Said bin al-Musayyib yang disebut pemimpin para ulama generasi Tabi'in berkata kepada anaknya,
لَأَزِيْدَنَّ فِيْ صَلَاتِيْ مِنْ أَجْلِكَ رَجَاءَ أَنْ أُحْفَظَ فِيْكَ
“Sungguh akan kutambahkan jumlah rakaat sholat sunnah yang kukerjakan demi dirimu agar dirimu terjaga karena sebab kebaikan yang kulakukan" (Jami' al-Ulum wal Hikam - Ibnu Rajab al-Hanbali 1/467)
Keshalihan orang tua itu dapat mempengaruhi kondisi anak
Sebagaimana kita yakini bahwa bisa jadi anak untuk cenderung menjadi nakal karena kemaksiatan ayah ibunya, maka demikian pula bahwa anak cenderung menjadi sholeh, terjaga sholat dan ibadahnya, baik pemikiran, perilaku dan fisiknya karena keshalihan orang tuanya.
Maka oleh karenaya, orang tua sholeh yang baik dan sayang anak akan berusaha meningkatkan amal ibadah dan amal sholihnya khususnya setelah punya momongan
Orang tua sholeh yang baik dan sayang anak akan menambah bilangan sholat Dhuha, lebih disiplin untuk mengerjakan sholat Tahajjud, dan tidak lagi pernah tertinggal sholat rawatib 12 rakaat, serta makin rajin bersedekah dst.
Diantara sebab anak nakal boleh jadi adalah karena jarang didoakan oleh orang tuanya di akhir malam pada saat sholat Tahajjud
Melakukan ibadah dengan niat selain ridho Allah dan kenikmatan di akhirat itu dapat diperbolehkan dengan syarat hal tersebut hanyalah sekedar niat sampingan, bukan niat utama.
Semoga Allah jadikan anak dan keturunan kita semua menjadi anak dan keturunan yang membahagiakan orang tuanya karena sama-sama menjaga ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya. Aamiin.
.
✍️ Ustadz Aris Munandar, SS, MPI






0 komentar:
Posting Komentar