Google Mendulang Uang Bahkan Dari Salah Pengetikan (Typo)
Ma'ruf Amin Akan Di Ganti ?!
Nabi Nuh Dakwah 950 Tahun, Hanya Mendapat Sekitar 20 Orang Saja
SUDAHKAH ENGKAU BENAR-BENAR MERDEKA?
By. Satria hadi lubis
Sebuah meme yang konon merupakan perkataan Bung Karno mengusik kesadaran saya tentang apa arti merdeka. Meme tersebut berbunyi : "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri", kata Bung Karno.
Apa maksud Bung Karno dengan lebih susah melawan bangsamu sendiri daripada melawan penjajah? Mungkin, melawan penjajah lebih jelas mana lawan dan kawan. Tapi menghadapi bangsa sendiri lebih sulit. Tidak jelas mana lawan dan kawan. Bisa jadi dari bangsa sendiri muncullah para pengkhianat yang justru merusak bangsa itu sendiri.
Memang kemerdekaan sebuah bangsa malah bisa merusak bangsa itu sendiri jika kemerdekaan diartikan sebagai kebebasan berbuat apa saja untuk menyenangkan diri sendiri. Berbuat semau gue atas nama hak azasi manusia yg salah kaprah.
Kemerdekaan untuk bebas tanpa peduli dengan hak orang lain dan tatanan moral. Penganjur LGBT, seks bebas, dan pembuat karya-karya bebas moral adalah contoh dari mereka yang mengartikan kemerdekaan dalam arti salah. Begitu pun para koruptor, pengedar narkoba dan pelaku kriminal. Sadar atau tidak sadar, mereka turut andil menghancurkan bangsanya sendiri. Inilah mungkin yang dimaksud Bung Karno bahwa perjuangan menghadapi bangsamu lebih berat daripada melawan penjajah. Perjuangan untuk menghadapi mereka yang merusak makna merdeka sebagai kebebasan untuk menyenangkan diri sendiri.
Padahal, arti kemerdekaan yang sesungguhnya adalah kebebasan untuk kebahagiaan bersama. Tidak hanya diri sendiri yang senang dan bahagia, tapi juga orang lain. Orientasinya adalah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain agar orang lain bahagia. Sebab kalau orang lain senang (bahagia), maka kita juga akan bahagia.
Kemerdekaan dalam arti menyenangkan orang lain ini tidak hanya memuaskan hawa nafsu pribadi belaka. Ada nilai dan tatanan moral yang dipelihara untuk kebahagiaan bersama. Mereka inilah yang mengartikan kemerdekaan dalam arti yang lebih tepat.
Namun ada lagi satu jenis kemerdekaan yang mungkin sering dilupakan orang. Yakni kemerdekaan dalam arti bebas untuk menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah). Jika kemerdekaan untuk menyenangkan diri sendiri adalah kemerdekaan yang salah karena merusak nilai-nilai luhur bangsa. Kemerdekaan untuk menyenangkan (membahagiakan) orang lain adalah kemerdekaan yang benar, maka kemerdekaan untuk menyenangkan Allah saja (mencari ridho Allah) adalah kemerdekaan yang mulia.
Manusia yang mencari ridho Allah adalah manusia yang paling mulia dan paling merdeka di muka bumi. Sebab ia mampu membebaskan diri dari tuntutan hawa nafsu untuk menyenangkan diri sendiri. Juga mampu membebaskan diri dari tuntutan menyenangkan orang lain yang sering merusak keikhlasan. Ia hanya menyenangkan Allah saja, sehingga kemerdekaannya hanya dibatasi oleh aturan Allah saja. Tuhannya hanya satu.
Salah kaprah jika ada orang mengatakan bahwa mereka yang menyenangkan diri sendiri alias mempertuhankan hawa nafsu sebagai orang paling merdeka. Justru yang paling terjajah, karena tuntutan hawa nafsu itu banyak dan tak pernah puas. "Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?" (Qs. 45 ayat 23).
Juga mereka yang orientasinya selalu menyenangkan orang lain. "Tuhannya" berubah menjadi orang-orang di sekitarnya yang banyak jumlahnya. Anak, isteri, atasan, teman, tetangga bisa menjadi "tuhan" yg harus disenangkan. Kemerdekaannya menjadi terbatas karena harus memenuhi tuntutan orang banyak. Mereka bisa bahagia tapi bukan bahagia yang tertinggi.
Jadi hanya orang-orang yang menyenangkan Allah saja (baca : mencari ridho Allah) yang bisa memperoleh kebahagiaan tertinggi yakni ketenangan (muthmainnah). "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang" (Qs. 13 ayat 28). Jiwa mereka tenang karena merdeka dari banyak tuntutan. Hanya peduli dan memandang kepada satu tuntutan, yakni Allah swt. Bebas dari banyak rasa takut, gelisah dan kehilangan sebagai sebab ketidakbahagiaan.
