahatan dan genosida mereka terhadap Muslim Uyghur.

Liu Xiaoming, telah membantah laporan bahwa China sedang menjalankan program sterilisasi wanita Uighur di wilayah Xinjiang barat. Laporan dan laporan saksi mata menuduh Tiongkok berusaha mengurangi populasi Uighur di Xinjiang dengan sterilisasi paksa. Mr Liu juga dihadapkan dengan rekaman drone yang tampaknya menunjukkan Uighurs ditutup matanya dipaksa masuk kereta api. Dia mengatakan dia "tidak tahu" apa yang ditayangkan video itu.


Sumber : Cordova Media

Konflik Libya : Eskalasi Meningkat, Hubungan Mesir-Turki di ambang Perang


Mesir-Turki tampaknya berada di ambang perang. Kedua negara saling mencemooh, mengancam dan menggertak satu sama lain. Mereka memang belum bertatap muka di lapangan. Namun, secara tidak langsung, mereka saling berhadapan di Libya, melalui dua kelompok lokal yang memperebutkan kekuasaan, setelah jatuhnya rezim Muammar Gaddafi.

Dua kelompok lokal, pertama, Tentara Nasional Libya (LNA / al Jaysh al Wathany al Libi) yang dipimpin oleh pensiunan Jenderal Khalifa Haftar, berbasis di Tobruk, Libya timur. Mereka didukung penuh oleh Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Rusia. LNA memiliki kekuatan di bagian timur Libya. Setahun yang lalu, mereka berhasil mengendalikan beberapa wilayah di Libya barat, termasuk bandara internasional di ibu kota Tripoli.


Kedua, Pemerintah Perjanjian Nasional (GNA / Hukumah al Wifaq al Wathany) yang dipimpin oleh Perdana Menteri Fayes Sarraj berbasis di Tripoli. Dengan dukungan penuh dari militer Turki, dalam beberapa minggu terakhir GNA telah berhasil merebut kembali wilayah barat dan sejumlah pangkalan militer pasukan Haftar, yang utama adalah pangkalan militer al Wattia, Kota Tarhuna, bandara internasional Tripoli, dan Bogrin ( timur Kota Misrata).

Dalam serangan yang dimulai pada akhir Maret, mereka juga berhasil menghancurkan empat helikopter serang, dua drone, sejumlah tank, artileri, kendaraan lapis baja, dan senjata berat lainnya. Mereka juga mengancam akan terus menyerang pasukan Haftar yang masih bertahan di pangkalan militer di al Wattia. Sekarang mereka sedang bersiap untuk memasuki kota Sirte, Libya tengah.


Mesir Ancam Turunkan Pasukan

Inilah yang tampaknya membuat kesal Presiden Mesir Abdul Fattah Sisi. "Sirte dan al Jufra adalah garis merah untuk Mesir," kata Sisi, ketika mengunjungi unit tempur angkatan udara di wilayah barat Mesir yang berbatasan dengan Libya pada Sabtu (20/6) pekan lalu.

Dia juga mengancam akan campur tangan langsung dengan militer Mesir di Libya. Menurutnya, intervensi tersebut memiliki legitimasi internasional. Yaitu untuk membela diri atau atas permintaan Parlemen. Adapun yang terakhir, katanya, satu-satunya otoritas terpilih yang sah di Libya. Tentu saja yang dimaksud adalah bahwa Parlemen berkantor pusat di Tobruk yang mendukung Jenderal Haftar.

Dia juga mengisyaratkan bahwa pasukan negaranya dapat melakukan aksi militer di luar negeri jika diperlukan. "Bersiaplah untuk melakukan misi apa pun di sini di dalam perbatasan kami atau jika perlu di luar sana," kata Sisi kepada tentara Mesir.

Lalu, apa pentingnya Sirte dan al Jufra yang dikatakan Presiden Sisi adalah garis merah untuk Mesir?

