This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Cara Tarik Peserta Didik Mutasi Masuk di Dapodik 2022 dari Sesama Sekolah



Cara Tarik Siswa Peserta Didik Mutasi/Pindahan Masuk di Dapodik Versi 2022_Bapak/Ibu Operator Dapodik Sekolah, untuk menarik data siswa pindahan masuk dari sekolah lain yang menggunakan aplikasi dapodik (PAUD/SD/SMP/SMA/SMK) ke sekolah Anda, dapat dilakukan dengan cara yang sangat mudah yakni melalui tarik peserta didik pada menu mutasi di website SP Datadik Kemdikbud. Namun sebelum Anda menarik data peserta didik, Anda harus memastikan bahwa siswa yang pindah tersebut sudah dikeluarkan dari aplikasi dapodik sekolah asal. Selanjutnya silakan simak langkah-langkah sebagai berikut.

1. Kunjungi dan login menggunakan akun dan password dapodik  operator sekolah di https://sp.datadik.kemdikbud.go.id/  

a. Klik login menggunakan sso

b. Masukkan email akun dan password dapodik operator sekolah kemudian klik masuk

c. Autentikasi berhasil, menunggu mengarahkan ke halaman utama

 

2. Klik Aplikasi, Setelah Anda melihat tampilan halaman utama, silakan  klik Aplikasi

3. Klik Mutasi

4. Lengkapi data sekolah asal peserta didik dan rombel tujuan, kemudian klik Tampilkan


5. Cari nama peserta didik yang akan dimutasi masuk dan beri tanda centang, kemudian klik Daftarkan

Setelah Anda mengeklik "Daftarkan", maka akan ada keterangan "Peserta Didik Berhasil Didaftarkan"

Peserta Didik Berhasil Didaftarkan


6. Login di aplikasi dapodik offline versi 2022, kemudian lakukan validasi dan sinkronisasi


7. Ketika sinkronisai sudah bershasil, maka akan muncul tombol Tarik Data, silakan klik "Tarik Data"

Situasi Kritis Politik Semenanjung Arab : Perang Yamamah


Siapa Musailamah

Sejarawan berbeda pendapat tentang namanya. Ada yang mengatakan ia adalah Musailamah bin Hubaib al-Hanafi. Yang lain mengatakan Musailamah bin Tsamamah bin Katsir bin Hubaib al-Hanafi. Ada yang mengatakan kun-yahnya adalah Abu Tsamamah. Ada pula yang menyebutnya Abu Harun. Musailamah dilahirkan di wilayah Yamamah. Di sebuah desa yang sekarang ini disebut al-Jibliyah. Dekat dengan Uyainah di lembah Hanifah wilayah Nejd.

Usia Musailamah lebih tua dan lebih panjang dibanding Rasulullah . Ada yang menyebutkan ia terbunuh pada usia 150 tahun saat Perang Yamamah. Ia adalah seorang tokoh agama di Yamamah dan telah memiliki pengikut sebelum wahyu kerasulan datang kepada Nabi Muhammad . Sebelum mengaku sebagai nabi, Musailamah sering menyusuri jalan-jalan. Masuk ke pasar-pasar yang ramai oleh masyarakat Arab maupun non-Arab. Berjumpa dengan orang-orang berbagai macam profesi di sana. Pasar yang ia kunjungi semisal pasar di wilayah al-Anbar dan Hirah (Futuh al-Buldan oleh al-Baladzuri, Hal: 100).

Musailamah adalah seseorang yang memiliki kepribadian yang kuat (strong personality). Sangat pandai bicara dan berpidato. Hingga memiliki pengaruh di tengah bani Hanifah dan kabilah-kabilah tetangga. Tutur katanya lembut namun menipu. Pandai menarik simpati, bagi laki-laki maupun wanita. Ia menyebut dirinya Rahman al-Yamamah. Namun Allah berkehendak beda. Ia dikenal dengan nama Musailamah al-Kadzab (Musailamah sang pendusta) hingga hari ini. Saat Musailamah mengumumkan kenabiannya (nabi palsu), Rasulullah berada di Mekah. Ia mengutus orang-orang pergi ke Mekah untuk mendengarkan Alquran. Kemudian kembali ke Yamamah untuk membacakannya kepadanya. Setelah itu ia menirunya atau memperdengarkan ulang ke hadapan orang-orang sambil mengklaim itu adalah kalamnya (Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk oleh ath-Thabari, 3: 295).


Utusan Bani Hanifah Menemui Rasulullah


Di antara metode dakwah Rasulullah adalah menulis surat kepada para penguasa dan raja-raja. Menyeru mereka untuk memeluk Islam. Seruan dakwah tersebut sampai juga kepada Haudzah bin Ali al-Hanafi. Seorang penguasa Yamamah yang beragama Nasrani. Setelah menerima surat tersebut, Haudzah mengajukan syarat agar kekuasaan diberikan kepadanya. Nabi menolaknya. Tidak lama setelah itu Haudzah pun wafat.


Pada tahun ke-9 H, tokoh-tokoh bani Hanifah yang berjumlah beberapa belas orang laki-laki datang menemui Nabi di Madinah. Di antara mereka terdapat Musailamah. Mereka datang untuk mengumumkan keislaman kepada Rasulullah . Dan menyepakati bahwa Nabi adalah pemimpin. Bani Hanifah termasuk kabilah Arab yang terbesar jumlahnya. Mereka memiliki kedudukan dan terpandang. Karena merasa layak mendapatkan kepemimpinan, mereka mengajukan permintaan kepemimpinan. Mereka ingin agar Musailamah kelak menggantikan posisi Nabi setelah beliau wafat. Nabi menolak permintaan mereka.


Utusan bani Hanifah pun kecewa dan mulai muncul keinginan untuk keluar dari Islam. Dan Nabi telah menangkap gelagat ini. Ketika hendak pulang ke Yamamah, mereka berkata kepada Rasulullah , “Sesungguhnya kami meninggalkan salah seorang sahabat kami di perbekalan kami untuk menjaganya”.


Rasulullah menanggapi, “Kedudukan dia (Musailamah) tidak lebih buruk daripada kedudukan kalian”. Artinya walaupun ia sebagai petugas yang menjaga perbekalan kalian, bukan berarti kedudukannya lebih rendah dari kalian. Mereka pun pulang ke Yamamah dengan membawa hadiah dari Nabi .


Perkataan Nabi terhadap Musailamah tersebut diputarbalikkan dan dijadikan isu sebagai sabda rekomendasi oleh Musailamah dan tokoh yang lain. Mereka klaim bahwasanya Nabi Muhammad meridhai Musailamah sebagai penggantinya. Tak lama Musailamah pun mengumumukan kenabiannya di tengah-tengah bani Hanifah. Sejak saat itulah ia dikenal sebagai Musailamah al-Kadzab.


