Mulia bukan dengan Harta (Kisah Raja Faisal - KSA)

Sebuah realita sejarah yang tidak akan pernah terlupakan. Ketika terjadi Perang Yom Kippur (Oktober 1973), antara negara Israel yang didukung oleh koalisi negara Amerika dan Eropa barat melawan koalisi negara-negara Arab. 

Pada 17 Oktober 1973, Raja Faisal dari Saudi Arabia yang mewakili negara-negara produsen minyak di Timur Tengah bersepakat untuk mengurangi produksi-produksi minyaknya untuk negara-negara Barat hingga tersisa hanya 5% saja, belum cukup, bahkan dengan meninggikan harga jual ke mereka. 

Hal ini merupakan pukulan telak bagi Amerika, menyebabkan krisis energi bagi industri dan kehidupan mereka yang sangat bergantung kepada energi minyak bumi. 

Namun hal ini tidak membuat mereka jera, presiden Amerika kala itu, Nixon malah ingin menunjukan gambaran sebaliknya dengan memberikan bantuan kepada negara Israel sebesar $ 2,2 miliyar. Hingga menyebabkan negara-negara arab; Saudi Arabia, Emirat, Aljazair, Maroko, Kuwait, Irak, Libya, memutuskan untuk mengembargo Amerika Serikat dari membeli minyak produksi mereka! akibat ini menyebabkan krisis energi luar biasa di Amerika. Antrian untuk membeli bensin terjadi di mana-mana seantero Amerika. 

Di kala itu dunia mengenal slogan raja Faisal yang terkenal: “darah Arab atau minyak Arab”! Dan ini membuat Amerika melemah dan berupaya untuk duduk bernegosiasi dengan raja Faisal. Mereka mengirim Menterinya, Henry Kissinger untuk menemui raja Faisal.

Ketika pesawatnya tiba di bandara internasional Riyadh, Henry dijemput oleh pasukan keamanan raja yang mengendarai unta dan Henry diajak menemui raja Faisal yang menyambutnya bukan di dalam istananya melainkan di dalam kemah di padang pasir ala Arab badui. Ketika memasuki kemah Henry masuk dengan membungkukkan tubuhnya disambut dengan duduk lesehan ala Arab badui pada umumnya. Diwarnai wangi semerbak bau kopi dan disajikan pula susu dan kurma. 

Sambutan seperti ini merupakan pelajaran bagi Henry Kissinger, bahwa mereka bisa bertahan dengan kembali hidup ala nenek moyang mereka yang sudah beribu-ribu tahun hidup seperti ini; kemah, unta, susu dan kurma walau tanpa hadirnya teknologi ! Raja Faisal berkata, “Kami dan nenek moyang kami hidup seperti ini beribu-ribu tahun. Dan kami akan kembali hidup seperti ini!”

Kissinger mencoba membuka dialog dengan berbasa-basi seraya berkata, “Pesawat saya kehabisan bahan bakar, jika diperkenankan kami ingin membeli bahan bakar dengan harga yang anda ajukan.” Raja Faisal lalu menjawab, “Saya sudah tua. Maukah anda merealisasikan cita-cita saya sebelum saya meninggal dunia?” Kissinger pun bertanya, “Apa cita-cita anda?” Raja Faisal menjawab, “Saya ingin melaksanakan shalat dua rakaat di Masjid al Aqsha!”  

Segala upaya untuk bernegosiasi dilakukan oleh Kissinger agar raja Faisal membuka embargonya, namun tak bergeming raja Faisal tetap tegar pada pendiriannya meminta Amerika Serikat segera menghentikan bantuannya untuk Israel dan mengumumkannya kepada seluruh dunia. 

Maka pulanglah Henry Kissinger ke negaranya dengan tangan hampa penuh kegagalan!
=============

Pelajaran : Bahwa Mulia itu bukan dengan harta dan jabatan, juga bukan karena fasilitas yang dimiliki, namun kemuliaan yang sejati adalah ketegaran di atas keyakinan aqidah dan iman hingga mati! Betapa banyak nama-nama pemimpin dan raja-raja di muka bumi, namun nama-nama yang akan dikenang di antara mereka, adalah mereka yang tegar karena mempertahankan iman, harga diri, dan kedaulatan bangsanya!

0 komentar:

Posting Komentar