Sirte berjarak sekitar 1.000 kilometer dari perbatasan Mesir. Posisinya berada di tengah-tengah antara ibu kota Tripoli dan Benghazi di pantai Libya yang menghadap ke Laut Mediterania. Karena itu, penguasa Sirte akan dengan mudah mengontrol pelabuhan minyak di wilayah sabit sumur minyak di Libya timur, yang berisi cadangan minyak terbesar di Libya.

Di sisi lain, selatan Sirte terletak pangkalan udara penting al Jafra, yang hanya berjarak 300 kilometer. Pangkalan Al-Jafra adalah salah satu pangkalan udara Libya terbesar, dengan infrastruktur yang kuat, yang selalu dimodernisasi sehingga dapat mengakomodasi senjata terbaru. Pangkalan ini adalah ruang operasi utama untuk pasukan Jenderal Haftar.

Posisi al-Jafra juga penting karena terletak di bagian tengah Libya, sekitar 650 kilometer tenggara Tripoli. Ini adalah poros penghubung antara timur, barat dan selatan. Karena itu, siapa yang mengendalikan pangkalan al-Jafra, ia akan dapat mengendalikan setengah dari Libya.

Menurut Dr. Gabriel al Obaidi, penulis dan akademisi Libya, siapa pun yang mengendalikan Sirte dan al Jufra akan memiliki tujuan berikut, yaitu untuk mendominasi Libya timur. Ini tentu saja dapat mengancam keamanan Mesir di perbatasan baratnya, yang membentang sekitar 1.200 kilometer.

Sementara Munir Adib, seorang ahli tentang gerakan ekstrimis dan teroris internasional, mengatakan al-Jufra adalah wilayah terdekat di Libya selatan ke Mesir, sehingga kehadiran milisi ekstremis di sana dapat membuat ancaman nyata bagi keamanan Mesir.

Beberapa pihak mengatakan, pernyataan kuat Presiden Mesir itu sebagai bentuk penabuhan perang. Berbagai media dan lembaga pertahanan internasional juga memberikan komentar. Mereka sepakat bahwa ancaman Presiden Sisi sebenarnya diarahkan ke Turki, khususnya Presiden Recep Tayyib Erdogan, meskipun ia tidak menyebut nama orang atau negara tertentu. Berkat dukungan militer langsung Turki, pasukan Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya kini "siap berlayar".

Secara perbandingan kekuatan militer Turki yang berada di peringkat ke-9 dan Mesir di peringkat ke-11 di peta kekuatan militer di dunia. Jika benar-benar ada perang, lalu siapa yang menang? Apa akibatnya bagi Timur Tengah dan dunia internasional? Lalu negara mana yang akan menjadi sekutu kedua belah pihak?



Parlemen Mesir Menyetujui Intervensi Militer ke Libya

Menurut informasi yang dirilis oleh situs web Aljazeera pada 21 Juli 2020, parlemen Mesir pada hari Senin, 20 Juli 2020, telah menyetujui pengerahan pasukan Mesir untuk melakukan aksi militer di Libya.

Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya, dengan dukungan negara-negara asing, baru-baru ini melancarkan serangan terhadap Tentara Nasional Libya (LNA) di barat laut Libya dan bertekad untuk bergerak maju untuk mengambil kendali Sirte dan pangkalan udara Al-Jufra .

Mesir adalah kekuatan militer terbesar kedua di Timur Tengah setelah Iran, dengan total 439.000 personel militer. Angkatan bersenjata Mesir adalah yang terbesar di kawasan itu dan pada dasarnya berfokus bertugas pada integritas teritorial dan keamanan internal, termasuk memerangi kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Sinai utara.

Inventarisasi angkatan bersenjata Mesir utama terdiri dari sistem persenjataan era Soviet yang usang dan ditambah peralatan militer dari barat yang terbaru. Namun, akhir-akhir ini angkatan bersenjata Mesir secara agresif melaksanakan program rekapitalisasi dan modernisasi peralatan militernya.