Kemudian Nabi menunjuk Nuharur Rijal bin Unfuwah untuk mengajarkan agama kepada penduduk Yamamah. Ibnu Unfuwah adalah laki-laki yang berilmu, luas pandangannya, dan cerdas. Siapa sangka, ternyata Ibnu Unfuwah malah bergabung dengan Musailamah. Kesungguhannya di hadapan Rasulullah hanyalah riya’ semata. Ibnu Unfuwah mengakui kenabian Musailamah. Menurutnya Musailamah bersama-sama Nabi Muhammad dalam risalah kenabian. Orang-orang bani Hanifah pun simpati kepadanya. Dan Musailamah menjadikannya orang kepercayaan (Futuh al-Buldan oleh al-Baladzuri, Hal: 97, Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk oleh ath-Thabari, 3: 137-138, dan al-Bidayah wa an-Nihayah oleh Ibnu Katsir, 5: 50-52).


Rasulullah Berbalas Surat dengan Musailamah


Setelah klaim kenabiannya diterima di tengah-tengah kaumnya, rasa percaya diri Musailamah kian bertambah. Semakin jauhlah kesesatannya. Ia mulai memposisikan diri sebagai seorang utusan Allah. Ia meniru Nabi Muhammad yang berdakwah melalui surat kepada para raja dan penguasa. Saking percaya dirinya, ia mengirim surat kepada Nabi Muhammad :

مِنْ مُسَيْلِمَةَ رَسُولِ اللَّهِ، إلَى مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ: سَلَامٌ عَلَيْكَ، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي قَدْ أُشْرِكْتُ فِي الْأَمْرِ مَعَكَ، وَإِنَّ لَنَا نِصْفَ الْأَرْضِ، وَلِقُرَيْشٍ نِصْفَ الْأَرْضِ، وَلَكِنَّ قُرَيْشًا قَوْمٌ يَعْتَدُونَ

Dari Musailamah seorang rasulullah kepada Muhammad seorang rasulullah. Keselamatan atasmu, amma ba’du:

Sungguh aku sama denganmu dalam kerasulan ini. Bagi kami bagian bumi tertentu dan bagi Quraisy bagian bumi lainnya. Akan tetapi orang-orang Quraisy adalah kaum yang melampaui batas.”


Perhatikanlah, para penyeru kesesatan sejak dulu terbiasa menggunakan pilihan kata yang indah untuk menipu manusia. Musailamah menyebut Nabi Muhammad sebagai orang yang melampaui batas. Karena ingin menguasai seluruh jazirah Arab. Sementara ia mengisyaratkan bahwa dirinya adalah orang yang bijak karena ingin berbagi.


Demikian juga para penyeru kesesatan di zaman ini, mereka menggunakan bahasa yang indah untuk memikat hati. Mereka sebut ajaran mereka mencerahkan sementara berpegang kepada Alquran dan sunnah adalah kejumudan dan kaku. Mereka sebut ajaran mereka toleran. Sementara yang lainnya adalah radikal.


Rasulullah tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Beliau tidak ingin keraguan dan kerancuan ini tersebar. Beliau pun membalas surat Musailamah:


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، مِنْ مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ، إلَى مُسَيْلِمَةَ الْكَذَّابِ: السَّلَامُ عَلَى مَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ الْأَرْضَ للَّه يُورَثُهَا مَنْ يُشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah kepada Musailamah sang pendusta. Keselamatan bagi mereka yang mengikuti petunjuk, amma ba’du:

Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”


Setelah membaca surat itu, Musailamah memutilasi sahabat Nabi, Hubaib bin Zaid radhiallahu ‘anhu, yang Nabi tugaskan untuk mengantarkan surat kepada Musailamah al-Kadzab. Peristiwa ini terjadi di akhir tahun ke-10 H.


Fanatik keSuku-an, Sajak Pun disebut Wahyu


Musailamah mulai menjadikan Yamamah sebagai tanah haram. Ia juga mulai menyusun sajak yang ia sebut sebagai Alquran. Al-Mutasyammas bin Muawiyah, paman dari al-Ahnaf bin Qais, pernah mendengar sajak-sajak Alquran palsu yang dibacakan oleh Musailamah. Setelah keluar dari majelis Musailamah ia berkomentar, “Sungguh ia seorang pendusta”. Al-Ahnaf juga mengomentari, “Dia bukanlah nabi yang sebenarnya. Bukan pula seorang yang pintar dalam berpura-pura menjadi nabi”.


Orang-orang Yamamah yang mengikuti Musailamah begitu fanatik dengan dakwah kenabiannya. Mereka bangga orang-orang dari keluarga Rabiah bersaing dengan keluarga Mudhar. Yakni keturunan Rabiah juga punya nabi sebagaimana keturunan Mudhar punya nabi, yakni Nabi Muhammad . Pengakuan kenabian terhadap Musailamah sangat dipengaruhi fanatisme kabilah dan suku.


Suatu hari Thalhah an-Namiri datang ke Yamamah untuk bertemu Musailamah. Ia ingin mendengar langsung dakwahnya dan menguji kenabian pembuat wahyu palsu ini. Ketika sampai di majelis Musailamah, Thalhah menyebut nama Musailamah langsung. Kaum Musailamah menjawab, “Sebut dia rasulullah!”. “Tidak mau, sampai aku melihatnya dulu”, kata Thalhah.


Ketika Musailamah datang, Thalhah berkata, “Engkau Musailamah?” “Iya”, jawab nabi palsu si tukang tipu. “Siapa yang datang kepadamu?” Tanya Thalhah. Musailamah menjawab, “Rahman (Allah pen.)”. “Dalam keadaan bercahaya atau dalam kegelapan?”, selidik Thalhah. “Dalam kegelapan”, jawab Musailamah.


Thalhah berkata, “Sungguh aku bersaksi engkau adalah pendusta. Dan Muhammad adalah yang benar. Akan tetapi pendusta dari Rabiah lebih kami cintai dibanding orang yang jujur dari Mudhar”. (Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk oleh ath-Thabari, 3, 283-286, Asadul Ghabah oleh Ibnul Atsir, 1: 443, dan al-Mufashshal fi Tarikh al-Arab Qobla al-Islam oleh Jawad Ali, 6: 97).


Untuk menguatkan posisinya, Musailamah menikahi seorang perempuan dari bani Tamim. Kabilah besar lainnya di masyarakat Arab. Perempuan itu adalah Sajah binti al-Harits bin Suwaid at-Tamimiyah. Wanita ini memiliki kesamaan degnan Musailamah, sama-sama mengaku nabi. Ia mengajak kaumnya bani Tamim dan paman-pamannya dari kabilah Taghlib dan kabilah-kabilah Rabi’ah lainnya. Bersatulah kelompok besar ini dalam fanatisme kesukuan mengklaim sebuah kedustaan. Kemudian mereka menantang kekhalifahan Abu Bakar di Madinah.


Perang Yamamah


Ketika Rasulullah wafat, Abu Bakar radhiallahu ‘anhu menggantikan beliau memimpin umat Islam. Di antara kebijakan prioritas Abu Bakar adalah adalah mengirim pasukan menghadapi orang-orang murtad. Semisal pengikut Musailimah al-Kadzab dan lainnya. Abu Bakar mengirim Ikrimah bin Abi Jahl dan didampingi Syurahbil bin Hasanah menghadapi nabi palsu pendusta itu.