Itulah sebabnya hanya mereka yang dipanggil untuk masuk surga. Sebab hanya mereka yang berhasil lulus "ujian". Yakni menjadi manusia merdeka dalam arti sesungguhnya. Menjadi manusia yang sesuai dgn misi penciptaannya, yaitu memiliki kebebasan dan menggunakan kebebasan tersebut dengan benar.
"Wahai ‘al-nafs al-mutmainnah’ (jiwa yang telah mencapai tahap ketenangan). Kembalilah kepada Rab (Tuhan) kamu dalam keadaan ridho dan diridhoi. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku (hamba-hamba Allah). Dan masuklah ke dalam syurga-Ku" (Qs. 89 ayat 27-30).
ULAMA KERAMAT
Fadhilah Amalan-Amalan Di Bulan Dzulhijjah
Tahun Hijriah memasuki bulan Dzulhijjah yang merupakan bulan ke-12 atau bulan terakhir dalam kalender Islam. Ada banyak prioritas bulan Dzulhijjah, termasuk 10 hari pertama yang dicintai oleh Allah SWT.
Pada bulan Dzulhijjah, umat Islam didorong untuk meningkatkan praktik mereka seperti puasa, memberikan sedekah, untuk bersikap baik kepada anak yatim untuk mendapatkan manfaat dari bulan Dzulhijjah.
Berikut amalan yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah:
1. Puasa
Puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Hari itu adalah hari tepat sebelum perayaan Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
Artinya: "Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).
Puasa lainnya, seperti puasa Senin-Kamis juga bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah. Ada juga sejumlah ulama yang juga berpendapat bahwa puasa sunnah dapat dimulai dari tanggal 1 hingga ke-9 dari Hul-Hijjah. Ini dapat diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Hunaidah ibn Khalid dan istri-istri Nabi SAW berikut ini.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari Asyura (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, awal bulan di hari Senin dan Kamis." (HR Abu Daud).
2. Menunaikan Haji dan Umrah
Haji adalah salah satu rukun Islam. Haji adalah sah bagi mereka yang mampu dan itu adalah praktik yang dilakukan di bulan Dzulhijah. Tidak hanya haji, umrah juga bagus untuk tampil bulan ini.
Ibadah haji memiliki keutamaan dalam hadis berikut ini.
سُئِلَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ
3. Qurban
Pada tanggal 10 Dzulhijjah, perayaan Idul Adha dilakukan dan Qurban juga dilakukan. Qurban adalah salah satu perbuatan yang disukai Allah SWT, sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلاَفِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا »
4. Takbir dan Dzkir Diperbanyak
Di bulan Dzulhijjah, takbir dan zikir harus diperbanyak untuk mendapatkan banyak pahala. Terutama pada saat sebelum melakukan shalat Idul Adha. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dijelaskan:
وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِى أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ أَيَّامُ الْعَشْرِ ، وَالأَيَّامُ الْمَعْدُودَاتُ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ وَأَبُو هُرَيْرَةَ يَخْرُجَانِ إِلَى السُّوقِ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ يُكَبِّرَانِ ، وَيُكَبِّرُ النَّاسُ بِتَكْبِيرِهِمَا . وَكَبَّرَ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِىٍّ خَلْفَ النَّافِلَةِ .
2 Orang Dari Madinah Yang Berakhir Berbeda Di Tepi Benteng Konstantinopel
Nabi Yunus : Bagaimana Allah Memberikan Hukuman Kepada Dai yang lari dari Tugas
TENAGA DALAM ! DIMANA UNSUR JINNYA?
- Semua energi metafisika apapun sebutannya ( Tenaga dalam, prana, chi, ki, mana, nur, aura dll adalah menjadi sebab kendaraan syetan untuk menciptakan sihir)
- jujur energi ini bisa dirasakan, getarannya, rasanya, setiap orang bisa merasakan dengan teknik tertentu)
- jadi semua orang yang mempraktekkan,melatih energi tenaga dalamnya, pada hakikatnya sedang mengumpulkan energi kekuatan sihir di dalam tubuhnya, karena bangsa jin bisa masuk melalui latihan ini.
- kenapa sihir? ya! karena pada akhirnya energi ini bisa divisualisasikan untuk berbagai keperluan yang melanggar batas syariat, Bisa digunakan untuk bertelepati mempengaruhi fikiran orang lain, bisa untuk mengirimkan visualisasi penyerangan secara goib, menciptakan aneka bentuk perwudun goib, seperti harimau, singa, dll bisa untuk di alirkan menjadi kekebalan tubuh, bisa digunakan untuk mempengaruhi seseorang agar jatuh cinta, bisa digunakan untuk menembus dimensi alam gaib, alam jin, siluman dll Pertanyaanya Adakah dalam syariat agama kita di dalam al-quran ataupun hadits yang mengajarkan hal2 tersebut di atas? Tidak ada! maka sudah jelas semua itu permainan syetan jenis jin..... wallahu 'alam
Duta Besar China untuk Inggris Kesulitan Menyangkal Persekusi China terhadap Uyghur


