Mesir telah menerima pesawat tempur multi-purpose, helikopter serang, dan sistem rudal darat-ke-udara (SAM) dari Rusia. Pesawat tempur juga datang dari Perancis dan UAV bersenjata dari Cina. Rekapitalisasi Angkatan Laut Mesir termasuk kapal selam buatan Jerman dan kapal serbu amfibi dan fregat yang dirancang oleh Prancis. Mesir memiliki industri pertahanan dalam negeri yang mapan, memasok peralatan untuk angkatan bersenjata dan pasar ekspor, mulai dari senjata ringan hingga kendaraan lapis baja. Ada sejarah lisensi dan produksi bersama dengan perusahaan asing, termasuk perakitan lokal tank tempur M1A1 utama dari kit yang dipasok AS dan produksi fregat dengan bantuan Prancis.


Mesir-Turki, Unfinished Business ?

Perseteruan Turki dengan Mesir, atau lebih tepatnya Presiden Erdogan dan Presiden Sisi, sebenarnya berasal dari masalah politik. Erdogan, yang merupakan pendukung Ikhwanul Muslimin (IM), sangat mengutuk pengambilalihan kekuasaan oleh Jenderal Sisi dari Presiden Muhammad Morsi pada 2013. Sampai sekarang, Erdogan menyebutnya kudeta militer terhadap pemerintah yang sah dan dipilih secara demokratis. Morsi adalah presiden Mesir berasal dari kelompok IM.

Di sisi lain, Presiden Sisi mengatakan bahwa pengambilalihan kekuasaan justru untuk menyelamatkan bangsa Mesir dari perang saudara. Dia kemudian menolak IM dan menganggap mereka sebagai kelompok teroris terlarang bersama-sama dengan Saudi dan UEA. Mesir juga menuduh Turki Erdogan sebagai pelindung teroris IM.

Perseteruan politik Turki-Mesir ini berlanjut ke perang saudara yang sekarang terjadi di Libya. Turki Erdogan mendukung Pemerintah Perjanjian Nasional atau GNA di Tripoli. Sementara itu, Mesir mendukung Tentara Nasional Libya alias LNA yang berbasis di Tobruk.

Mesir menuduh GNA sebagai teroris yang didukung oleh teroris. Tuduhan ini mengacu pada GNA dan IM Turki yang condong ke Erdogan yang dianggap sebagai teroris oleh Mesir. Sebaliknya, Turki menuduh LNA sebagai kelompok kudeta yang didukung oleh pemerintah kudeta.

Perseteruan Mesir-Turki di Libya juga melibatkan negara-negara pendukung satu sama lain. Bersama dengan Mesir ada Saudi, UEA dan Rusia. Sementara itu, Turki didukung oleh Qatar. Masing-masing pihak menuduh lawan-lawannya sebagai intervensi asing di Libya yang melibatkan tentara bayaran.

Sebenarnya Pemerintah PBB yang diakui oleh PBB adalah GNA di Tripoli. Namun, pengakuan internasional tidak ada artinya di tengah konflik, perselisihan dan kepentingan politik. Sekarang dua kelompok yang bertikai di Libya - bersama dengan negara-negara pendukung lainnya - masing-masing mengklaim sebagai yang sah dan menganggap yang lainnya ilegal.


Menakar Kekuatan Mesir - Turki

Intervensi Turki untuk mendukung Kesepakatan Nasional Pemerintah Libya (GNA) terjadi setelah penandatanganan perjanjian tahun lalu untuk membatasi perbatasan laut antara kedua negara. Turki ingin mengamankan peran yang lebih besar untuk dirinya sendiri dalam eksplorasi yang direncanakan atas sumber daya alam di Mediterania, dan berupaya melemahkan kekuatan anti-GNA dari pemberontak HLL Khalifa, yang didukung oleh Mesir, Uni Emiarat Arab (UEA), Arab Saudi, Rusia , Prancis, dan bahkan Yunani.