Setelah mengemban tugas, Ikrimah terburu-buru melakukan penyerangan. Ia dan pasukannya pun berhasil dipukul mundur para pembela Musailimah. Ikrimah mengirim surat kepada Abu Bakar, mengabarkan kondisi di palangan dan meminta masukan kepadanya. Abu Bakar mengatakan, “Wahai Ikrimah, aku tidak menyaksikanmu dan engkau juga tidak melihatku. Janganlah engkau kembali (ke Madinah) sehingga moral pasukanmu turun. Teruslah berjalan hingga engkau berjumpa dengan Hudzaifah dan Urfujah. Keduanya bersama orang-orang Oman dan Mahrah. Bergabunglah bersamanya! Apabila keduanya sibuk (dengan tugas mereka), teruslah maju. Berjalanlah! Berjalanlah! Bersama pasukanmu tanpa menghiraukan orang-orang yang kalian temui. Hingga nanti kalian berjumpa dengan Muhajir bin Abi Umayyah di Yaman dan atau di Hadhramaut”.


Abu Bakar juga menulis surat kepada Syurahbil agar tetap di posisinya hingga Khalid bin Walid datang. Setelah misi di Yamamah tuntas, mereka diperintahkan bergabung dengan Amr bin al-Ash menuju Qadha’ah. Khalid menunggu utusan yang dikirim kepadanya di wilayah al-Baththah. Ketika mereka tiba, barulah ia berangkat bersama pasukannya ke Yamamah menghadapi Musailimah.


Hari Aqriba


Di Yamamah, Musailimah mendengar pasukan Khalid telah mendekat. Ia memberi sambutan dengan menyiagakan pasukannya di Aqriba. Saat kedua pasukan berjumpa, tidak ada harga tawar kecuali peperangan. Pasukan kecil Musailimah yang terdiri dari 40-60 orang berhasil dikalahkan. Perang pembuka ini dimenangkan oleh Khalid dan pasukannya.


Keesokan paginya, pasukan Khalid kembali berjumpa dengan pembela Musailimah. Seruan dan motivasi pembela nabi palsu itu adalah kesukuan dan kehormatan keluarga. Anak Musailimah al-Kadzab, Syurahbil bin Musailimah, memotivasi pasukannya dengan mengatakan, “Berperanglah untuk membela nasab kalian dan jagalah istri-istri kalian!”


Panji kaum muhajirin dipegang oleh Salim maula Abi Hudzaifah radhiallahu ‘anhu. Orang-orang muhajirin berkata kepadanya, “Kami khawatir akan ditimpa kekalahan karena dirimu”. Para sahabat muhajirin meragukan kepemimpinan Salim dalam perang ini. Salim menjawab, “Kalau demikian, aku adalah sejelek-jelek pembawa Alquran”. Ia menepis keraguan muhajirin. Adapun panji perang kaum anshar dipegang oleh Tsabit bin Qais bin Syammas radhiallahu ‘anhu, khatib Rasulullah .


Dengan pasukan besar, tidak kurang dari 100.000 orang, pasukan Musailimah al-Kadzab berada di atas angin dan berhasil menekan 12.000 pasukan kaum muslimin di awal peperangan. Mereka berhasil memorak-morandakan pertahanan kaum muslimin. Mereka menerobos barisan tentara-tentara Allah hingga berhasil masuk ke dalam kemah panglima Khalid bin al-Walid. Istri Khalid hampir tewas dalam peristiwa itu.


Dalam situasi genting tersebut, Tsabit bin Qais memotivasi dirinya dan kaum muslimin dengan mengatakan, “Alangkah buruknya yang kalian biasakan (perbuat) ini wahai kaum muslimin. Ya Allah, aku berlepas diri dari apa yang mereka –orang-orang Yamamah- perbuat. Dan aku mohon maaf-Mu atas apa yang diperbuat kaum muslimin”. Kemudian ia berperang hingga menemui ajalnya.


Abu Hudzaifah berkata, “Wahai para penghafal Alquran, hiasilah Alquran dengan amalan!”.


Zaid bin al-Khattab berkata, “Wahai para pasukan, buanglah kerisauan kalian. Hadapi musuh kalian. Melangkahlah maju. Demi Allah, aku tidak akan berbicara sepatah kata pun hingga aku berjumpa dengan Allah. Barulah aku berbicara kepada-Nya dengan hujjahku”. Kemudian Zaid berperang tanpa rasa takut dan gentar.


Saudara Umar bin al-Khattab dan pemimpin pasukan sayap kanan ini dipertemukan Allah dengan Naharur Rijal. Orang yang mengkhianati amanah Rasulullah dan malah memilih bergabung dengan Musailimah al-Kadzab. Pedang keduanya pun saling hantam hingga Naharur Rijal tewas. Kematian tangan kanan Musailimah ini kontan menurunkan moral pasukan bani Hanifah.


Kecamuk Perang Yamamah kian memanas. Teriakan pengobar semangat, amarah, dan jeritan luka menggema dimana-mana. Gemerincing dan denting pedang saling menghantam. Desir suara anak panah dan tombak membelah angin. Deru derap langkah pasukan berpacu dengan kuda-kuda. Mental yang lemah akan menggoyahkan langkah. Niat yang keliru membuat jihad yang berat tiadalah arti selain lumuran debu. Di kaki, tangan, dan wajah. Jasad-jasad terhempas ke bumi berpisah dengan nyawanya. Itulah pemandangan yang terjadi dalam peperangan.


Terkadang kaum muslimin menekan. Kadang bani Hanifah memegang kendali perang. Gugurlah dalam perang ini sahabat-sahabat mulia; Salim maula Abu Hudzaifah. Seorang qari Rasulullah. Dan gugur pula Zaid bin al-Khattab. Serta tokoh-tokoh Islam selain keduanya.


Tewasnya Nabi Palsu


Musailimah al-Kadzab dan para pembelanya terpojok dan lari ke kebun yang memiliki pagar tinggi. Pasukan sebanyak itu membuat kebun menjadi penuh sesak. 6000 pasukan Musailimah berlindung di dalamnya. Kaum muslimin berusaha mengejar mereka, namun tak mampu memasukinya. Hingga al-Barra bin Malik mengeluarkan ide “nekat”. Ia berkata, “Letakkan aku dalam baju besi. Kemudian angkat dengan ujung tombak. Angkatlah, hingga aku bisa mencapai ujung atas pagar. Lalu lemparkanlah aku ke dalam kebun. Akan kubukakan pintu dari dalam”.


Awalnya, orang-orang menolak usulan al-Barra. Mereka khawatir akan keselamatannya. Sampai akhirnya mereka mengangkatnya dan melemparnya ke dalam kebun. Al-Barra pun masuk ke dalam kebun. Keberanian, keahlian dalam bela diri dan menggunakan senjata mengantakan al-Barra ke pintu gebarng setelah ia membunuh 15 orang. Gerbang kebun terbuka.


