Nabi Yunus : Bagaimana Allah Memberikan Hukuman Kepada Dai yang lari dari Tugas



Dalam penafsiran Fi Dzilalil Quran, Said Quthb menjelaskan, Nabi Yunus juga disebut Dzun Nun yang berarti pemilik paus. Artinya, paus itu menelannya dan kemudian memuntahkannya. Kisah itu terjadi ketika dia dikirim ke suatu negeri dan diberitakan kepada umatnya untuk percaya kepada Allah SWT. Namun, mereka mengabaikan dakwahnya.

Dadanya menyempit dan dia meninggalkan mereka dengan marah. Dia tidak bisa menahan perlawanan dakwah dengan mereka. Dia berpikir bahwa Allah tidak mempersempit area dakwahnya di bumi karena bumi sangat luas. Negeri dibumi banyak dan penduduknya beragam. Selama orang-orang di bangsanya tidak mengindahkan dakwahnya, ia berpikir Allah pasti akan ridho jika ia mengarahkannya dakwahnya ke negeri yang lain.

Itulah arti dari "..kemudian dia berpikir bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) .."? (QS al-Anbiya: 88). Said Quthb juga menulis, amarah Yunus yang bergelora menuntunnya ke pantai sampai ia naik menumpang ke kapal hingga akhirnya ia ditelan oleh seekor paus. Di dalam perut paus, Yunus bertobat dan mengakui dosanya. Dia memohon pengampunan karena dia merasa termasuk dalam orang-orang zalim.

Allah pun menjawab doanya. Tuhan menyelamatkannya dari kesedihan dan kesulitan. Paus kemudian memuntahkannya ke darat. Jika dia tidak dimasukkan dalam orang yang mengingat akan Allah, dia akan tetap berada di dalam perut paus itu sampai hari kebangkitan. Yunus kemudian dibuang ke daerah tandus dalam keadaan sakit. Ditumbuhkan bagi Nabi sebuah pohon dari jenis labu. Kemudian, Allah mengirimkannya berdakwah kepada seratus ribu orang atau lebih. Mereka beriman dan membenarkannya, maka Allah memberi mereka kesempatan hidup di dunia sampai masa ajal mereka yang telah ditentukan. (QS as-Shafaat: 148).

Said Quthb menjelaskan, Allah memberikan kesulitan pada Nabi Yunus melalui tekanan ujian berulang-ulang dari umatnya. yang bahkan, jika dia menerima dan sabar dengan sikap bangsanya, tekanan dan ujian akan menjadi lebih mudah dan ringan. Akhirnya, Nabi Yunus mengakui kesalahan sikap yang terjadi pada dirinya sendiri. Saat ditelan oleh paus. Allah juga merawatnya dan menyelamatkannya dari kesedihan dan bencana. Allah memulihkan Yunus dan kembali kepada umatnya yang berjumlah ratusan ribu jiwa. Mereka percaya dan mencari hidayah dan meminta pengampunan dari Allah. Allah pun  mendengar permintaan mereka hingga tidak menjatuhkan hukuman kepada mereka yang telah bertobat.

Singkatnya, hikmah dari kisah Yunus menurut Said Quthb adalah bahwa para dai dakwah mau tidak mau harus menanggung beban dakwah. Bersabarlah atas ujian dan siksaan sebagai konsekuensi dari menjadi dai. Meski pahit, orang yang menanggung beban dakwah harus bersabar dan gigih. Jalan dakwah bukanlah jalan yang mudah. Ada banyak kendala untuk kesesatan, bid'ah, tradisi jahiliyah, dan adat istiadat yang menyeleweng. Setiap hati harus dihidupkan kembali dengan terlebih dahulu menyiapkan cara untuk menyentuh respon jiwanya. Istiqamah, kesabaran, dan harapan adalah kunci untuk sentuhan itu.

0 komentar:

Posting Komentar