Posisi Amerika Serikat di Libya tidak konsisten dan membingungkan karena kurangnya kepentingan strategis. Washington menempatkan Libya di tepi upaya militer dan diplomatiknya, tetapi keterlibatan Rusia yang meningkat dalam konflik mengubah posisi Amerika Serikat, membuat Moskow memberlakukan batasan atas intervensi sendiri.

Italia mendukung Turki dan GNA, sementara Prancis mendukung pasukan Haftar dan Mesir. Peran Yunani dalam mendukung Mesir dan menentang Turki terbatas pada perannya sebagai pendukung. Sementara itu, UEA dan Arab Saudi mendukung Mesir tetapi memiliki persepsi yang berbeda, karena Arab Saudi tidak lebih dari sekadar dukungan verbal, sedangkan UEA tidak akan dapat memberikan lebih banyak dukungan kepada Haftar, dan Mesir telah melampaui kemampuan dan kapasitasnya untuk melakukan apa pun. .

Sementara Turki melakukan latihan dan manuver angkatan laut dengan Italia baru-baru ini, Prancis menciptakan "masalah" dengan kapal-kapal angkatan laut Turki. NATO - Turki dan Prancis sama-sama anggota NATO, tetapi NATO tidak memperhatikan hasutan Prancis.

Kegagalan Haftar untuk merebut Tripoli setelah intervensi Turki merupakan pukulan kuat bagi sekutunya, terutama UEA dan Mesir. Jika Mesir memutuskan untuk melintasi perbatasan dan campur tangan dalam kapasitasnya sebagai yang paling terkena dampak kekurangan tersebut, UEA akan menemukan dirinya di bawah tekanan dari komunitas internasional untuk menemukan solusi damai dan menyelesaikan konflik. Apalagi, jika Rusia menjadi lebih terlibat, maka akan menghadapi respons besar dari Amerika Serikat.

Dalam konteks ini, Mesir menemukan dirinya dalam posisi yang canggung ketika Presiden Abdel Fattah Al-Sisi mengancam bulan lalu untuk campur tangan langsung di Libya jika GNA yang diakui secara internasional memasuki Sirte, yang berjarak lebih dari 900 km dari perbatasan Mesir. Al-Sisi menggambarkan Sirte sebagai garis merah, persimpangan yang mengancam keamanan nasional Mesir. Untuk menunjukkan keseriusannya, ia melakukan manuver militer di sisi perbatasan Mesir. Dengan nama sandi "Decisive 2020", mereka memasukkan latihan yang bertujuan "menghilangkan unsur tentara bayaran dari tentara yang tidak teratur".

Tampaknya ancaman dan manuver Mesir tidak akan mengubah realitas baru di Libya, dan jelas bahwa aspirasi Kairo menjadi lebih realistis. Menurut Jerusalem Post, konflik saat ini di Libya dibagi menjadi dua garis. Daftar Kontrol akan membawa semacam pemerintahan militer konservatif ke Libya yang menolak perubahan, seperti di Mesir dan negara-negara Teluk. Adapun GNA yang didukung Turki, mungkin memiliki masalah mengenai stabilitas rapuh setelah pukulan yang disebabkan oleh Haftar. Meskipun demikian, Turki telah membuktikan bahwa mereka lebih terampil dalam mentransfer senjata dan teknologi pertahanan ke Libya. Drone mengalahkan sistem pertahanan udara Rusia yang dibawa oleh UEA ke Libya. Inilah bagaimana pasukan yang didukung Turki berhasil mendesak milisi Haftar untuk menarik pasukan mereka dari sekitar Tripoli.