Kebun yang awalnya menjadi benteng Musailimah. Kini menjadi kebun kematian untuknya. Kaum muslimin berlari membanjiri kebun. Setelah semuanya masuk, al-Barra menutup kembali pintu tersebut dan melemparkan kuncinya ke seberang pagar. Sehingga tidak ada satu pun yang bisa keluar.


Tempat para petani itu kini berubah menjadi medan laga. Pasukan Musailimah al-Kadzab kian terpojok. Sampai akhirnya tewaslah si nabi palsu, Musailimah al-Kadzab, di tangan Wahsyi bin Harb bekas budak Jabir bin Muth’im dan seorang mujahid dari anshar, Abu Dujanah Simak bin Khirasyah radhiallahu ‘anhu.


Tewasnya Musailimah meruntuhkan moral pengikutnya. Kebanggaan dan kesombongan mereka serta merta luruh, larut dalam situasi itu. Mereka seolah-olah tersadar dari sihir, bingung tak berbuat sesuatu pun. Akhirnya mereka menyerah. Setelah sejumlah 21.000 dari mereka tewas dalam pertempuran. Dan ada yang mengatakan 500 atau 600 atau bahkan 1200 kaum muslimin syahid. Jumlah korban yang besar.


Setelah perang usai, orang-orang bani Hanifah didatangkan ke Madinah untuk bertemu dengan Abu Bakar radhiallahu ‘anhu. Mereka diminta bercerita tentang kenabian Musailimah. Abu Bakar bertanya tentang sajak yang dibuat Musailimah. Mereka menyebutkan beberapa contoh di antaranya. Lalu Abu Bakar berkomentar, “Subhanallah!! Celaka kalian! Kalimat-kalimat tersebut bukanlah berasal dari Tuhan bahkan orang yang baik (sekalipun). Bagaimana hal itu bisa membimbing kalian?” (Tarikh ar-Rusul wa al-Muluk oleh ath-Thabari, 3:281-301, al-Bidayah wa an-Nihayah oleh Ibnu Katsir, 6:237 & 324, Thabaqat al-Kubra oleh Ibnu Saad, 3:377, dan al-Ishabah oleh Ibnu Hajar, 3:15).


Inilah akhir dari kisah nabi palsu Musailimah al-Kadzab. Ia berdusta atas wahyu, hingga kini gelar al-Kadzab (si pendusta) selalu disandang di akhir namanya. Kehinaan ia dapatkan di dunia dan kelak di akhirat sana.

Hasan Al Banna : Menang dan Kalah


MENANG & KALAH



وَلَقَدْ كُنْتُ، وَمَا زِلْتُ أَقُوْلُ لِلْإِخْوَانِ فِيْ كُلِّ مُنَاسَبَةٍ أَنَّكُمْ لَنْ تُغْلَبُوْا أَبَدًا مِنْ
أ- قِلَّةِ عَدَدِكُمْ
ب- وَلَا مِنْ ضَعْفِ وَسَائِلِكُمْ
ت- وَلَا مِنْ كَثْرَةِ خُصُوْمِكُمْ
ث- وَلَا مِنْ تَآلُبِ الْأَعْدَاءِ عَلَيْكُمْ، وَلَوْ تُجْمِعُ أَهْلُ الْأَرْضِ جَمِيْعًا، مَا اسْتَطَاعُوْا أَنْ يَنَالُوْا مِنْكُمْ إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ عَلَيْكُم
.
Sejak dulu, dan tiada henti selalu kukatakan kepada Ikhwan sekalian, dalam setiap kejadian, bahwa kalian selamanya tidak akan terkalahkan dengan sebab:
.
1. Sedikitnya jumlah
2. Lemahnya sarana
3. Banyaknya lawan
4. Konspirasi para musuh, bahkan seandainya seluruh penghuni bumi bersepakat, mereka takkan mampu menimpakan apapun kepada kalian kecuali yang telah ditetapkan Allah.
.

وَلَكِنَّكُمْ تُغْلَبُوْنَ أَشْنَعَ الْغَلَبِ، وَتَفْقِدُوْنَ كُلَّ مَا يَتَّصِلُ بِالنَّصْرِ، بِسَبَبِ إِذَا
أ- فَسَدَتْ قُلُوْبُكُمْ
ب- وَلَمْ يُصْلِحِ اللهُ أَعْمَالَكُمْ
ت- أَوْ إِذَا تَفَرَّقَتْ كَلِمَتُكُمْ، وَاخْتَلَفَتْ آرَاؤُكُمْ
.
Namun kalian akan terkalahkan dengan telak dan nista, serta kehilangan segala yang berhubungan dengan kemenangan, apabila:
.
1. Hati kalian rusak.
2. Allah tidak lagi memperbaiki amal kalian.
3. Atau kalimat kalian telah terpecah belah, dan pandangan kalian telah saling berselisih.
.

أَمَّا مَا دُمْتُمْ 
أ- عَلَى قَلْبِ رَجُلٍ وَاحِدٍ
ب- مُتَّجَهٍ إِلَى اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
ت- آَخِذٍ فِيْ سَبِيْلِ طَاعَتِهِ
ث- سَائِرٍ عَلَى نَهْجِ مَرْضَاتِهِ
.
فَلَا تَهِنُوْا أَبَدًا، وَلَا تَحْزَنُوْا أَبَدًا، وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ شَاءَ اللهُ، وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ 
.
Adapun jika kalian selalu:
.
1. Satu hati
2. Berorientasi kepada Allah
3. Berjalan pada jalan ketaatan kepadaNya
4. Berjalan di atas manhaj meraih ridhaNya
.
Maka, kalian tidaklah menjadi hina selamanya, tiada kan berduka selamanya, dan kalian selalu berada pada kedudukan tertinggi insyaallah, dan Dia akan selalu bersama kalian, 
.
وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ
.
“Allah selalu bersama kalian, Dia sama sekali tak mengurangi pahala 'amal kalian.” (QS Muhammad: 35) 

Sumber:
.
(كتاب منهج الإصلاح والتغيير: ٣٥)

Pemimpin Ideal ? = Respected Leader vs Popular Leader



Pemimpin Yang Lahir Secara Alamiah Berdasarkan Value System Yang Terbentuk Dalam Sebuah Proses Dialektika (Revolusi), Akan Melahirkan Sosok Pemimpin Yang Disebut "Respected Leader"

Pemimpin Yang Muncul Dan Diorbitkan Berdasarkan Price System Yang Dibentuk Melalui Sebuah Proses "Artificial" Dengan Menggunakan Event Organizer, Lembaga Survey, Televisi Dan Media, Akan Melahirkan Sosok Pemimpin Yang Disebut Sebagai "Popular Leader"

Respected Leader Berjuang Untuk Mencapai Visi & Misi. 
Popular Leader Berjuang Untuk Mencapai Posisi & Ambisi.

Respected Leader "Mengendalikan Situasi", Popular Leader "Dikendalikan Oleh Situasi".

Respected Leader "Berpikir & Bertindak Untuk Orang Lain". Popular Leader "Berpikir & Bertindak Untuk Dirinya Sendiri"

Respected Leader "Berkorban Untuk Orang Lain". Popular Leader, :Membuat Orang Lain Yang Menjadi Korban".