Mengingat politik internasional dan perkembangan di lapangan, akankah Libya tetap terbagi secara fisik di sepanjang garis merah yang disebut Sisi, dan di hadapannya Putin, mencegah GNA mengendalikan Pangkalan Udara Sirte dan Al-Jafra di jantung negara itu? Apakah Mesir akan campur tangan langsung di Libya, daripada hanya menyediakan senjata dan dukungan teknis dan udara? Akankah Mesir terlibat dalam konfrontasi dengan Turki?

Semua ini tampaknya sangat tidak mungkin, karena intervensi apa pun oleh militer Mesir, jika itu terjadi, akan sangat terbatas. Impian Haftar dan para pendukungnya untuk mengendalikan seluruh Libya tidak lagi mungkin.

Di atas kertas, kekuatan tentara Turki kurang lebih sama dengan kekuatan pasukan Mesir-nya. Keduanya memiliki jet tempur modern seperti F-16 dan ratusan pejuang lainnya. Tentara Mesir adalah yang terkuat kesembilan di dunia di atas kertas, dengan ribuan tank. Turki ditempatkan pada kesebelas, tetapi kemungkinan menjadi anggota NATO membuat pasukan Turki jauh lebih efektif daripada Mesir.

Itu hanya teori. Pada kenyataannya, ada kesenjangan yang luas dalam kemampuan dan efektivitas. Mesir belum diuji dalam konfrontasi eksternal untuk waktu yang lama, dan hampir setengah abad telah terlibat dalam memerangi kelompok-kelompok bersenjata yang lemah di negaranya. Konfrontasinya dengan pasukan ISIS di Semenanjung Sinai selama tujuh tahun terakhir telah mengungkapkan ketidakefisienan militer Mesir dalam menekan pemberontakan kecil oleh kurang dari 700 militan.

Turki memiliki pengalaman dan efektivitas dalam menangani pemberontakan. Pasukannya telah terlibat di Suriah selama bertahun-tahun, dan berurusan dengan pasukan Kurdi PKK. Tentara Turki juga menangani kekuatan ISIS.

Intinya para pengamat militer berkesimpulan bahwa perang langsung antara Mesir dan Turki di Libya hampir tidak mungkin terjadi. Pembicaraan semacam itu tidak masuk akal mengingat "intervensi" Al-Sisi akan terbatas dan jika itupun terjadi. Turki, bagaimanapun, telah menunjukkan bahwa keseriusan tekadnya untuk berdiri di samping GNA dan sekaligus berkomitmen untuk kepentingan vital dan keamanan nasionalnya khususnya laut Mediterania. Rusia sadar bahwa Turki tidak akan bergeser dari posisinya di Libya, sementara Amerika Serikat sadar bahwa Ankara telah bertekad untuk mencapai tujuannya, dan Washington ingin mendukung pemerintah Turki dalam membatasi kerjasamanya dengan Moskow dan Teheran.

UAS Bertanya, K.H Idrus Ramli Menjawab


Bagaimana para ulama ini menampilkan keteladanan kepada kita mengenai rendah diri, semangat belajar yang terus menyala dan lapang dada terhadap perbedaan diantara mereka atau mengakui ketinggian keilmuan dari masing-masing mereka.

Salamah Bin Al Akwa : Infanteri Terbaik, Pahlawan Dzi Qard

Ada seorang sahabat Rasulullah ﷺ yang larinya cepet, bahkan seorang diri bisa menyusul pasukan berkuda. Siapakah beliau?

Namanya Salamah bin Al Akwa, yang digelari Rasulullah sebagai "infanteri terbaik." Bagaimana kisahnya? 

Nama beliau memang tidak setenar Sa'ad bin Abi Waqqash yang merupakan pemanah pertama dalam Islam, juga tidak sesering kita mendengar Zubair bin Awwam yang merupakan penghunus pedang pertama dalam Islam....

Beliau adalah sahabat Anshar, dan satu angkatan dengan sahabat-sahabat junior seperti Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, juga Abdullah bin Abbas.