Respected Leader "Memotivasi Rakyatnya:, Popular Leader "Menipu Rakyatnya"

Respected Leader "Diakui", Popular Leader "Dipuji", 

Respected Leader Sebagai "Tuntunan & Panutan . Popular Leader Sebagai "Tontonan & Hiburan"

Sejak Reformasi, Lahirnya Seorang Pemimpin Ditentukan Berdasarkan "Price System" Dengan Proses Artificial Melalui Team Sukses, Consultant, Event Organizer. Sehingga Pemimpin Yang Terbentuk Adalah "Popular Leader"

Peran Negara Dalam Membentuk Karakter Pemimpin Digantikan Oleh Peran Pengusaha. Akhirnya Pengusaha Yang Mengatur Penguasa. Akibatnya "Pejabat Menjadi Penjahat" Dan "Penjahat Menjadi Pejabat"

Pemimpin Itu Berpikir & Bertindak Untuk Orang Lain Tapi Memutuskan Atas Nama Dirinya. Pemimpin Itu "Fungsi" Bukan "Posisi". Pemimpin Itu Hanya Satu Dan Pemimpin Itu Seorang Diri.

Pemimpin Itu Adalah Diktator & Otoriter Karena Keputusannya Hanya Satu Dan Hanya Dia Yang Bisa Mengambil Keputusan. "Rakyat Tidak Perduli Apakah Pemimpin Itu Diktator Atau Otoriter, Bagi Rakyat Yang Penting Bahwa Setiap Keputusan Pemimpin Itu Berpihak Pada Rakyat Dan Orang Banyak"

Sejak Reformasi, Rakyat Selalu Tertipu Dan Salah Dalam Memilih Pemimpin. Tapi Jangan Disalahkan Karena Rakyat Hanya Bisa Menilai Prilaku Pemimpin Dari Televisi, Media Cetak Dan Media Elekronik, Bukan Dari Prilaku Yang Sesungguhnya. Oleh Sebab Itu Diperlukan MPR (Majelis Permusyawaratan Rakyat) Sebagai Representasi Rakyat Dalam Memilih Pemimpin. 

Tetapi sayangnya Peran MPR Saat Ini Telah Hilang Dan Diganti Dengan 7 Komisioner KPU Yang Dipilih Melalui Voting Di DPR.

Jangan bicara soal negara jika tidak memahami hal ini, masihkah ada negara yg dahulu kalian kenal?

Soekarno, Hatta, Soeharto, Soedirman dan Sri Sultan HB IX adalah respected leader yang lahir secara alamiah dan terbentuk dalam situasi revolusioner. Soekarno dan Soeharto adalah pemimpin yang awal kepemimpinannya dipertanyakan kemudian dipuji akhirnya ditentang dan ketika tidak berkuasa lagi, kepemimpinanya diakui dan setelah mati sosoknya dirindukan. Tetapi Popular leader yang awal kepemimpinanya dipuja-puji kemudian diragukan kemampuannya, selanjutnya ditentang, karena masih juga tetap bertahan, akhirnya pribadinya dilecehkan, dicemooh dan ketika tidak berkuasa lagi, kepemimpinannya akan dilupakan dan dikubur dalam-dalam sebagai catatan sejarah kelam.

Reformasi melahirkan demokrasi yang membuat indonesia menjadi bukan negara demokrasi tapi menjadi negara bebas karena atas nama demokrasi, konstitusi dan hak asasi manusia, siapapun termasuk preman, pedagang dan penjahat bisa menjadi Presiden, Gubernur, Bupati, Walikota, dan pemimpin lainnya.

Di era orde lama dan orde baru, jika seseorang yang ingin menjadi pemimpin, maka akan timbul beberapa pertanyaan yang bersifat *value system:
Who Are You,!?
What Are You,!?
Where Are You.!?. etc..

Di era reformasi jika seseorang ingin menjadi pemimpin maka pertanyaan yang timbul hanya satu dan bersifat price system yaitu:
"How Much Do You Have a Money"

Perobahan yang mendasar dari peralihan Orde Lama dan Orde Baru ke Reformasi adalah bergesernya system bernegara dan berbangsa, dari Value System ke Price System. Dari nilai menjadi nominal, dari pemimpin yang negarawan menjadi pemimpin gerombolan, Dari pemimpin moral menjadi pemimpin kriminal dan dari pemimpin spiritual menjadi pemimpin ceremonial.

• Rakyatnya mencari kebenaran, pemimpinnya Menjawab Dengan Pembenaran.
• Rakyatnya mencari keadilan pemimpinnya melakukan kezholiman.
• Rakyatnya diminta untuk membela negara, pemimpinnya menjual negara.
• Rakyatnya dipaksa membayar pajak. Pemimpinnya dengan leluasa merampok uang Negara.
• Rakyatnya dipaksa untuk mematuhi hukum, pemimpinnya dengan leluasa membolak-balikan hukum.
• Rakyatnya merindukan suasana kehidupan yang pancasilais, pemimpinnya membubarkan organisasi atasnama Pancasila.

Di era Orde Lama dan Orde Baru, seorang pemimpin dinilai dari Bibit-Bobot-Bebet. Di era reformasi seorang pemimpin dinilai dari Bandar-Backing-Bonek. Secara konstitusi, moral dan etika, reformasi telah membuat negara Indonesia menjadi negara tidak bertuan dan tidak bertuhan karena semua hal dinilai dengan uang.

Saat ini, syarat untuk menjadi pemimpin yang sukses di Indonesia adalah : 
• Pura-pura tidak tau,
• Tidak mau tau,
• Tidak tau malu, 
• Tidak tau diri,
• Berani bohong dan berani nyolong.

Jika Orde Lama dan Orde Baru mengakibatkan korban jiwa, maka Reformasi mengakibatkan korban sakit jiwa dengan fenomena yang menghasilkan sosok pemimpin dan masyarakat yang gila jabatan, gila pangkat dan attribute, gila survey, gila presiden, gila pencitraan dan gila-gila yang lainnya.

- 1965 Ibu Pertiwi Hamil Tua
- 1998 Ibu Pertiwi Diperkosa
- 2017 Ibu Pertiwi Gila.

untuk melakukan penyelamatan NKRI maka selamatkan pemilih dari pemimpin yang diorbitkan.

Memaknai Arti Berkah


Oleh : Dr. Salim Segaf Al Jufri


Barokah atau berkah adalah kondisi yang diinginkan oleh hampir semua hamba yang beriman, karenanya orang akan mendapat limpahan kebaikan dalam hidup.


Barokah bukanlah serba cukup dan mencukupi saja, akan tetapi barokah ialah bertambahnya ketaatanmu kepada الله dengan segala keadaan yang ada, baik berlimpah atau sebaliknya.


Barokah itu: "...albarokatu tuziidukum fii thoah." Barokah itu menambah taatmu kepada الله.


Hidup yang barokah bukan hanya sehat, tapi kadang sakit itu justru barokah sebagaimana Nabi Ayyub عليه السلام, sakitnya menambah taatnya kepada الله.


Barokah itu tak selalu panjang umur, ada yang umurnya pendek tapi dahsyat taatnya layaknya Musab ibn Umair.


Tanah yang barokah itu bukan karena subur dan panoramanya indah, karena tanah yang tandus seperti Makkah punya keutamaan di hadapan الله ...tiada banding....tiada tara.


Makanan barokah itu bukan yang komposisi gizinya lengkap, tapi makanan itu mampu mendorong pemakannya menjadi lebih taat setelah makan.


Ilmu yang barokah itu bukan yang banyak riwayat dan catatan kakinya, akan tetapi yang barokah ialah yang mampu menjadikan seorang meneteskan keringat dan darahnya dalam beramal & berjuang untuk agama الله.


Penghasilan barokah juga bukan gaji yg besar dan berlimpah, tetapi sejauh mana ia bisa jadi jalan rejeki bagi yang lainnya dan semakin banyak orang yang terbantu dengan penghasilan tersebut.


Anak² yang barokah bukanlah saat kecil mereka lucu dan imut atau setelah dewasa mereka sukses bergelar & mempunyai pekerjaan & jabatan hebat, tetapi anak yang barokah ialah yang senantiasa taat kepada Rabb-Nya dan kelak di antara mereka ada yang lebih shalih & tak henti²nya mendo'akan kedua Orangtuanya.


Semoga segala aktifitas kita hari ini barokah.

بَارَكَ اللهُ فِيْك

Google Mendulang Uang Bahkan Dari Salah Pengetikan (Typo)

Info dari @INDPEDIA

Menurut studi dari Harvard, Google setidaknya menghasilkan penghasilan US$497 juta (Rp7 triliun) per tahun akibat kesalahan ketik pengguna. Ini terjadi karena ketika pengguna membuat typo, mereka akan dialihkan ke situs-situs yang sengaja dibuat untuk menampung kesalahan tersebut.

Situs tersebut dikenal sebagai “typo-squatting” dan ternyata mereka membayar biaya iklan yang cukup besar kepada Google.

Ma'ruf Amin Akan Di Ganti ?!



Oleh: Dr.Tony Rosyid
Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Dеѕаѕ dеѕuѕ, Mаkruf Amіn akan dіgаntі. Mаkѕudnуа, dіlеngѕеrkаn dari kurѕі wapres. Iѕunуа makin santer. Bаhkаn kаbаrnуа, ѕеkеnаrіо ini ѕudаh dіrеnсаnаkаn sebelum Pіlрrеѕ 2019. Nаmаnуа jugа kаbаr. Bіѕа bеnаr, bіѕа tіdаk.

Dаrі sisi politik, jіkа bеnаr, kаbаr іnі tak terlalu mengejutkan. Sebab, роѕіѕі Makruf Amіn lеmаh. Tіdаk punya раrtаі, dаn dianggap tidak sepenuhnya mеrерrеѕеntаѕіkаn kереntіngаn Nahdhiyin, оrgаnіѕаѕі аѕаl Kіуаі Mаkruf іnі.

Mеnjаdі wapres, tapi Mеntеrі Agаmа malah lepas dаrі NU. Kеrjа dаn dukungan PBNU untuk kemenangan Jоkоwі-Mаkruf tоtаl. Tapi, kоmреnѕаѕі уаng diberikan kepada NU tаk ѕеbаndіng.

Sеbаgаі vote gеttеr, ріlіh Mаkruf Amin ѕеbаgаі Cаwарrеѕ сukuр еfеktіf. Kantong ѕuаrа Nahdhiyin bіѕа dіаmbіl. Terutama untuk mеngіmbаngі suara umat Iѕlаm уаng anti tеrhаdар Jоkоwі. Khuѕunуа di Jаwа Tеngаh dаn Jаwа Tіmur.

Jika Mаkruf Amіn dіgаntі, bagaimana rеѕроn PKB dan PBNU? Yаng раѕtі, Mаkruf Amin tіdаk mеwаkіlі PKB. PKB рunуа jatah ѕеndіrі dі kаbіnеt. Untuk PBNU, jіkа роѕіѕі Mеntеrі Agаmа kеmbаlі dіѕеrаhkаn kераdа kаdеr NU, іnі аkаn melegakan. Proporsional! Sеbаb, banyak gаrараn Kemenag itu аdа di wіlауаh NU.

Mungkіnkаh роѕіѕі wарrеѕ ditukargulingkan dеngаn Mеnаg? Sepertinya PBNU tаk kеbеrаtаn. Sеbаb, pegang Kеmеnаg bаgі NU bisa jаdі lеbіh bаnуаk manfaatnya dаrі раdа роѕіѕі wарrеѕ.

Lаlu, ара аlаѕаn kоnѕtіtuѕіоnаl mengganti Makruf Amin? Mengundurkan dіrі dengan alasan udzur іtu dіbеnаrkаn оlеh kоnѕtіtuѕі. Sіmрlе!

Sіара уаng menggantikannya? Yаng pasti bukan Muhаіmіn Iskandar (Cak Imin) аtаu Kiyai Sаіd Aԛіl Sіrоj (SAS). Kаbаrnуа, аdа duа kandidat yang ѕеkаrаng ѕеdаng bersaing untuk mеngіnсаr роѕіѕі іtu. Sіара? Budі Gunawan dаn Prаbоwо Subіаntо.

Budі Gunаwаn оrаng dekat Mеgаwаtі, kеtuа umum PDIP. PDIP сukuр bеѕаr jumlаh kurѕіnуа dі DPR jika nanti terjadi реmіlіhаn dі parlemen. Tарі, Jоkоwі nampaknya lebih ѕrеg kе Prаbоwо Subіаntо untuk mеndаmріngі dіrіnуа.

Kenapa? Pеrtаmа, ѕеlаmа іnі Jоkоwі ѕеlаlu berhasil menghindari kорtаѕі Mеgаwаtі. Pіlіhаn ke Luhut Bіnѕаr Panjaitan (LBP) ѕеlаmа duа periode kepemimpinannya adalah bentuk nуаtа dari upaya Jokowi mеnghіndаrі kорtаѕі Mega. Sementara BG оrаng Mеgа.

Kеduа, Prаbоwо tаk dіrаgukаn loyalitasnya kepada аtаѕаn. Jоkоwі tаk реrlu rіѕаu dan mеrаѕа khаwаtіr tеrhаdар Prаbоwо. Gаk аkаn mеnеlіkung аtаѕаn. LBP аdаlаh оrаng уаng kenal benar ѕіара Prabowo. Dituduh menelikung PKS dan Umat, itu soal уаng bеrbеdа. Kаrеnа PKS dаn Umаt bukаn atasan Prаbоwо. Inі уаng hаruѕ dіраhаmі.

Kеtіgа, Prаbоwо рunуа partai Gеrіndrа. Jumlаh kursinya jugа ѕіgnіfіkаn. Inі jugа bіѕа jadi alasan kenapa Prаbоwо mеmреrtаhаnkаn роѕіѕіnуа ѕеbаgаі Kеtuа Umum Pаrtаі Gеrіndrа. Sеlаіn аlаѕаn untuk persiapan pilpres 2024, Gеrіndrа akan di gаrdа tеrdераn untuk bасk uр Jоkоwі. Inі ѕеkаlіguѕ mеmbеrі pesan bahwa Jоkоwі mеrаѕа аmаn jіkа 2024 Prabowo jаdі рrеѕіdеn.