Meskipun di masa Rasul sahabat ini masih muda, tapi keberaniannya dan kemampuan fisiknya jangan ditanyakan. Keren abis, masyaAllah!

Dalam Kitab Al Bidayah wa An Nihayah, Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Salamah bin Akwa adalah "Fursan Ash Shahâbah wa Ulama'uhum", jagoan sekaligus seorang ahli ilmu dari kalangan sahabat.


Beliau mengikuti 7 Ghazwah bersama Nabi Muhammad ﷺ, Sariyah 9 kali bersama sahabat lain.

Dalam Kitab Al Isti'ab karya Ibnu Abdil Barr, Beliau mendeskripsikan Salamah dengan kalimat ringkas tapi dahsyat, "beliau adalah orang pemberani, pemanah tangkas, dermawan dan ahli kebaikan."

Kekuatan tangannya kuat sebagaimana dikisahkan oleh seorang Tabi'in...

sebagaimana dikisahkan Abdurrahman bin Razin, seorang Tabiin suatu kali menemui Salamah bin Akwa, kemudian ia menjabat tangan Salamah.

Ia menggambarkan bahwa tangan Salamah memiliki genggaman yang kekar.

Namun yang membuat beliau digelari sebagai infanteri terbaik, adalah pujian Rasul khusus untuk Salamah bin Akwa, ketika beliau ﷺ bersabda, "kavaleri terbaik kita adalah Abu Qatadah, dan infanteri terbaik kita adalah Salamah."

Apa sebabnya?

Suatu hari pada 6 Hijriah, sekelompok 40 penunggang kuda dipimpin Uyainah bin Hishn. Ia petinggi suku Ghathafan, sekutu Quraisy yang benci dengan muslimin.

Bersama gerombolannya, ia masuk ke batas Madinah, merampok unta Rasul yang saat itu sedang besar dan akan melahirkan.

Perampokan itu tidak ketahuan oleh orang ramai karena tempatnya ada di perbatasan Madinah.

Namun ketika itu, Salamah adalah orang pertama yang menyaksikan tindak kriminal Uyainah dan gerombolannya. Melihat itu, Salamah tak takut, malah melakukan hal yang spektakuler. Apa itu?

Beliau langsung mengutus seseorang untuk menyampaikannya pada Rasul. Sementara itu, ia maju sendirian menyusul penunggang kuda musuh.

Ia hanya berbekal pedang dan panah. Namun tangkasnya, Salamah bisa berlari menyusul penunggang kuda ini bahkan menembakkan panah-panahnya.

Musuh sadar ada yang mengejar mereka. Mereka merasa dikejar oleh orang yang banyak, sebab banyak panah yang dilesatkan ke arah mereka.

Namun ketika melihat ke belakang, mereka tidak menemukannya. Salamah selalu bersembunyi di semak-semak pohon ketika pasukan musuh berbalik arah.

Salamah terus mengejar mereka sampai di satu tempat ia ada di sebuah bukit dan musuh ada di bawah.

Berkali-kali Salamah melempar batu dari atas sehingga musuh ketakutan. Saking takutnya, mereka meninggalkan 30 mantel dan 30 busur panah. Bayangkan, Salamah lakukan seorang diri!

Beliau tetap melakukan itu hingga akhirnya sahabat Rasul yang lain menyusulnya. Pada akhirnya Rasul ﷺ datang bersama pasukan besar.

Melihat apa yang dilakukan Salamah, sahabat sangat kagum padanya. Beliau adalah Hero di peristiwa yang dikenal dengan nama "Perang Dzi Qard" ini.
Datangnya Rasulullah ﷺ membuat Salamah justru makin bersemangat mengejar musuh. Ia berkata pada Rasul, "Wahai Rasul, mereka sekarang sedang haus. Utuslah aku bersama 100 sahabat lain untuk menghadapi mereka."