Kееmраt, Prаbоwо militer. Kеbеrаdааn mіlіtеr sebagai wapres аkаn menjadi реrіѕаі ѕааt Indonesia dihantam krіѕіѕ. Mеѕіn mіlіtеr bіѕа digunakan untuk mеnghаdаng jika terjadi demo bеѕаr-bеѕаrаn dі mаѕа krіѕіѕ.

Ingat, Indоnеѕіа sudah masuk mаѕа rеѕеѕі. Pertumbuhan еkоnоmі minus 5,32. Kabarnya bahkan lеbіh dаrі іtu. Akhіr tаhun ini nеgаrа kehabisan uang. Inі bіѕа jаdі gеjоlаk еkоnоmі уаng berefek pada gеjоlаk sosial dаn politik. Dі ѕіtu реrаn Prаbоwо yang bеrlаtаr bеlаkаng mіlіtеr mеnjаdі реntіng.

Siapa уаng akan mеnggаntіkаn роѕіѕі Mаkruf Amin аkаn bеrgаntung kеlіhаіаn kеduа partai besar іtu bеrmаnuvеr. Antara PDIP vѕ Gеrіndrа. Tapi, ada реrtаnуааn mеndаѕаr yang tak bоlеh diabaikan: apakah Mаkruf Amіn аkаn lеgоwо untuk mundur? Atau ѕеbаlіknуа, mаntаn kаdеr PPP dаn PKB іnі juѕtru bеrmаnuvеr untuk mеnggаntі presiden? Ingаt, роlіtіk іtu tidak lіnіеr. Aра уаng tаmраk dі реrmukааn dаn реrеnсаnааn, tаk ѕереnuhnуа akan jadi kеnуаtааn.

Jakarta, 10 Agustus 2020

Nabi Nuh Dakwah 950 Tahun, Hanya Mendapat Sekitar 20 Orang Saja


Nabi Nuh adalah nabi ke-3 setelah Nabi Adam dan Idris berdasarkan 25 nabi dan rasul yang harus dipercaya oleh umat Islam. Nuh diutus oleh Tuhan untuk memanggil umatnya untuk menyembah hanya Tuhan. Nabi Nuh termasuk dalam 5 nabi dan rasul yang mendapat gelar ulil amri. Gelar ini diberikan karena perjuangan dakwah yang dia lakukan sangat berat dan membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

Nuh memanggil umatnya untuk menyembah Tuhan siang dan malam. Dia berkhotbah baik secara terbuka maupun diam-diam. Ia menggunakan berbagai metode dakwah agar umatnya mau mendengarkan seruann dakwah yang dibawanya. Namun, setiap kali Nabi Nuh meminta umatnya untuk menyembah Tuhan dan meminta ampunan kepada Tuhan, maka setiap kali umatnya menghindar, menempelkan jari di telinga dan menutupi pakaian di wajah mereka. Umat ​​Nuh membantah apa yang disampaikan oleh Nabi Nuh bahkan mereka sombong dan semakin memalukan. Ini sesuai dengan QS. Hud ayat 5-12, berikut adalah uraian makna ayat tersebut:

“Nuh berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (ke mukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan keterlaluan. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mere­ka dengan cara yang terang-terangan, kemudian aku menyeru mereka lagi dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesung­guhnya Dia adalah Maha Pengampun. Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.'” (Nuh: 5-12)

Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun. Selama periode itu dia selalu sabar mengajak umatnya untuk beribadah hanya kepada Allah di siang dan malam hari. Namun hanya sekitar 20 orang yang berhasil diundang oleh Nabi Nuh yang mau untuk beribadah kepada Allah.

Sungguh ini adalah perjuangan yang penuh dengan kesabaran. Bahkan istri dan anak-anaknya bukanlah termasuk orang yang beriman kepada Allah. Meski begitu, Nabi Nuh tetap menjadi hamba yang selalu mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan. Hingga akhirnya Allah menyelamatkan Nuh dan umat beriman serta sahabatnya dari banjir besar yang melanda negerinya. Sesungguhnya Allah menunjukkan kekuasaan-Nya dan menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman.

Dari kisah Nabi Nuh kita dapat belajar tentang kesabaran bahwa perjuangan dakwah yang telah kita lakukan selama ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan yang dilakukan oleh Nabi Nuh. Jatuh bangun, jatuh sakit, menghina atau berbagai tantangan yang ada dalam kegiatan dakwah saat ini, jangan sampai kita menghentikan langkah kita untuk tetap berada di jalur para pejuang tersebut. Sabar dalam kebaikan dan bersabar atas kebenaran adalah kunci agar kita bisa istiqamah dalam memperjuangkan Islam, hingga akhirnya Allah memberikan tempat peristirahatan terindah bagi kita di akhirat. Jadi mari kita tingkatkan kesabaran kita seperti kesabaran yang dimiliki Nuh dalam memanggil umatnya untuk menyembah hanya Allah.

SUDAHKAH ENGKAU BENAR-BENAR MERDEKA?

 

By. Satria hadi lubis

Sebuah meme yang konon merupakan perkataan Bung Karno mengusik kesadaran saya tentang apa arti merdeka. Meme tersebut berbunyi : "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri", kata Bung Karno.

Apa maksud Bung Karno dengan lebih susah melawan bangsamu sendiri daripada melawan penjajah? Mungkin, melawan penjajah lebih jelas mana lawan dan kawan. Tapi menghadapi bangsa sendiri lebih sulit. Tidak jelas mana lawan dan kawan. Bisa jadi dari bangsa sendiri muncullah para pengkhianat yang justru merusak bangsa itu sendiri.

Memang kemerdekaan sebuah bangsa malah bisa merusak bangsa itu sendiri jika kemerdekaan diartikan sebagai kebebasan berbuat apa saja untuk menyenangkan diri sendiri. Berbuat semau gue atas nama hak azasi manusia yg salah kaprah.

Kemerdekaan untuk bebas tanpa peduli dengan hak orang lain dan tatanan moral. Penganjur LGBT, seks bebas, dan pembuat karya-karya bebas moral adalah contoh dari mereka yang mengartikan kemerdekaan dalam arti salah. Begitu pun para koruptor, pengedar narkoba dan pelaku kriminal. Sadar atau tidak sadar, mereka turut andil menghancurkan bangsanya sendiri. Inilah mungkin yang dimaksud Bung Karno bahwa perjuangan menghadapi bangsamu lebih berat daripada melawan penjajah. Perjuangan untuk menghadapi mereka yang merusak makna merdeka sebagai kebebasan untuk menyenangkan diri sendiri.

Padahal, arti kemerdekaan yang sesungguhnya adalah kebebasan untuk kebahagiaan bersama. Tidak hanya diri sendiri yang senang dan bahagia, tapi juga orang lain. Orientasinya adalah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain agar orang lain bahagia. Sebab kalau orang lain senang (bahagia), maka kita juga akan bahagia.