Namun apa kata Rasulullah?

Rasul menjawab, "Cukup wahai Ibnu Akwa, engkau sudah melakukan yang terbaik", kemudian beliau melanjutkan, "kavaleri terbaik kita hari ini adalah Abu Qatadah, dan infanteri terbaik kita adalah Salamah."

Dalam perjalanan pulang ke Madinah, Rasulullah memuliakan Salamah dengan mengajaknya naik keledai beliau ﷺ bernama Al Adhba'. Bayangkan posisi Salamah diisi oleh kamu, betapa bahagianya!

Referensi :
1. Al Isti'ab fi Ma'rifati Al Ashab, Ibnu Abdil Barr
2. Al Bidayah wa An Nihayah, Ibnu Katsir
3. Al Ishâbah fi Tamyîz Ash Shahâbah, Al Hafizh Ibnu Hajar
4. Siyar A'lâm An Nubalâ', Imam Adz Dzahabi

Seberapa besar Virus Corona ?

Gambar dibawah diambil dari mikroskop ini menunjukkan sel-sel darah merah yang menempel pada ujung jarum suntik. 
nah sekarang mari kita lihat perbandingan ukuran antara sel darah merah dengan virus Corona.
Dari perbandingan diatas bisa kita bayangkan seberapa besar Virus yang ternyata lebih kecil dari sebutir debu. Namun ternyata mampu merobohkan kesombongan manusia seisi dunia.

Maha Besar Allah, tiada tuhan selain Allah dan kita memohon taubat kepada-nya

Arogansi Dibalas Aliansi

Oleh: Jagarin Pane

Langkah mengedepankan otot militer yang diperlihatkan China telah memberikan persepsi arogansi dan mentang-mentang di mata dunia. Sekaligus membuka cakrawala pandang dunia internasional bahwa otot militer China harus dilawan dengan cara yang sama. Dan lebih spektakuler.

Ribut-ribut dengan India misalnya. Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba China membuat gaduh perbatasan kedua negara.  Padahal border di pegunungan Himalaya itu sudah status quo selama setengah abad. Adu otot terjadi, adu jotos terlihat. Sangat memalukan. Dampaknya rakyat India benci banget sama China. 

Pemerintah India kemudian mempercepat proses pengadaan berbagai jenis persenjataan canggih. Lebih pas disebut mempersiapkan sebanyak mungkin alutsista untuk persiapan perang masa depan. Pemerintah dan rakyat India benar-benar marah terhadap perilaku provokasi tentara China. Hampir seratus pasukan kedua negara mati konyol karena saling adu jotos ala primitif.

Dengan Hongkong juga. Dengan Taiwan apalagi. Sudah puluhan tahun China menggertak Taiwan. Dan sepanjang semester I tahun 2020 ini China melakukan manuver militer di selat Taiwan. Yang tidak biasa, jet-jet tempur China daratan sudah berani menerobos teritori udara Taiwan. Dan itu dilakukan berulang kali.

Tapi Republik China Taipei tidak kalah gertak. Kecil-kecil cabe rawit.  Militer negeri Formosa itu langsung bereaksi dan meluncurkan beberapa peluru kendali maut sebagai isyarat "lu jual gua beli". Barusan kapal induk USS Theodore Roosevelt "berhenti" di selat Taiwan. Membawa pesan kuat untuk China, anda sopan kami segan, anda arogan kami lawan.

Dengan negara-negara ASEAN juga begitu. Vietnam digertak terus menerus, kapal nelayannya ditenggelamkan. Perairan Filipina disisir habis China, kapal perang Filipina mau ditembak. Juga dengan Malaysia, tercatat ada 89 pelanggaran teritori laut dan udara yang dilakukan China terhadap Malaysia.