Kemerdekaan dalam arti menyenangkan orang lain ini tidak hanya memuaskan hawa nafsu pribadi belaka. Ada nilai dan tatanan moral yang dipelihara untuk kebahagiaan bersama. Mereka inilah yang mengartikan kemerdekaan dalam arti yang lebih tepat.

Namun ada lagi satu jenis kemerdekaan yang mungkin sering dilupakan orang. Yakni kemerdekaan dalam arti bebas untuk menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah). Jika kemerdekaan untuk menyenangkan diri sendiri adalah kemerdekaan yang salah karena merusak nilai-nilai luhur bangsa. Kemerdekaan untuk menyenangkan (membahagiakan) orang lain adalah kemerdekaan yang benar, maka kemerdekaan untuk menyenangkan Allah saja (mencari ridho Allah) adalah kemerdekaan yang mulia.

Manusia yang mencari ridho Allah adalah manusia yang paling mulia dan paling merdeka di muka bumi. Sebab ia mampu membebaskan diri dari tuntutan hawa nafsu untuk menyenangkan diri sendiri. Juga mampu membebaskan diri dari tuntutan menyenangkan orang lain yang sering merusak keikhlasan. Ia hanya menyenangkan Allah saja, sehingga kemerdekaannya hanya dibatasi oleh aturan Allah saja. Tuhannya hanya satu.

Salah kaprah jika ada orang mengatakan bahwa mereka yang menyenangkan diri sendiri alias mempertuhankan hawa nafsu sebagai orang paling merdeka. Justru yang paling terjajah, karena tuntutan hawa nafsu itu banyak dan tak pernah puas. "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (Qs. 45 ayat 23).

Juga mereka yang orientasinya selalu menyenangkan orang lain. "Tuhannya" berubah menjadi orang-orang di sekitarnya yang banyak jumlahnya. Anak, isteri, atasan, teman, tetangga bisa menjadi "tuhan" yg harus disenangkan. Kemerdekaannya menjadi terbatas karena harus memenuhi tuntutan orang banyak. Mereka bisa bahagia tapi bukan bahagia yang tertinggi.

Jadi hanya orang-orang yang menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah) yang bisa memperoleh kebahagiaan tertinggi yakni ketenangan (muthmainnah). "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang" (Qs. 13 ayat 28). Jiwa mereka tenang karena merdeka dari banyak tuntutan. Hanya peduli dan memandang kepada satu tuntutan, yakni Allah swt. Bebas dari banyak rasa takut, gelisah dan kehilangan sebagai sebab ketidakbahagiaan.

Itulah sebabnya hanya mereka yang dipanggil untuk masuk surga. Sebab hanya mereka yang berhasil lulus "ujian". Yakni menjadi manusia merdeka dalam arti sesungguhnya. Menjadi manusia yang sesuai dgn misi penciptaannya, yaitu memiliki kebebasan dan menggunakan kebebasan tersebut dengan benar.

"Wahai ‘al-nafs al-mutmainnah’ (jiwa yang telah mencapai tahap ketenangan). Kembalilah kepada Rab (Tuhan) kamu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (hamba-hamba Allah). Dan masuklah ke dalam syurga-Ku" (Qs. 89 ayat 27-30).

ULAMA KERAMAT

Dalam kitabnya 'Fushul Fi As-Tsaqafah Wa Al-Adab' (1/73)  Syeikh Ali At-Thanthawi menceritakan tentang Al-'Arif Billah Syeikh Ahmad Al-Harun As-Shalihi (wafat 1382 H): 

"Di negeri Syam (tepatnya Suriah) ada seorang ulama yang benar-benar sholih dan zuhud, nama beliau adalah Syeikh Ahmad Al-Harun rahimahullah. Banyak orang meyakini bahwa beliau adalah seorang ulama yang mempunyai banyak karomah/keramat meskipun beliau sendiri tidak pernah mengklaim hal tersebut. 

Beliau menceritakan kepada kami secara langsung bahwa pada suatu hari tanggal 8 zulhijjah beliau didatangi oleh seorang laki-laki yang meminta kepadanya agar 'menghajikannya', padahal saat itu perjalanan haji (dari Suriah ke Hijaz) akan memakan waktu setidaknya berminggu-minggu, baik perjalanan darat ataupun laut. 

Syeikh Al-Harun pun berkata kepada orang tersebut:
"Bagaimana aku bisa membawamu untuk berhaji padahal besok sudah wuquf di Arafah?"
Orang itu menjawab:
"Engkau adalah orang yang mempunyai banyak karomah. Orang-orang telah memberitahukan kepadaku bahwa engkau sanggup membawaku berhaji ke Mekkah". 
Syeikh menjawab: 
"Ya akhi, orang yang memberitahumu itu sebenarnya dia sedang mengolokmu, saat ini aku tidak mampu untuk membawa diriku sendiri ke Mekkah apalagi membawamu."
Laki-laki itu langsung menimpali:
"Aku yakin engkau sanggup membawaku ke Mekkah sebagaimana yang dikatakan orang-orang."

Orang itu terus bersama Syeikh dan tidak mau meninggalkannya. Ia ngotot meminta Syeikh menghajikannya hingga membuat Syeikh kesal. 
Syeikh Al-Harun kemudian berkata:
"Apakah kau siap untuk merahasiakan apa yang akan aku lakukan denganmu dan tidak memberitahu siapapun?"
Orang itu menjawab:
"Siap."
Syeikh melanjutkan: 
"Dan kau sanggup bersumpah?"
Laki-laki itu kemudian bersumpah dan menambahkan bahwa istrinya akan otomatis tertalak tiga jika ia memberitahu seseorang apa yang akan ia lakukan bersama Syeikh. 
Syeikh berkata:
"Ayo, ikut aku."

Syeikh Al-Harun kemudian membawa laki-laki tersebut ke Mesjid Sulaimaniyah Syam yang terdapat sebuah kolam kecil persegi setiap sisinya sekitar 10 hasta dan tidak terlalu dalam. Saat itu mesjid sedang kosong. Syeikh berkata:
"Berdirilah disamping kolam untuk berwudhu'."
Laki-laki itupun berdiri disamping kolam. 
"Pejamkan matamu." Kata Syeikh. 
Laki-laki itupun memejamkan matanya. 
Tiba-tiba Syeikh Ahmad Al-Harun mendorong laki-laki itu kedalam kolam lalu beliau pun lari. Orang itupun berteriak meminta tolong sampai akhirnya diselamatkan dan dikeluarkan dari kolam olah orang yang mendengar teriakannya.
Orang-orang menanyakan padanya (sementara air masih menetes dari pakaiannya yang basah):
"Bagaimana kau sampai bisa jatuh? Siapa yang mendorongmu?"
Laki-laki itu menjawab (sementara sumpah yang dia ucapkan didepan Syeikh masih teringat jelas dikepalanya) 
"Saya tidak bisa menceritakan apapun."

:D :D