Perairan Zona Ekonomi Eksklusif  (ZEE) kita di laut Natuna Utara sering diterobos oleh kapal nelayan dan Coast Guard China. Dibelakangnya ada back up kapal perang dia. Dan kita melawan. Kita kerahkan kapal perang, juga sejumlah jet tempur dan pesawat pengintai untuk menegaskan kehadiran kita di teritori Natuna. Saat ini seluruh komponen pertahanan kita siaga penuh di Natuna.

Akhirnya arogansi China berbuah pahit. AS, Australia, Jepang, Inggris dan Kanada bersiap membentuk aliansi militer kapasitas gajah. Jepang memesan 105 jet tempur canggih dan stealth F35. Kapal induk helikopter di upgrade utk F35B. Australia mempersiapkan peluru kendali anti kapal jarak jauh. Memesan sejumlah kapal selam canggih dan lain-lain. Semua sedang mempersiapkan dan menimbun senjata sebanyak mungkin. Waduh gawat neh.

Dalam situasi dan kondisi saat ini dan di masa depan, Indonesia harus bisa bermain cantik di konflik Laut China Selatan (LCS). Kita harus mengedepankan permainan cerdik secara militer dan diplomasi. Sedapat mungkin kita tidak terjebak rayuan aliansi militer, tetapi tetap simpati dengan kehadirannya. Karena hanya AS dan sekutunya yang bisa meredam arogansi China di LCS.

Patut diingat bahwa sesama negara ASEAN juga saling klaim ZEE LCS. Kita dengan Malaysia belum clear. Kita dengan Vietnam masih dispute. Vietnam dengan Malaysia juga masih berselisih. Bedanya, tumpang tindih klaim sesama negara ASEAN tetap memegang teguh code of conduct.  Tapi sekali waktu Vietnam pernah marah sama kita dengan menubrukkan Coast Guardnya ke kapal nelayan mereka yang kita tangkap.

ASEAN harus cerdas menyikapi kehadiran kapal perang negara-negara aliansi di LCS. Termasuk jika harus mampir di Natuna. Di satu sisi mereka datang sebagai payung penyeimbang dan pelindung. Namun di sisi lain bisa saja negara-negara ASEAN ditarik "iuran keamanan". Lihat saja Korsel, Jepang, Jerman pada mengeluh dengan iuran keamanan yang dipatok AS. Asal tahu saja perang Teluk jilid satu dan dua yang membiayai adalah negara-negara Arab yang berkonflik.

LCS adalah pertarungan dan pertaruhan hegemoni masa depan. AS tidak mau hegemoninya dirampas China. Momentum arogansi China adalah nilai plus bagi AS untuk mengambil simpati kepada India dan ASEAN. Sekutu tradisionalnya Inggris dan Australia ikut apa kata babe. Inggris bahkan mengirim kapal induk HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince Of Wales secara bergantian ke LCS. Inggris juga telah membatalkan pengggunaan teknologi 5G Huawei.

Indonesia yang perairan ALKI 1 dan 2 nya bakal sering dilewati kapal induk, destroyer, fregat dan kapal selam negara aliansi harus punya marwah. Caranya perkuat AL dan AU. Memilih kapal perang besar semacam Iver Class bagus sekali. Kuantitasnya perlu ditambah. Penambahan jet tempur seperti F16 Viper dan SU35 adalah keniscayaan.

Dalam tataran diplomasi  negara-negara ASEAN yang bersengketa dengan China bisa memilih netral atau berpihak proporsional. Brunai misalnya cenderung pasif meski punya klaim, tahu diri. Vietnam boleh ambil sikap berdikari karena dekat dengan Rusia. Malaysia cenderung diam mengalah. Filipina adalah sahabat AS tentu bisa berpihak proporsional dengan aliansi. Nah kita lebih pantas netral saja. Meminjam istilah populer Menlu Adam Malik tempo dulu: Semua bisa diatur.
****
Magelang, 17 Juli 2020
Penulis adalah pemerhati pertahanan dan alutsista TNI